• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Benteng Aqidah Umat Islam Rubuh Bersama PKS. “Refleksi Partai Islam di Indonesia dan Partai Pro-Agama di Amerika”

Benterg Ideologi Partai Islam Telah Dirubuhkan PKS

Ali Syarief by Ali Syarief
August 9, 2024
in Feature, Politik
0
PKS Tegaskan Belum Ambil Keputusan di Pilgub Sumut

P

Share on FacebookShare on Twitter

Di negara-negara mayoritas Muslim, partai-partai yang mengusung panji-panji keislaman menjadi simbol dan wadah untuk menyalurkan aspirasi religius umat. Partai-partai ini seringkali berdiri sebagai benteng terakhir bagi mereka yang ingin melihat nilai-nilai agama terimplementasi dalam kebijakan publik dan tata kelola negara. Di Indonesia, misalnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikenal sebagai satu-satunya partai yang dianggap tegak lurus dengan prinsip-prinsip aqidah keislaman. Namun, belakangan ini, PKS dinilai mulai “melacurkan” dirinya dengan bekerja sama dan berkoalisi dengan partai-partai yang dianggap sekuler.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendalam: Apakah partai-partai yang mengusung agama sebagai identitas politik mereka benar-benar mampu menjaga kemurnian tujuan mereka, ataukah mereka akhirnya harus tunduk pada pragmatisme politik yang mengikis integritas mereka?

Untuk memahami situasi ini lebih jauh, mari kita bandingkan dengan keadaan di Amerika Serikat, sebuah negara dengan mayoritas penduduk Kristen, di mana partai-partai politik tidak secara eksplisit membawa identitas agama tetapi tetap menarik dukungan dari pemilih yang religius. Di Amerika, Partai Republik sering dianggap sebagai rumah bagi para pemilih yang konservatif secara sosial dan religius. Meskipun tidak secara resmi menjadi partai agama, Partai Republik sering mengusung isu-isu yang sejalan dengan nilai-nilai Kristen, seperti menolak aborsi dan mendukung kebebasan beragama.

Namun, meskipun Partai Republik menarik dukungan dari pemilih yang religius, ia tidak secara eksplisit membawa agenda keagamaan sebagai identitas politik utamanya. Ini berbeda dengan PKS yang secara jelas mengidentifikasi dirinya sebagai partai Islam dengan agenda yang bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan umat Muslim secara langsung.

Perbedaan utama antara situasi di Indonesia dan Amerika Serikat adalah bahwa partai-partai politik di Indonesia, terutama yang berlandaskan agama, diharapkan untuk secara eksplisit memperjuangkan nilai-nilai keislaman dalam kebijakan publik. Di sisi lain, di Amerika Serikat, agama sering kali menjadi faktor pendorong dalam pengambilan keputusan politik, tetapi tidak selalu menjadi agenda utama dalam kampanye politik partai.

Ketika PKS mulai menjalin aliansi dengan partai-partai yang dianggap sekuler, banyak pendukungnya merasa dikhianati. Bagi mereka, PKS seharusnya menjadi benteng terakhir yang mempertahankan nilai-nilai Islam dalam politik, dan tidak boleh tergoda oleh pragmatisme politik. Namun, kenyataan politik seringkali rumit. Dalam sistem demokrasi, partai-partai harus berkoalisi untuk mencapai kekuasaan, dan ini terkadang berarti harus berkompromi dengan prinsip-prinsip yang mereka yakini.

Sebaliknya, Partai Republik di Amerika Serikat, meskipun menarik dukungan dari pemilih yang religius, tidak terlalu tergantung pada identitas agama untuk meraih kekuasaan. Mereka berhasil memposisikan diri sebagai partai konservatif yang mendukung nilai-nilai tradisional tanpa perlu secara eksplisit menyebut agama sebagai identitas politik utama mereka. Ini memungkinkan Partai Republik untuk tetap relevan di kalangan pemilih yang religius, tanpa harus terikat oleh agenda keagamaan yang ketat.

Dalam kesimpulannya, perbandingan ini menunjukkan bahwa partai-partai Islam di negara mayoritas Muslim seperti Indonesia menghadapi tantangan yang lebih besar dalam menjaga integritas religius mereka di tengah tuntutan pragmatisme politik. Sementara di Amerika Serikat, partai-partai yang pro-agama lebih mampu mengakomodasi isu-isu religius dalam kerangka yang lebih luas dan inklusif. Pertanyaan yang tersisa bagi PKS dan partai-partai Islam lainnya adalah: Apakah mereka akan tetap teguh pada prinsip-prinsip agama, ataukah mereka akan terus tergoda oleh kompromi politik yang dapat mengikis kepercayaan umat?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo: PKS Akan Dukung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta 2024

Next Post

PDI-P dan PKB Jajaki Aliansi untuk Pilkada Jakarta 2024

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Feature

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Next Post
PDI-P dan PKB Jajaki Aliansi untuk Pilkada Jakarta 2024

PDI-P dan PKB Jajaki Aliansi untuk Pilkada Jakarta 2024

Pernah Diperiksa KPK, Lokot Nasution Batal Jadi Cawagub Bobby, Apa Kata Demokrat?

Terdakwa Zulfikar Fahmi Ngaku Suap Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Lokot Nasution dalam Kasus DJKA, KPK Siap Periksa Kembali

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist