• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Benarkah Jokowi akan Menjadi Ketum PSI Gantikan Kaesang?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
May 19, 2025
in Feature, Politik
0
Mentang – Mentang Presiden Boleh Memihak, Presiden Jokowi Bertemu PSI untuk Kesekian Kalinya
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis

Isu ini terdengar liar, tapi tak bisa dianggap angin lalu. Di tengah pusaran politik pasca Pilpres 2024 yang penuh intrik, mencuat kabar bahwa Joko Widodo, mantan presiden dua periode, akan menggantikan putra bungsunya, Kaesang Pangarep, sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Apakah ini sekadar spekulasi? Atau ada jejak yang bisa ditafsir sebagai pertanda?

Jika skenario ini menjadi kenyataan, setidaknya ada tiga indikasi politis yang mengintip dari balik layar:

Pertama, sinyal ini bisa dibaca sebagai mosi tidak percaya Jokowi terhadap kemampuan politik Kaesang. Meski telah diorbitkan sebagai ketua umum dalam waktu singkat, kinerja Kaesang tak menunjukkan gebrakan yang signifikan. Ia belum mampu mengonsolidasikan kekuatan PSI menjadi kekuatan politik yang tangguh, apalagi menjadi tameng bagi Gibran Rakabuming Raka yang kini menghadapi gelombang kritik sejak menduduki kursi wakil presiden terpilih. Di media sosial, Gibran terus digempur soal etika politik dan legitimasi konstitusional. Kaesang, sebagai ketum, gagal mengalihkan isu atau menyusun narasi tandingan yang meyakinkan publik. Di titik ini, Jokowi mungkin menilai, “Ia belum waktunya.”

Kedua, langkah Jokowi menggantikan Kaesang juga bisa dibaca sebagai bentuk kontrol kerusakan (damage control) atas warisan politiknya yang semakin hari semakin lapuk. PSI, yang semula digadang sebagai kendaraan politik kaum muda dan pluralis, tak juga menemukan arah jelas di bawah Kaesang. Tuduhan terhadap Jokowi — mulai dari dugaan ijazah palsu hingga catatan panjang kegagalan di sektor hukum, pendidikan, dan pemberantasan korupsi — tak mampu dilawan oleh mesin politik PSI. Para pengkritik Jokowi, seperti Roy Suryo dan kelompok TPUA, justru makin mendapat panggung, sementara PSI sibuk bersolek gaya anak muda tanpa konten substansi. Dengan turun langsung, Jokowi bisa jadi ingin mengambil alih narasi, menata ulang citra politiknya, dan menekan oposisi dengan pendekatan pragmatis yang dulu pernah jadi keahliannya.

Ketiga, isu Jokowi ingin menjadi Ketua Umum PDIP yang selama ini berseliweran pun otomatis gugur. Jika benar Jokowi berniat mengambil alih PSI, maka itu isyarat bahwa hubungannya dengan PDIP—dan terutama Megawati Soekarnoputri—benar-benar putus. Bergabung ke PSI adalah deklarasi tersirat bahwa Jokowi telah membangun jalur politik sendiri, sekaligus memutus rantai kendali ideologis PDIP atas dirinya dan keluarganya. Maka PSI bisa menjadi wadah “politik keluarga” pasca kekuasaan. Layaknya dinasti, ia tak ingin keluar dari orbit—ia ingin tetap menjadi pusatnya.

Jika Jokowi benar mengambil alih PSI, maka peta politik nasional akan mengalami reorientasi tajam. PSI tak lagi sekadar partai kecil dengan wajah anak muda—ia akan menjadi perpanjangan tangan politik pasca-kekuasaan Jokowi, mengukuhkan bahwa legacy bukan hanya soal monumen dan Ibu Kota Negara, tetapi juga soal keberlanjutan pengaruh dalam politik praktis.

Namun pertanyaan paling besar tetap menggantung: apakah publik masih bersedia menerima Jokowi di babak baru ini? Atau justru langkah ini akan menjadi bumerang yang mempercepat peluruhan pamornya?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ortu Bahagia dan Haru Sambut Siswa Pulang dari Barak

Next Post

Soal Vaksin TBC Bill Gates, Menkes Siap Diskusi Bersama Siti Fadilah

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Soal Vaksin TBC Bill Gates, Menkes Siap Diskusi Bersama Siti Fadilah

Soal Vaksin TBC Bill Gates, Menkes Siap Diskusi Bersama Siti Fadilah

Reuni Tanpa Ijazah, Klaim Tanpa Ingatan

Reuni Tanpa Ijazah, Klaim Tanpa Ingatan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...