• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bangga(lah) Menjadi Guru

fusilat by fusilat
November 26, 2022
in Feature
0
Bangga(lah) Menjadi Guru

Foto: Dok. Kemdikbud

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Arfanda Siregar

Jakarta – Banggalah menjadi guru karena kemuliaan manusia dilihat dari kemanfaatannya bagi manusia lain. Sosok guru, meskipun sering dilirik sebelah mata, selalu bermanfaat bagi manusia lain. Profesi guru menjadi mulia karena setiap kata dan perbuatannya di hadapan siswa-siswa menjadi mutiara bagi masa depan generasi bangsa.

Maka, jangan heran guru sering diakronimkan –menggunakan bahasa Jawa– digugu lan ditiru. Artinya, guru adalah tempat siswa dan masyarakat meneladani sosok manusia dalam seluruh aspek kehidupan, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Begitu mulia guru, sehingga menjadi bagian terpenting dari peradaban manusia dan bangsa.

Profesi Mulia

Institut Penelitian Sosial dan Ekonomi Inggris bernama Varkey Foundation melakukan survei pada 2018 terhadap seribu orang di masing-masing negara, dan pertanyaan yang diajukan adalah seputar pandangan mereka tentang kemuliaan profesi guru dan keinginan mengarahkan anaknya menjadi guru. Hasilnya, China terpilih sebagai negara yang paling memuliakan guru.

Sekarang, China tumbuh menjadi raksasa dunia di berbagai bidang, seperti ekonomi, budaya, teknologi, dan olahraga. Pearl Pearl S Buck dalam The Good Earth mengatakan bahwa peradaban China dipengaruhi oleh para guru yang setia mengajarkan pendidikan moral dan kebaikan yang diajarkan oleh guru bangsa China, Kong Fuzi. Guru di sana sangat dihormati dan dihargai bak pahlawan bangsa.

Tak berbeda dengan China, Jepang pun termasuk negara yang memberikan kedudukan terhormat bagi guru. Di tengah puing kehancuran Perang Duni II, Kaisar Hirohito (1901-1989) berkata, “Berapa jumlah guru yang masih hidup?” Hirohita meyakini bahwa kebangkitan Jepang berada di pundak guru. Setelah perang usai, guru menjadi garda terdepan mengembalikan harga diri dan kemuliaan bangsa Jepang. Kini, Jepang tumbuh menjadi bangsa berkelas di dunia.

Bom atom boleh memporak-porandakan Jepang, tapi tak mampu meluluhlantakkan semangat juang para guru memulihkan kejayaan bangsa. Sampai sekarang kedudukan guru sangat tinggi dan menjadi profesi termulia di Jepang. Serial kartun Doraemon bisa menjadi contoh betapa Jepang memuliakan guru. Dalam film itu, Doraemon menjadi sosok guru sangat ditakuti; seorang siswa dilarang memandang wajah gurunya apabila sedang ditegur, dia akan terus membungkuk sebagai ungkapan rasa penyesalan.

Bukan hanya negara maju yang menjadikan guru sosok mulia. Ajaran Islam sangat memuliakan profesi guru. Penghargaan sosok guru langsung berasal dari Allah yang menyebutkan guru sebagai pewaris sifat dan nama Tuhan, yaitu rabbani. Coba saja baca pada Surat Ali Imran ayat 79. Dengan bangga Allah mengategorikan generasi rabbani adalah yang memahami kitab (ilmu) dan mau mengajarkannya kepada orang lain (guru).

Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, “Siapa yang pernah mengajarkan aku satu huruf saja, maka aku siap menjadi budaknya.” Guru-guru pada era awal Islam sangat dihargai oleh generasi sesudahnya. Para sahabat senior, yang memperoleh pendidikan langsung dari Nabi Muhammad mempunyai kedudukan tinggi di mata sahabat lain. Zaid bin Tsabit, sahabat yang langsung belajar Alquran kepada Nabi SAW dimuliakan di tengah sahabat lain. Diceritakan di dalam Kitab Hayatu Sahabah, apabila Ibnu Abbas sedang menunggang kuda bertemu dengan Zaid, maka ia langsung turun dan mempersilahkan Zaid menaiki kudanya tersebut, lalu Ibnu Abas sendiri yang menuntunnya.

