• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

Ali Syarief by Ali Syarief
May 17, 2026
in Feature, Spiritual
0
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Manusia modern sering membanggakan diri sebagai makhluk rasional. Kita hidup di era internet, kecerdasan buatan, satelit, dan sains yang mampu menembus ruang angkasa. Namun di balik kemajuan itu, ada sisi lain manusia yang tetap bertahan sejak ribuan tahun lalu: kecenderungan mempercayai sesuatu yang tidak terlihat. Psikolog Bruce Hood dalam bukunya SuperSense menyebutnya sebagai supersense, kecenderungan alami otak manusia untuk mencari makna, hubungan, dan kekuatan tersembunyi di balik peristiwa yang dialami. Gagasan ini dikembangkan oleh Bruce Hood.

Jika teori Bruce Hood diuji di Indonesia, tampaknya kita tidak akan kesulitan menemukan contohnya. Bahkan bisa jadi Indonesia merupakan laboratorium sosial yang sangat kaya untuk melihat bagaimana supersense bekerja.

Sejak kecil, banyak orang Indonesia tumbuh bersama berbagai keyakinan yang diwariskan turun-temurun. Anak-anak dilarang duduk di depan pintu karena dipercaya akan menghambat jodoh. Ada larangan bersiul pada malam hari karena dianggap mengundang makhluk halus. Kuku tidak boleh dipotong malam hari. Sapu yang menyentuh kaki harus dikembalikan dengan menyapukan lagi agar tidak sulit mendapat pasangan. Sebagian orang menganggap angka tertentu membawa keberuntungan, sementara angka lain dianggap membawa kesialan.

Pertanyaannya bukan benar atau salah. Yang menarik justru mengapa keyakinan semacam itu terus hidup bahkan di tengah pendidikan modern.

Bruce Hood menjelaskan bahwa otak manusia memang dirancang untuk mencari pola. Dahulu, kemampuan ini membantu manusia bertahan hidup. Ketika nenek moyang mendengar suara semak bergoyang, lebih aman menganggap ada harimau meskipun ternyata hanya angin daripada mengabaikannya lalu diterkam. Evolusi lebih memilih manusia yang terlalu waspada dibandingkan dengan manusia yang terlalu cuek.

Masalahnya, mekanisme ini masih terbawa sampai sekarang. Akibatnya, manusia sering menemukan hubungan sebab-akibat yang sebenarnya belum tentu ada.

Fenomena tersebut tampak jelas dalam kehidupan sosial Indonesia. Misalnya, ketika seseorang mengenakan baju tertentu lalu memperoleh rezeki besar pada hari itu. Besoknya baju yang sama dipakai kembali saat wawancara kerja, saat ujian, atau saat bertemu klien. Lama-kelamaan baju itu berubah dari sekadar pakaian menjadi “baju pembawa hoki”.

Dalam politik pun fenomena serupa sering muncul. Ada orang yang percaya bahwa seorang tokoh memiliki “aura kepemimpinan”, “tuah”, atau “karisma gaib”. Padahal kemampuan memimpin secara rasional dapat diukur melalui rekam jejak, kebijakan, integritas, dan kapasitas intelektual. Namun, manusia sering lebih tertarik pada sesuatu yang sulit dijelaskan dibandingkan dengan angka dan data.

Di dunia olahraga Indonesia, Supersense juga hadir. Ada pemain yang tidak mau mengganti nomor punggung tertentu karena dianggap membawa keberuntungan. Ada pendukung tim sepak bola yang memiliki ritual khusus saat menonton pertandingan. Sebagian orang meyakini bahwa jika posisi duduknya diubah, tim kesayangannya akan kalah.

Secara logika hal itu terdengar aneh. Tetapi jutaan orang melakukannya.

Bahkan dunia ekonomi tidak sepenuhnya bebas dari fenomena ini. Banyak orang memilih hari tertentu untuk membuka usaha, membeli rumah, menikah, atau memulai bisnis berdasarkan hitungan tertentu. Sebagian memilih tanggal “cantik” karena dianggap membawa keberuntungan. Sebagian lagi berkonsultasi mengenai arah bangunan, posisi pintu, atau susunan ruangan.

Di media sosial, Supersense bahkan memperoleh panggung baru. Pesan berantai yang berbunyi, “Sebarkan ke sepuluh orang maka keberuntungan datang,” atau “Jangan abaikan pesan ini jika tidak ingin mendapat musibah” masih beredar hingga hari ini. Anehnya, di era internet yang cepat, kecepatan penyebaran informasi sering kali juga mempercepat penyebaran keyakinan yang tidak diuji.

Namun supersense tidak selalu buruk. Dalam kadar tertentu, ia membantu manusia menemukan makna hidup. Harapan, simbol, tradisi, dan keyakinan dapat memberi kekuatan psikologis. Seseorang yang memegang foto keluarga sebelum bekerja mungkin merasa lebih tenang. Seorang pasien yang diberi keyakinan positif dapat memiliki semangat lebih besar untuk sembuh.

Persoalan muncul ketika keyakinan mulai mengalahkan nalar. Ketika masyarakat lebih mempercayai kabar tanpa bukti dibanding fakta. Ketika keputusan penting diambil berdasarkan ketakutan yang tidak rasional. Ketika mitos menggantikan pengetahuan.

Indonesia hari ini menghadapi tantangan besar, bukan kekurangan informasi, tetapi justru banjir informasi. Di tengah situasi itu, kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting. Sebab masalahnya bukan sekadar apakah manusia percaya sesuatu yang tidak terlihat, tetapi apakah manusia masih bersedia menguji apa yang dipercayainya.

Mungkin Bruce Hood benar. Manusia tidak pernah sepenuhnya rasional. Kita semua membawa supersense di dalam diri. Kita mencari makna, berharap pada simbol, dan mencoba memahami dunia yang sering kali terlalu rumit.

Yang membedakan bukan siapa yang memiliki supersense dan siapa yang tidak. Yang membedakan adalah apakah kita menjadi tuannya, atau justru menjadi pengikutnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo & Keledai

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain
Feature

Prabowo & Keledai

May 17, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Prabowo “Menghancurkan Keuangan Negara dan Melemahkan Demokrasi” (Warning The Economist)

May 17, 2026
Apa Kata Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi Asli?
Feature

Ijazah, Roy Cs, dan Ruang Sidang yang Tak Boleh Menyisakan Tanda Tanya

May 17, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

May 17, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Prabowo “Menghancurkan Keuangan Negara dan Melemahkan Demokrasi” (Warning The Economist)

May 17, 2026
Apa Kata Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi Asli?

Ijazah, Roy Cs, dan Ruang Sidang yang Tak Boleh Menyisakan Tanda Tanya

May 17, 2026
Rempah: Aroma Kejayaan yang Menanti untuk Kembali

Pelaku Industri Diminta Perkuat Ketahanan Hadapi Lonjakan Biaya Produksi

May 17, 2026
Ketika Pencitraan Mengalahkan Kinerja: Demokrasi Sedang Dijebak Efek Elektoral Tipu-Tipu

Ketika Pencitraan Mengalahkan Kinerja: Demokrasi Sedang Dijebak Efek Elektoral Tipu-Tipu

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist