• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Melarang NoBar Pesta Babi: Larangan Berubah Menjadi Promosi Paling Produktif

Ali Syarief by Ali Syarief
May 18, 2026
in Feature, Science & Cultural
0
Melarang NoBar Pesta Babi: Larangan Berubah Menjadi Promosi Paling Produktif
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam teori komunikasi dan propaganda, ada satu paradoks yang sering muncul: upaya membungkam atau melarang suatu pesan justru dapat memperbesar daya sebar pesan itu sendiri. Fenomena ini dikenal dalam kajian komunikasi sebagai Streisand Effect, yaitu situasi ketika usaha menyembunyikan, membatasi, atau melarang informasi malah menjadikannya semakin terkenal dan menyedot perhatian publik lebih luas.

Kasus pelarangan kegiatan nonton bareng (NoBar) “Pesta Babi” dapat dibaca melalui pendekatan ini. Secara teoritis, niat pelarangan sering didasarkan pada asumsi sederhana: bila akses ditutup, maka minat publik akan ikut padam. Namun perilaku komunikasi massa sering kali bergerak dengan logika yang berbeda. Manusia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu yang dianggap terlarang. Larangan bukan sekadar penutupan ruang, tetapi juga menjadi penanda bahwa ada sesuatu yang “berbeda”, “menarik”, atau bahkan “berbahaya” sehingga perlu dicegah.

Dalam psikologi komunikasi, keadaan ini disebut reactance theory. Teori ini menjelaskan bahwa ketika seseorang merasa kebebasannya dibatasi, muncul dorongan psikologis untuk merebut kembali kebebasan tersebut. Larangan sering kali tidak dipersepsikan sebagai pagar pengaman, melainkan sebagai tantangan. Akibatnya, masyarakat justru bertanya: “Apa sebenarnya yang dilarang itu?” Pertanyaan itu kemudian berkembang menjadi rasa penasaran kolektif.

Di era digital, mekanisme tersebut bekerja jauh lebih cepat. Sebelum pelarangan, sebuah acara atau isu mungkin hanya diketahui oleh lingkaran tertentu. Namun setelah muncul penolakan, protes, atau pelarangan, media sosial menjadi mesin pengganda perhatian. Orang yang sebelumnya tidak mengetahui keberadaan acara tersebut tiba-tiba ikut membicarakannya. Ironisnya, pihak yang melarang secara tidak langsung berubah fungsi menjadi “tim promosi” yang paling efektif.

Fenomena komunikasi ini juga dekat dengan konsep propaganda modern. Propaganda tidak selalu dilakukan melalui iklan besar, poster raksasa, atau kampanye mahal. Kadang propaganda paling efektif muncul melalui kontroversi. Kontroversi menciptakan perhatian, perhatian menghasilkan percakapan, dan percakapan menghasilkan penyebaran. Dalam dunia komunikasi, perhatian (attention) adalah mata uang yang sangat mahal. Siapa yang berhasil menguasai perhatian publik, dialah yang memenangkan ruang percakapan.

Karena itu, jika setelah pelarangan NoBar “Pesta Babi” justru terjadi fenomena “makin membludak dan heboh di mana-mana”, secara teoritis hal itu bukanlah sesuatu yang aneh. Itu merupakan konsekuensi yang dapat diprediksi dalam ilmu komunikasi. Larangan yang dimaksudkan sebagai rem bisa berubah menjadi pedal gas. Penutupan ruang fisik bisa membuka ruang digital yang jauh lebih luas.

Dari sudut pandang komunikasi, pelajaran yang dapat diambil cukup sederhana: tidak semua yang dilarang akan menghilang. Dalam banyak kasus, larangan yang dilakukan tanpa strategi komunikasi yang matang justru memberi panggung lebih besar kepada hal yang ingin dibatasi. Sebab dalam masyarakat modern, perhatian publik sering bekerja dengan logika paradoksal: semakin ditutup, semakin dicari; semakin dibungkam, semakin dibicarakan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Mulai Panik

Next Post

KH Nur Alam Bahtiar Soroti Perkembangan Iran dan Persatuan Umat dalam Halalbihalal IMMI DKI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen
Economy

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik
Economy

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi
Economy

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026
Next Post
KH Nur Alam Bahtiar Soroti Perkembangan Iran dan Persatuan Umat dalam Halalbihalal IMMI DKI

KH Nur Alam Bahtiar Soroti Perkembangan Iran dan Persatuan Umat dalam Halalbihalal IMMI DKI

Rebuilding the Lost Concept of Knowledge in Islam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026

Rebuilding the Lost Concept of Knowledge in Islam

May 19, 2026
KH Nur Alam Bahtiar Soroti Perkembangan Iran dan Persatuan Umat dalam Halalbihalal IMMI DKI

KH Nur Alam Bahtiar Soroti Perkembangan Iran dan Persatuan Umat dalam Halalbihalal IMMI DKI

May 19, 2026
Melarang NoBar Pesta Babi: Larangan Berubah Menjadi Promosi Paling Produktif

Melarang NoBar Pesta Babi: Larangan Berubah Menjadi Promosi Paling Produktif

May 18, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...