• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

fusilat by fusilat
May 14, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Ketika seorang mantan menteri dijatuhi hukuman berat oleh pengadilan, publik biasanya menunggu satu hal sederhana dari pemimpinnya: sikap. Bukan sekadar pembelaan, bukan pula intervensi terhadap proses hukum, melainkan ekspresi moral—rasa prihatin, tanggung jawab politik, atau paling tidak pengakuan bahwa orang yang divonis itu pernah menjadi bagian penting dari pemerintahannya.

Namun, ketika Nadiem Makarim divonis 28 tahun penjara, publik justru mendapati kesunyian. Tak ada pernyataan dari Jokowi. Tak ada ungkapan prihatin. Tak ada kalimat yang menunjukkan bahwa mantan Menteri Pendidikan itu pernah menjadi bagian dari kabinet yang selama bertahun-tahun dipromosikan sebagai kabinet profesional, modern, dan penuh talenta muda.

Kesunyian itu justru melahirkan pertanyaan yang lebih besar: mengapa Jokowi begitu diam?

Padahal, Nadiem bukan sekadar pejabat biasa. Ia bukan birokrat karier yang datang dari sistem administratif negara. Nadiem adalah simbol politik Jokowi. Sosok yang diangkat sebagai representasi generasi muda, inovasi digital, dan wajah baru pemerintahan. Kehadirannya di kabinet bukan kecelakaan politik, melainkan pilihan sadar Presiden Jokowi sendiri.

Karena itu, mustahil memisahkan sepenuhnya Nadiem dari tanggung jawab politik Jokowi.

Dalam sistem presidensial, seorang menteri bekerja atas mandat presiden. Semua kebijakan strategis kementerian pada akhirnya menjadi bagian dari wajah pemerintahan. Jika seorang menteri dipuji, presiden ikut menikmati legitimasi politiknya. Tetapi jika seorang menteri tersandung kasus besar hingga divonis puluhan tahun penjara, maka secara moral dan politik, presiden juga tidak bisa sepenuhnya mencuci tangan.

Di sinilah persoalan utamanya.

Selama ini, budaya politik di Indonesia sering kali menempatkan keberhasilan sebagai milik pemimpin, tetapi kegagalan dianggap semata-mata kesalahan bawahan. Ketika proyek berjalan baik, pemimpin tampil di depan kamera. Tetapi ketika muncul skandal, semua tiba-tiba dianggap urusan personal individu.

Padahal kekuasaan tidak bekerja seperti itu.

Pemimpin bukan hanya penerima pujian, tetapi juga penanggung risiko moral dari orang-orang yang ia pilih sendiri. Jokowi memilih Nadiem. Jokowi memberi panggung politik kepadanya. Jokowi pula yang selama bertahun-tahun mempertahankannya di kabinet di tengah berbagai kritik publik terhadap kebijakan pendidikan nasional.

Karena itu, diamnya Jokowi bukan sekadar soal komunikasi politik. Diam itu terbaca sebagai upaya menjaga jarak dari tanggung jawab sejarah.

Lebih ironis lagi, selama era pemerintahannya, Jokowi begitu aktif memberikan komentar terhadap banyak hal—dari urusan sepak bola, konser musik, infrastruktur, hingga berbagai isu politik nasional. Tetapi ketika seorang mantan menterinya divonis sangat berat oleh pengadilan, publik justru mendapati kehampaan sikap.

Apakah ini bentuk kehati-hatian? Atau justru pertanda bahwa loyalitas politik memang hanya berlaku selama kekuasaan masih aman?

Publik tentu tidak menuntut Jokowi membela Nadiem. Hukum harus tetap berjalan. Tetapi publik berhak berharap adanya empati politik dan tanggung jawab moral. Sebab bagaimanapun, Nadiem adalah produk politik pemerintahannya.

Dan sejarah selalu mencatat satu hal penting: seorang presiden tidak hanya diingat karena keberhasilan proyek-proyeknya, tetapi juga karena kualitas orang-orang yang ia pilih untuk menjalankan negara.

Jika seorang menteri sampai divonis 28 tahun penjara, maka pertanyaan publik tidak akan berhenti pada nama menteri itu saja. Pertanyaan akan bergerak lebih jauh: bagaimana sistem kekuasaan bekerja? Siapa yang membina? Siapa yang mengawasi? Dan siapa yang sesungguhnya harus ikut bertanggung jawab?

Kesunyian Jokowi mungkin dapat meredam kontroversi sesaat. Tetapi dalam politik dan sejarah, diam sering kali bukan tanda netralitas. Diam justru bisa dibaca sebagai bahasa paling keras dari sebuah keterlibatan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

Next Post

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

fusilat

fusilat

Related Posts

Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo
Feature

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

May 14, 2026
Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama
Feature

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

May 14, 2026
Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih
Feature

Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

May 14, 2026
Next Post
Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

May 14, 2026
Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026
Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

May 14, 2026
Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

May 14, 2026
Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

May 14, 2026
Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

May 14, 2026
Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist