• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bayang di Balik Palu: Jika Anwar Usman dan Gibran Akhirnya Ditahan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
October 9, 2025
in Feature, Law
0
MK Putuskan Anwar Usman Harus Mundur dari Kursi Ketua, Berikut Alasanya

Ketua MK Anwar Usman

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)


Bayangkan pagi yang tenang di Jakarta tiba-tiba pecah oleh kabar mengejutkan: mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka ditahan penyidik Polda Metro Jaya. Bagi publik yang sudah lama mencium aroma nepotisme dari ruang sidang konstitusi hingga istana, berita itu akan terdengar seperti lonceng keadilan yang akhirnya berdentang—terlambat, tapi nyaring.

Skenario itu bukan tanpa dasar. Pada 2 November 2023, Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) bersama Koordinator Pelaporan Bela Islam (KORLABI) telah melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya terhadap Anwar Usman atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Tuduhan itu tak berdiri di ruang hampa: beberapa hari kemudian, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) lewat Putusan Nomor 02/MKMK/L/11/2023 menegaskan bahwa Anwar terbukti melanggar kode etik dan perilaku hakim dalam sidang perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023—persidangan yang kelak mengubah sejarah politik Indonesia.

Dari ruang sidang itulah, pintu istana terbuka bagi keponakannya sendiri, Gibran Rakabuming Raka. Dengan palu yang diketuk Anwar, usia minimal calon presiden dan wakil presiden yang semula 40 tahun diturunkan, sehingga Gibran—yang saat itu baru berusia 36—dapat mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Putusan itu, yang dikemas dalam bahasa hukum dan tafsir konstitusional, bagi sebagian publik hanyalah legalisasi dari praktik nepotisme terang-terangan di era demokrasi elektoral.

Kini, setelah hampir dua tahun laporan itu teronggok tanpa kejelasan di meja penyidik, muncul desas-desus bahwa perubahan pucuk pimpinan di Polri dapat membuka babak baru. Jika Kapolri baru berani menyentuh kasus ini, maka bukan mustahil Anwar dan Gibran akan merasakan dinginnya jeruji besi, setidaknya untuk sementara, dalam proses hukum yang transparan dan berkeadilan.

Namun, publik tentu tak lupa bagaimana hukum di republik ini seringkali berhenti di depan pagar kekuasaan. Banyak laporan yang menguap, banyak berkas yang membeku. Karena itu, harapan agar Kapolri pengganti Listyo Sigit Prabowo mampu menegakkan asas presisi dan independensi hukum adalah taruhan moral bagi lembaga kepolisian yang kerap dicurigai sebagai alat politik penguasa.

Jika benar proses penyidikan itu berjalan, maka sejarah bisa berbalik arah. Untuk pertama kalinya, nepotisme yang selama ini bersembunyi di balik dalil konstitusi akan diuji di hadapan hukum pidana. Dan jika sampai pada tahap penahanan, publik akan menyaksikan bagaimana hukum tak lagi tunduk pada nama besar, silsilah keluarga, atau kekuasaan yang diwariskan.

Karena pada akhirnya, negara hukum bukan hanya soal teks undang-undang, tapi juga keberanian menegakkan keadilan meski di hadapan darah biru politik. Dan bila hari itu tiba—hari ketika penyidik akhirnya berani mengetuk pintu rumah seorang wakil presiden dan mantan ketua MK—maka lonceng keadilan yang lama bungkam akan berdentang, mengingatkan bangsa ini bahwa hukum seharusnya tidak pernah takut kepada kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Tegas: Visa Atlet Israel Dibatalkan, Solidaritas untuk Palestina Jadi Prioritas

Next Post

HKTI Gemuk, Petani Masih Kurus: Menanti Kiprah Nyata dari Gedung ke Ladang

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
HKTI Gemuk, Petani Masih Kurus: Menanti Kiprah Nyata dari Gedung ke Ladang

HKTI Gemuk, Petani Masih Kurus: Menanti Kiprah Nyata dari Gedung ke Ladang

A Voice for Humanity: Wilson Lalengke’s UN Speech and the Winds of Peace in the Middle East

A Voice for Humanity: Wilson Lalengke’s UN Speech and the Winds of Peace in the Middle East

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...