• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
May 19, 2026
in Economy, Feature
0
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi
Share on FacebookShare on Twitter

Ada momen menarik dalam perjalanan sebuah bangsa ketika kritik datang bukan dari lawan politik di dalam negeri, bukan pula dari kelompok oposisi, melainkan dari luar pagar kekuasaan. Kritik semacam itu biasanya lebih dingin, lebih kalkulatif, dan tidak dibebani oleh kepentingan elektoral domestik. Ia datang dari kacamata angka, tren ekonomi, dan pembacaan terhadap arah kebijakan. Sorotan seperti inilah yang belakangan diarahkan majalah bisnis dan politik global The Economist kepada pemerintahan Prabowo Subianto.

Dalam sorotannya, The Economist menampilkan kekhawatiran bahwa orientasi belanja besar negara, proyek-proyek ambisius, dan berbagai janji ekonomi berpotensi membawa Indonesia menuju risiko fiskal yang lebih berat. Perspektifnya sederhana: negara tidak bisa terus-menerus memperbesar pengeluaran tanpa memperhitungkan keseimbangan jangka panjang. Di dalam ilmu ekonomi, optimisme tanpa rem sering kali melahirkan tagihan yang harus dibayar generasi berikutnya.

Kekhawatiran itu tentu bukan tanpa konteks. Di berbagai negara berkembang, sejarah telah menunjukkan bagaimana ledakan belanja pemerintah sering dimulai dengan narasi mulia: pembangunan, kesejahteraan, pemerataan, atau pertumbuhan ekonomi. Namun di belakang narasi itu terkadang tersembunyi persoalan lama: defisit yang membesar, utang yang meningkat, dan ketergantungan terhadap pembiayaan yang semakin tinggi.

Di titik inilah muncul respons dari Menteri Purbaya yang mencoba meredakan kecemasan tersebut. Inti pembelaannya adalah bahwa ekonomi Indonesia masih berada dalam jalur aman, fiskal tetap terkendali, dan berbagai program besar memiliki perhitungan yang matang. Dengan kata lain, pemerintah meminta publik percaya bahwa mesin negara masih memiliki cukup bahan bakar dan pengemudi yang mengendalikan laju kendaraan dengan baik.

Persoalannya kemudian bukan terletak pada siapa yang benar antara The Economist dan Menteri Purbaya. Yang lebih penting adalah pertanyaan: mengapa dua pandangan itu bisa lahir secara bersamaan?

The Economist melihat Indonesia dari kejauhan, melalui data-data makro dan pengalaman berbagai negara lain. Mereka tidak memiliki beban untuk mempertahankan citra pemerintahan. Mereka menilai kemungkinan risiko yang dapat muncul beberapa tahun ke depan.

Sebaliknya, seorang menteri berbicara dari dalam kokpit pemerintahan. Ia tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga soal stabilitas psikologis pasar. Sebab ekonomi bukan semata-mata persoalan matematika. Ekonomi juga persoalan kepercayaan. Jika pemerintah sendiri tampak ragu terhadap arah kebijakannya, pasar bisa bereaksi negatif bahkan sebelum masalah benar-benar terjadi.

Karena itu, dapat dipahami mengapa seorang menteri akan cenderung menenangkan keadaan. Tidak ada pemerintah yang dengan mudah mengatakan, “Ya, kami mungkin sedang menuju masalah.” Bahasa kekuasaan hampir selalu dibangun dari keyakinan, optimisme, dan rasa aman.

Namun sejarah juga mengajarkan sesuatu yang lain. Banyak negara tidak jatuh karena kekurangan peringatan. Mereka justru jatuh karena terlalu banyak meyakini bahwa semuanya baik-baik saja.

Indonesia pernah merasakan pahitnya krisis ekonomi 1998. Sebelum badai datang, berbagai indikator resmi juga terlihat terkendali. Sebelum kapal mulai miring, penumpang di dek atas masih menikmati suasana dengan tenang.

Maka yang seharusnya dilakukan bukan memilih kubu antara The Economist dan Menteri Purbaya. Sikap yang lebih sehat adalah menjadikan kritik sebagai alarm, bukan musuh. Alarm bukan berarti rumah sudah terbakar. Tetapi orang bijak tidak mematikan alarm hanya karena suara itu mengganggu tidurnya.

Jika pemerintah memang memiliki dasar yang kuat, maka kritik semacam ini justru menjadi kesempatan untuk menunjukkan transparansi: bagaimana proyeksi fiskalnya, bagaimana pembiayaan program-program besar dilakukan, dan bagaimana negara memastikan rakyat tidak mewarisi beban yang terlalu berat di masa depan.

Karena pada akhirnya ukuran keberhasilan bukanlah seberapa keras pemerintah membantah kritik, melainkan seberapa jauh waktu membuktikan bahwa kritik itu keliru.

Dan sejarah, tidak seperti politik, tidak memiliki juru bicara. Ia hanya mencatat siapa yang akhirnya benar.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rebuilding the Lost Concept of Knowledge in Islam

Next Post

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen
Economy

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik
Economy

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Feature

Rebuilding the Lost Concept of Knowledge in Islam

May 19, 2026
Next Post
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar - Rupiah Anjlok - Prabowo Mulai Panik

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026

Rebuilding the Lost Concept of Knowledge in Islam

May 19, 2026
KH Nur Alam Bahtiar Soroti Perkembangan Iran dan Persatuan Umat dalam Halalbihalal IMMI DKI

KH Nur Alam Bahtiar Soroti Perkembangan Iran dan Persatuan Umat dalam Halalbihalal IMMI DKI

May 19, 2026
Melarang NoBar Pesta Babi: Larangan Berubah Menjadi Promosi Paling Produktif

Melarang NoBar Pesta Babi: Larangan Berubah Menjadi Promosi Paling Produktif

May 18, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...