• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Reuni Tanpa Ijazah, Klaim Tanpa Ingatan

Ali Syarief by Ali Syarief
May 19, 2025
in Feature, Komunitas
0
Reuni Tanpa Ijazah, Klaim Tanpa Ingatan
Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu sore yang hangat di rumah Anies Baswedan, obrolan hangat mengalir deras. Tawa pecah, tangan bersalaman erat, mata-mata bersinar seperti menatap cermin masa muda. Mereka—teman-teman Anies semasa kuliah di Universitas Gadjah Mada—berkumpul kembali. Sebagian kini guru besar, sebagian lagi pejabat, pengusaha, atau aktivis sosial. Mereka datang tanpa membawa berkas, tanpa seremonial formal, dan—terpenting—tanpa satu pun mengacungkan ijazah.

Tak ada yang bertanya, “Mana bukti kau kuliah di sini?” Karena pertanyaan semacam itu terasa janggal, bahkan ofensif, di tengah kedekatan yang terjalin sejak masa remaja intelektual mereka. Di meja makan, kenangan tentang dosen favorit, tugas akhir, hingga rasa cemas menjelang sidang skripsi mengalir tanpa perlu pembuktian. Ingatan itu terlalu otentik untuk dipalsukan, terlalu jujur untuk dicurigai.

Kontras dengan sebuah adegan lain, jauh dari rumah itu. Dalam berbagai forum media sosial, sekumpulan orang yang mengaku satu angkatan dengan Presiden Joko Widodo—yang juga diklaim sebagai alumni UGM—muncul dengan membawa satu kesamaan: ijazah. Ijazah asli, salinan legalisir, foto kopi yang dicap basah. Mereka bersaksi: “Kami pernah sekelas,” “Kami seangkatan,” “Kami mengenal Jokowi sebagai mahasiswa teknik.”

Tapi yang tak tampak justru sosok Jokowi sendiri dalam kenangan kolektif mereka. Tak ada cerita tentang tugas kelompok dengannya, tak ada kenangan duduk bersebelahan saat ujian. Yang ada hanya lembaran kaku dan pengakuan yang disodorkan, seolah mencoba menambal sesuatu yang bolong dalam memori publik.

Ada yang janggal. Sebab dalam budaya akademik—apalagi di perguruan tinggi ternama macam UGM—kenangan akan teman sekelas lazimnya bukan soal ijazah, tapi soal interaksi. Ijazah adalah hasil administratif, tetapi pertemanan adalah pengalaman eksistensial. Jika pengalaman itu tak ada, dokumen setebal apa pun tak bisa menambalnya.

Anies dan kawan-kawannya tak sibuk membuktikan. Mereka cukup hadir. Dalam diam mereka menyodorkan bukti paling otentik: kehadiran sebagai kenangan. Mereka menertawakan hal-hal yang tak bisa dipalsukan—seperti dosen yang galak, ruangan panas tanpa AC, hingga kecemasan menghadapi nilai statistik.

Sementara itu, keramaian di luar sana menjadi panggung untuk parade dokumen. Seolah ijazah lebih penting dari jejak. Seolah keabsahan seseorang ditentukan oleh surat, bukan oleh keterlibatan nyata dalam ruang kelas. Ironisnya, di era digital yang menuntut transparansi, justru sang presiden yang semestinya paling mudah mengakses dokumen pribadinya, memilih diam. Yang bergerak adalah orang-orang di sekitarnya. Yang tampil adalah klaim, bukan kenangan.

Dua potret ini memperlihatkan dua dunia. Yang satu lahir dari kedalaman interaksi dan sejarah bersama. Yang lain muncul dari upaya membangun legitimasi lewat benda mati.

Anies tak perlu menunjukkan ijazah. Ia hadir dalam narasi yang hidup. Ia adalah bagian dari sebuah angkatan, bukan sekadar angka dalam arsip. Sedangkan sosok lain—yang tak kunjung menampakkan kehadiran organik dalam komunitasnya sendiri—terus dihantui oleh pertanyaan: apakah ia benar-benar pernah ada di kelas itu?

Seperti kata pepatah lama Jawa, yen ono, mesthi ono tilase. Kalau pernah ada, pasti ada jejaknya. Dan jejak paling kuat adalah kenangan orang-orang yang benar-benar pernah bersama.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Soal Vaksin TBC Bill Gates, Menkes Siap Diskusi Bersama Siti Fadilah

Next Post

Pak Kasmudjo, Riwayatmu Kini

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa
Feature

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Next Post
Skripsi Fiktif Sang Presiden: Rekayasa Relasi Jokowi-Kasmudjo?

Pak Kasmudjo, Riwayatmu Kini

Terbangun Narasi: Ijazah Palsu Itu Hilang

Ijazah yang Tak Pernah Muncul: Drama Legitimasi di Tengah Keraguan Publik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...