• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo “Menghancurkan Keuangan Negara dan Melemahkan Demokrasi” (Warning The Economist)

fusilat by fusilat
May 17, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Malika Dwi Ana

Baru-baru ini ada warning dari media raksasa The Economist yang bukan sekadar kritik biasa. Itu adalah alarm merah menyala bagi pemerintahan Prabowo Subianto. Kebijakan populis yang digeber sejak awal masa jabatannya — terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih dan berbagai proyek mercusuar — kini mulai menunjukkan dampak destruktifnya terhadap keuangan negara.

Defisit anggaran yang hampir menyentuh batas 3%, rupiah yang terus merosot hingga menyentuh level Rp17.500 per dolar AS, dan utang negara yang terus membengkak bukanlah “tantangan sementara”. Namun, konsekuensi logis dari gaya kepemimpinan Prabowo adalah mengutamakan popularitas jangka pendek di atas keberlanjutan fiskal.

Prabowo bukan hanya melanjutkan warisan pemborosan yang dilakukan Jokowi, ia malah mempercepatnya. Kabinet gemuk yang membengkak hingga lebih dari 100 orang, pembagian proyek kepada kroni dan koalisi, serta program populis tanpa sumber pendanaan yang jelas, menunjukkan satu hal: bahwa prioritas utama Prabowo bukanlah menyehatkan keuangan negara, melainkan mengonsolidasikan kekuasaan.

Bahaya ganda yang sedang dihadapi Indonesia adalah:

Pertama, ancaman terhadap keuangan negara.
Dengan gencarnya belanja populis tanpa peningkatan signifikan pada penerimaan pajak dan efisiensi birokrasi, pemerintah semakin bergantung pada utang. Rupiah yang terus melemah bukan hanya soal nilai tukar — ia mencerminkan kehilangan kepercayaan pasar terhadap arah ekonomi Indonesia. Ketika beban bunga utang sudah mencapai ratusan triliun rupiah per tahun, ruang fiskal untuk pembangunan yang sesungguhnya semakin sempit.

Kedua, ancaman terhadap demokrasi.
Strategi kooptasi massal yang dilakukan Prabowo — dengan mengumpulkan hampir semua kekuatan politik ke dalam kabinet dan lingkaran Hambalang — memang berhasil menciptakan ilusi stabilitas. Namun, stabilitas itu semu, dibangun di atas fondasi yang rapuh: pelemahan oposisi, pembungkaman kritik, dan transaksi politik yang masif. Ketika hampir semua elite berada di dalam lingkaran yang sama, siapa yang akan mengawasi penguasa?

Padahal demokrasi yang sehat membutuhkan oposisi yang kuat, bukan oposisi yang sudah dibeli atau dijinakkan. Yang terjadi saat ini adalah demokrasi kartel — di mana kompetisi politik digantikan oleh pembagian kue kekuasaan di antara elite.

Prabowo kerap membela kebijakannya dengan narasi “investasi untuk masa depan anak bangsa”, selorohnya. Namun, investasi yang baik mestinya TIDAK membebani generasi mendatang dengan utang yang tak terkendali. Investasi sejati harus dibangun di atas disiplin fiskal, bukan ambisi populis yang tidak terkendali.

Saat ini, Indonesia sedang menghadapi risiko serius, yakni krisis keuangan yang dibungkus dengan stabilitas politik semu. Prabowo memang berhasil menjinakkan lawan-lawan politiknya, tapi ia belum berhasil menjinakkan realitas ekonomi yang keras.

Jika pola ini terus berlanjut, maka The Economist tidak sedang berlebihan — ia justru malah terlambat. Bahaya yang sesungguhnya bukan hanya melemahnya rupiah atau membengkaknya defisit, melainkan kehancuran institusi dan masa depan ekonomi yang sedang dibangun di atas fondasi utang dan kooptasi.

Waktunya sudah semakin sempit kini.
Dan Prabowo masih tersenyum di meja bundar Hambalang, dikelilingi mereka yang sudah “dipepet” ke dalam lingkarannya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ijazah, Roy Cs, dan Ruang Sidang yang Tak Boleh Menyisakan Tanda Tanya

Next Post

Prabowo & Keledai

fusilat

fusilat

Related Posts

Sarjana Menganggur:  Ijazah Kehilangan Nilai Tukarnya
Economy

Sarjana Menganggur: Ijazah Kehilangan Nilai Tukarnya

July 2, 2026
Bertanya, Mencurigai, dan Menduga Ijazah Palsu – Bukan Tindak Pidana
Feature

Bertanya, Mencurigai, dan Menduga Ijazah Palsu – Bukan Tindak Pidana

July 2, 2026
Belajar dari Itadakimasu: Ketika Makan Menjadi Penghormatan kepada Kehidupan
Feature

Belajar dari Itadakimasu: Ketika Makan Menjadi Penghormatan kepada Kehidupan

July 2, 2026
Next Post
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bukan Kemenkes, Mestinya Kemhan Gandeng Polri dan Komnas HAM Usut Kematian Lima Peserta Latsarmil Calon Manajer KMP

Bukan Kemenkes, Mestinya Kemhan Gandeng Polri dan Komnas HAM Usut Kematian Lima Peserta Latsarmil Calon Manajer KMP

July 2, 2026
Sarjana Menganggur:  Ijazah Kehilangan Nilai Tukarnya

Sarjana Menganggur: Ijazah Kehilangan Nilai Tukarnya

July 2, 2026
Bertanya, Mencurigai, dan Menduga Ijazah Palsu – Bukan Tindak Pidana

Bertanya, Mencurigai, dan Menduga Ijazah Palsu – Bukan Tindak Pidana

July 2, 2026
Saat Umat Membutuhkan Persatuan: Silatnas Ormas Islam Lahirkan Deklarasi Nasional 2026

Saat Umat Membutuhkan Persatuan: Silatnas Ormas Islam Lahirkan Deklarasi Nasional 2026

July 2, 2026
Belajar dari Itadakimasu: Ketika Makan Menjadi Penghormatan kepada Kehidupan

Belajar dari Itadakimasu: Ketika Makan Menjadi Penghormatan kepada Kehidupan

July 2, 2026

​Ekosistem Fungsi Pengawasan Reversibel dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) ​(Membangun Akuntabilitas, Transparansi, dan Integritas sebagai Mesin Pembangunan Bangsa)

July 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bukan Kemenkes, Mestinya Kemhan Gandeng Polri dan Komnas HAM Usut Kematian Lima Peserta Latsarmil Calon Manajer KMP

Bukan Kemenkes, Mestinya Kemhan Gandeng Polri dan Komnas HAM Usut Kematian Lima Peserta Latsarmil Calon Manajer KMP

July 2, 2026
Sarjana Menganggur:  Ijazah Kehilangan Nilai Tukarnya

Sarjana Menganggur: Ijazah Kehilangan Nilai Tukarnya

July 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...