• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo & Keledai

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 17, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Ah, seandainya Prabowo Subianto ikut lomba “stand up comedy”, mungkin Presiden RI itu akan keluar sebagai juaranya. Betapa tidak?

Lelucon yang ia lontarkan sungguh sangat jenaka. Lebih jenaka dari komedian mana pun. Apalagi sekadar Pandji Pragiwaksono.

Simak saja. Dalam pidatonya saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo menyatakan rakyat tak perlu khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah karena orang desa tidak menggunakan dolar (AS).

Saat pidato Prabowo, nilai tukar rupiah terus merosot dan mencapai lebih dari 17.600 per dolar AS.

Tentu apa yang dilontarkan Prabowo itu sebuah “joke” atau lelucon tingkat tinggi yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang sudah mencapai kearifan tertentu.

Yakni, orang-orang yang sudah maklum bahwa Prabowo ternyata tidak secerdas yang kita duga. Bahwa Prabowo materi pidatonya hanya itu-itu saja, mengulang apa yang sudah sering dilontarkan. Bahwa Prabowo ternyata hanya bisa omon-omon belaka.

Sementara yang lainnya, yang belum mencapai kearifan tertentu dan hanya mengandalkan logika, akan menilai Prabowo melawan akal sehat karena mengingkari fakta.

Faktanya, bahan bakar minyak yang digunakan rakyat Indonesia masih impor. Bahkan minyak goreng, gandum, jagung, bahkan kedelai yang merupakan bahan baku tempe dan tahu, hidangan keseharian orang desa, masih impor pula, dan semua itu harus dibayar dengan dolar. Kalau nilai tukar rupiah rendah, untuk membayar produk impor dengan dolar, maka diperlukan jumlah rupiah yang sangat banyak. Artinya, orang desa pun terpengaruh oleh melemahnya nilai tukar rupiah.

Mungkin Prabowo sedang menghibur rakyatnya. Atau mungkin sedang mengibur diri dari rasa khawatir yang menderanya.

Dalam pidato itu ia juga menyayangkan pengamat dan orang-orang yang menyatakan Indonesia akan “chaos” (kacau) jika rupiah terus melemah. Artinya, Prabowo pun memiliki kekhawatiran atau bahkan ketakutan yang sama akan terjadinya chaos seperti yang diprediksi para pengamat yang hendak ia tertibkan itu.

Rupiah Runtuh, Presiden Jatuh

Prabowo memang patut takut. Pasalnya, sudah menjadi semacam hukum alam bahwa jika rupiah runtuh, Presiden pun akan jatuh. Sayangnya, Prabowo tak mau belajar dari pengalaman. Termasuk pengalaman orang lain. Padahal, pengalaman adalah guru terbaik. Experience is the best teacher.

Keledai saja, yang dikonotasikan sebagai hewan paling bodoh, mau belajar dari pengalaman. Keledai tak mau terantuk dua kali pada batu yang sama.

Ya, sepertinya Prabowo tak mau belajar dari pengalaman jatuhnya Soekarno dan Soeharto dari kursi Presiden.

Diketahui, pada masa-masa akhir kekuasaan Bung Karno (1965-1966), nilai tukar rupiah jatuh sangat drastis akibat hiperinflasi yang mencapai ratusan persen. Rupiah anjlok hingga mencapai kisaran Rp4.995 hingga Rp10.000 per dolar AS.

Pada saat Soeharto menyatakan berhenti dari jabatan Presiden pada 21 Mei 1998, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.650 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini merupakan puncak dari krisis moneter yang melanda Asia sejak medio 1997. Rupiah anjlok drastis dari yang sebelumnya stabil di angka sekitar Rp2.400 per dolar AS pada awal krisis, bahkan sempat menyentuh rekor terlemah hingga angka Rp16.800 hingga Rp17.000 per dolar AS pertengahan Mei 1998.

Atau mungkin karena sadar bahwa Bung Karno dan Pak Harto jatuh karena runtuhnya rupiah itulah, lalu Prabowo menghibur diri demi menutupi ketakutannya, sehingga melontarkan joke yang sesungguhnya tidak lucu itu, yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang sudah mencapai kearifan tertentu? Mungkin!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo “Menghancurkan Keuangan Negara dan Melemahkan Demokrasi” (Warning The Economist)

Next Post

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Prabowo “Menghancurkan Keuangan Negara dan Melemahkan Demokrasi” (Warning The Economist)

May 17, 2026
Apa Kata Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi Asli?
Feature

Ijazah, Roy Cs, dan Ruang Sidang yang Tak Boleh Menyisakan Tanda Tanya

May 17, 2026
Next Post
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

May 17, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Prabowo “Menghancurkan Keuangan Negara dan Melemahkan Demokrasi” (Warning The Economist)

May 17, 2026
Apa Kata Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi Asli?

Ijazah, Roy Cs, dan Ruang Sidang yang Tak Boleh Menyisakan Tanda Tanya

May 17, 2026
Rempah: Aroma Kejayaan yang Menanti untuk Kembali

Pelaku Industri Diminta Perkuat Ketahanan Hadapi Lonjakan Biaya Produksi

May 17, 2026
Ketika Pencitraan Mengalahkan Kinerja: Demokrasi Sedang Dijebak Efek Elektoral Tipu-Tipu

Ketika Pencitraan Mengalahkan Kinerja: Demokrasi Sedang Dijebak Efek Elektoral Tipu-Tipu

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...