Betapa mulia kedudukan guru sampai-sampai sekecil apapun ilmu yang didapat dari seorang guru adalah sebuah hadiah berharga yang tak bisa dinilai dengan batu permata.

Memuliakan Guru

Indonesia tergolong negara yang memuliakan guru. Hasil penelitian Varkey Foundation menempatkan Indonesia di posisi kelima di antara 35 negara yang disurvei. Ternyata, meskipun gaji guru di Indonesia termasuk rendah di dunia, bukan berarti kemuliaan mereka di mata masyarakat turut hancur.

Di Indonesia, negara secara simbolis menaruh hormat yang tinggi kepada guru dengan menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru. Deklarasi guru sebagai bidang pekerjaan profesional yang dicanangkan pada 14 Desember 2004 juga merupakan indikator adanya komitmen negara untuk menghormati guru. Selanjutnya negara mempertegas status guru menjadi pekerjaan profesional dengan disahkannya UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD).

Sejak itu, guru merupakan bidang pekerjaan profesional, dan oleh karenanya maka negara memberikan imbalan yang pantas terhadap layanan profesional guru melalui tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok dan tunjangan-tunjangan lain yang melekat pada gaji.

Negara juga memberi jaminan perlindungan bagi guru. Pasal 39 ayat 3 UUGD menegaskan negara melindungi guru dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari peserta didik, orangtua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain.

Meskipun masih simpang siur, kabar perbaikan kesejahteraan guru datang melalui Perubahan atas UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim memaparkan tiga argumen mengenai pentingnya Rancangan Undang-RUU Sisdiknas. Pertama, guru yang sudah lulus sertifikasi tetap berhak mendapatkan tunjangan profesi dan/atau tunjangan khusus sepanjang masih memenuhi persyaratan.

Kedua, sertifikat pendidik dari Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah prasyarat menjadi guru atau calon guru baru dan bukan untuk prasyarat memberikan penghasilan layak bagi guru yang sudah mengajar. Ketiga, pemerintah ingin mengakui pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidik di Pendidikan Kesetaraan, dan pendidik di pesantren formal. Mereka dapat diakui sebagai guru serta menerima tunjangan untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Kita harus berprasangka baik bahwa RUU tersebut bakal melengkapi kesejahteraan guru di Indonesia. Bukan mengurangi atau menghilangkan tunjangan profesi guru yang sudah beberapa tahun melonggarkan sedikit “ikat pinggang” para guru. Bagaimanapun, memuliakan guru harus diiringi peningkatan kesejahteraan guru. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pendidik, namun juga menjadi agent of change suatu bangsa serta simbol status sosial dan ekonomi dari masyarakat.

Guru bukan sekadar digugu dan ditiru karena keilmuannya. Dia harus dihormati karena status sosial dan ekonominya. Negara yang memuliakan guru wajib meningkatkan kesejahteraanya. Selamat Hari Guru, dan tetaplah bangga menjadi guru!

Arfanda Siregar dosen Politeknik Negeri Medan, mudir Islamic Center Ali Bin Abi Tholib, doktor Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Dikutip detik.com, Jumat 25 November 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tuhan Panjangkan Umur Mahathir Untuk Menyaksikan Anwar Ibrahim Menjadi PM Malaysia

Next Post

Aulia Rachman Dicopot Gegara Foto Bareng Anies? Gerindra Buka Suara

fusilat

fusilat

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Pilpres 2024, Sekjen Gerindra Deklarasi Dukung Prabowo Subianto sebagai Capres

Aulia Rachman Dicopot Gegara Foto Bareng Anies? Gerindra Buka Suara

Didemo Gegara Solo Marak Kuliner Daging Anjing, Gibran: Sing Mumet Aku

Cerita Gibran Nyasar ke Acara Relawan Jokowi di GBK, Kok Bisa?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist