• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

fusilat by fusilat
May 14, 2026
in Feature, Komunitas
0
Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Murhan , R .

FusilatNews – Di tengah napas pembangunan desa yang tersengal oleh pemangkasan anggaran, panggung Aula Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada Selasa, 13 Mei 2026, justru dipenuhi optimisme politik. Bukan sekadar bicara soal jalan rusak, irigasi mati, atau dana desa yang menyusut, tetapi tentang siapa yang kelak akan mengisi kursi kekuasaan Republik ini.

Menteri Percepatan Desa Tertinggal, Ahmad Riza Patria, di hadapan peserta Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal Majelis Nasional KAHMI, melontarkan ajakan yang terdengar seperti seruan kaderisasi nasional. Para pemuda, terutama yang tumbuh dari tradisi organisasi seperti HMI dan KAHMI, diminta bersiap mengisi semua lini kepemimpinan: dari RT, RW, kepala desa, bupati, wali kota, gubernur, menteri, hingga wakil presiden dan presiden Republik Indonesia.

Pidato itu terdengar bukan sekadar motivasi. Ia seperti penanda bahwa arena politik Indonesia ke depan sedang dipersiapkan dari ruang-ruang organisasi, bukan dari ruang kelas atau laboratorium gagasan kebangsaan.

Tema acara itu sendiri terdengar megah: Merawat Persatuan Indonesia untuk Perdamaian Dunia. Namun di balik slogan persatuan itu, terselip kenyataan yang tak ringan. Ahmad Riza Patria mengakui kementerian yang dipimpinnya sedang mengalami keterbatasan anggaran. Dari angka belasan triliun rupiah, dana kementerian disebut mengalami penurunan akibat tingginya kebutuhan pembangunan desa.

Ironinya terasa jelas. Desa-desa masih berkutat dengan kemiskinan struktural, ketimpangan pembangunan, hingga minimnya fasilitas dasar. Tetapi pada saat bersamaan, forum yang sama justru dipenuhi pembicaraan tentang estafet kekuasaan nasional.

Di hadapan para alumni HMI dan KAHMI, Ahmad Riza menyebut Indonesia sebagai negeri yang tak pernah kekurangan organisasi. Menurut pengamatannya, kader HMI maupun KAHMI selalu memiliki ruang untuk terus bergerak dan berorganisasi. Dari situlah, kata dia, proses mempersiapkan diri sebagai pemimpin bangsa harus dimulai.

Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana organisasi kemahasiswaan masih dipandang sebagai jalur penting menuju orbit kekuasaan. Dalam sejarah politik Indonesia, asumsi itu memang bukan hal baru. Banyak elite lahir dari rahim organisasi ekstra kampus. Namun ketika negara masih berjibaku dengan problem desa tertinggal, seruan untuk menyiapkan kursi kepemimpinan nasional terasa seperti dua realitas yang berjalan bersamaan tetapi saling berjauhan.

Acara itu juga menghadirkan tokoh senior KAHMI, Abdullah Puteh. Ia berbicara tentang sejarah panjang perjuangan Aceh dan Indonesia yang dipersatukan oleh pengalaman mempertahankan republik. Dalam pidatonya, Abdullah Puteh menekankan bahwa Indonesia berdiri di atas keberagaman budaya dan sejarah perjuangan yang berbeda-beda, namun tetap kokoh dalam bingkai persatuan.

Sementara itu, perhatian peserta banyak tertuju pada kehadiran Jusuf Kalla. Tokoh yang dikenal berpengalaman dalam berbagai proses perdamaian itu berbicara mengenai konflik global dan perubahan wajah peperangan modern.

Menurut Jusuf Kalla, konflik masa kini tak lagi hanya mengandalkan kontak fisik antarmanusia. Teknologi telah mengubah cara perang dilakukan. Dalam hitungan menit, sebuah wilayah bisa dihancurkan dari jarak jauh menggunakan perangkat militer canggih.

Ia mencontohkan bagaimana Iran yang selama puluhan tahun terkena embargo negara-negara besar tetap mampu mengembangkan teknologi, baik ekonomi maupun militer. Bahkan, kata JK, negara-negara adidaya kini tak lagi sepenuhnya nyaman menghadapi perkembangan kekuatan Iran.

Namun pidato Jusuf Kalla menjadi menarik ketika ia menarik pengalaman global itu ke dalam konteks domestik Indonesia. Ia mengingat kembali pengalamannya menjadi juru damai dalam konflik di Ambon, Poso, hingga Aceh. Menurutnya, menjadi mediator perdamaian bukan perkara mudah. Bahkan ucapan seorang tokoh bisa dipelintir menjadi provokasi.

Ia menyinggung pengalamannya ketika dianggap sebagai penghasut akibat pernyataannya dalam konflik Ambon. Sebuah kalimat tentang korban konflik yang dipersepsikan “masuk surga” justru berubah menjadi polemik baru di tengah suasana yang sudah panas.

Di situlah letak paradoks Indonesia hari ini. Di satu sisi, elite berbicara tentang perdamaian dunia, persatuan bangsa, dan regenerasi kepemimpinan nasional. Namun di sisi lain, desa-desa yang disebut sebagai fondasi republik masih bergantung pada anggaran yang terus dipangkas.

Pidato demi pidato di forum KAHMI itu akhirnya seperti memperlihatkan satu hal penting: kekuasaan tetap menjadi magnet utama dalam percakapan elite. Bahkan ketika tema yang diusung adalah persatuan dan pembangunan desa, arah pembicaraan tetap bermuara pada siapa yang kelak akan duduk di kursi kekuasaan negeri ini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

Next Post

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

fusilat

fusilat

Related Posts

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara
Feature

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026
Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama
Feature

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

May 14, 2026
Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal
Feature

Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

May 14, 2026
Next Post
Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026
Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

May 14, 2026
Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

May 14, 2026
Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

May 14, 2026
Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026
Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist