• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

Ali Syarief by Ali Syarief
May 14, 2026
in Feature, Politik
0
Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo
Share on FacebookShare on Twitter

Keputusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan Jakarta tetap sebagai ibu kota negara hingga terbitnya Keputusan Presiden tentang pemindahan ibu kota sejatinya membuka kembali satu kenyataan yang selama ini berusaha ditutup-tutupi: proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan hanya menghadapi masalah teknis pembangunan, tetapi juga krisis legitimasi. Bahkan dari aspek legalitas, fiskal, hingga kelayakan politik, proyek ini tampak semakin rapuh.

Pernyataan politisi Golkar Ahmad Irawan bahwa sejak awal pembangunan IKN diminta dilakukan sesuai kemampuan fiskal negara sesungguhnya merupakan pengakuan tidak langsung bahwa negara memang tidak memiliki kapasitas keuangan yang cukup untuk memaksakan proyek ambisius tersebut.

Masalah pertama adalah legalitas. Selama Keputusan Presiden tentang pemindahan ibu kota belum diterbitkan, maka secara konstitusional Jakarta tetap merupakan ibu kota negara. Ini berarti seluruh narasi bahwa IKN sudah menjadi pusat pemerintahan sebenarnya masih berada di ruang imajinasi politik, bukan realitas hukum. MK bahkan menegaskan bahwa fungsi dan kedudukan ibu kota tetap berada di Jakarta sampai keputusan resmi diterbitkan oleh Presiden.

Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara propaganda politik dengan kepastian hukum. Pemerintah selama ini menggambarkan IKN seolah sudah menjadi masa depan Indonesia yang tidak bisa dibatalkan. Namun secara hukum, status itu ternyata masih menggantung. Negara bahkan belum berani menetapkan perpindahan resmi karena sadar konsekuensinya sangat besar: administratif, fiskal, birokrasi, hingga politik.

Dari sisi fiskal, problem IKN jauh lebih serius. Indonesia sedang menghadapi tekanan utang, kebutuhan subsidi, penurunan daya beli masyarakat, dan stagnasi penerimaan negara. Dalam situasi demikian, memaksakan pembangunan kota baru bernilai ratusan triliun rupiah justru memperlihatkan ketidaksensitifan elite terhadap kondisi riil rakyat.

Pemerintah sejak awal menjual narasi bahwa IKN akan dibiayai oleh investasi swasta. Tetapi realitasnya, investor tidak datang sebesar yang dibayangkan. Akhirnya, APBN tetap menjadi tulang punggung pembiayaan. Ironisnya, di saat negara mengaku kekurangan anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial, proyek IKN justru terus diprioritaskan.

Padahal sebuah ibu kota bukan sekadar memindahkan gedung pemerintahan ke tengah hutan. Ibu kota membutuhkan ekosistem ekonomi, pusat peradaban, aktivitas sosial, sumber daya manusia, jaringan bisnis, hingga legitimasi historis. Jakarta memiliki semua itu karena dibangun oleh sejarah panjang republik. Sedangkan IKN sampai hari ini masih berupa proyek konstruksi yang dipaksakan menjadi simbol politik kekuasaan.

Lebih jauh lagi, IKN juga kehilangan landasan urgensinya. Dalih pemerataan pembangunan ternyata tidak otomatis membutuhkan pemindahan ibu kota. Pemerataan dapat dilakukan melalui penguatan daerah, industrialisasi luar Jawa, pembangunan infrastruktur produktif, dan distribusi investasi nasional yang adil. Memindahkan pusat kekuasaan bukan jaminan ketimpangan selesai.

Justru yang muncul adalah kesan bahwa IKN lebih merupakan monumen politik warisan kekuasaan dibandingkan dengan kebutuhan objektif negara. Karena itu publik mulai mempertanyakan: apakah proyek ini benar-benar demi masa depan Indonesia, atau sekadar demi ambisi sejarah seorang penguasa?

Ketika legalitasnya belum final, keuangannya bermasalah, investornya tidak meyakinkan, dan urgensinya dipertanyakan, maka wajar bila publik semakin melihat IKN sebagai proyek yang kehilangan pijakan rasionalnya.

Pada akhirnya, sebuah negara tidak dibangun oleh simbol megah semata. Negara dibangun oleh kepercayaan rakyat, kepastian hukum, kesehatan fiskal, dan prioritas pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat luas. Dan sejauh ini, IKN justru memperlihatkan sebaliknya: proyek besar dengan legitimasi yang makin kecil.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

Next Post

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Birokrasi

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

May 14, 2026
Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara
Feature

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026
Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama
Feature

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

May 14, 2026
Next Post

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

May 14, 2026
Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

May 14, 2026
Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026
Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

May 14, 2026
Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

May 14, 2026
Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

May 14, 2026
Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...