Saya teringat saat pilpres Obama yg pertama. Gerakan rakyat Amerika secara massive mendukung Obama, simultan terjadi diseluruh, negara bagian. Amerika seperti sedang menemukan sosok Nabi baru. Bahkan Oprah Wimprey, menghentikan siaran livenya, lalu mengajak audiencenya untuk memberikan suaranya pergi ke tps tps.
Eep Syaifulloh Fatah, bercerita hal lain yang memperkuat argument diatas, yaitu bangkitnya the silent majority – untuk medukung Obama.
Situasi pada Pilpres 24 ini, mirip dengan kondisi sosiologis pada saat Obama 1 menang dalam Pilpres. Tag linenya “Change We Can Believe In”. Serupa dengan Anies, “Perubahan”.
Ada beberapa factor penting yang menyebabkan orang suka memilih Obama, yang kemudian menjadi penentu berperan sebagai kesuksesannya. Pemilihan presiden Amerika Serikat 2008 terjadi di tengah kondisi politik dan sosial yang sangat kompleks.
Kehadiran sosok Barack Obama, dihormati karena kharismanya dan keterampilan berbicaranya yang kuat. Dia mampu menginspirasi dan memotivasi banyak orang dengan pidato-pidatonya yang kuat. Dalam konteks kekinian, Anies Baswedan adalah sosok yang di idolakan seperti Obama waktu itu. Kemampuan berkomunikasi yang prima, pemilihan diksi dan semiotika yang cerdas, menyebabkan Anies mendapat julukan yang istimewa dari public. Bahkan dalil Anies sendiri ; “jangan meremehkan kata-kata”.
Berpartner dengan Muhaimin Iskandar – Ketua Umum Partai, aktivis Pesantren dan ormas NU, maka methode dakwahnya, dengan segala keunikannya, menjadi kompetensi yang melekat pada dirinya, yang telah membawa ke jenjang kariernya sampai saat ini.
Pasangan yang Pas.
Slogan kampanye Barak Obama “Change We Can Believe In” menekankan pada pesan perubahan dan harapan. Banyak pemilih Amerika Serikat merasa tertarik dengan janji perubahan setelah masa pemerintahan sebelumnya. Ini slogan Anies banget. Perubahan adalah jawaban mujarab untuk menyelesaikan dan menyembuhkan penyakit parasit korupsi, pelanggaran undang-undang dan konstitusi, penyelewengan anggaran, keterpurukan ekonomi, kolusi dan nepotisme yang dilahirkan oleh kebijakan jorok incumbent Jokowi
Kampanye Obama aktif menggunakan media sosial, terutama Facebook dan Twitter, untuk berkomunikasi dengan pemilih muda dan cara menggalang dukungan. Ini memberikan dampak besar terutama pada generasi millenial. Seiring dengan situasi terkini, Anies malah mulai merambah ke flatform Tik Tok yang lagi ngetren. Sekali Ia membuat live streaming langsung diserbu oleh 300K akun – yang kemudian Anies di nobatkan Tiktok sebagai akun yg paling banyak penontonnya.
TKN Anies juga, tersusun lengkap dan kompak. Mereka datang dari berbagai elemen dalam masyarakat dan beebagai profesi. Dahulu Tim kampanye Obama melibatkan relawan secara aktif dan menggunakan strategi kampanye pintar yang fokus pada pendaftaran pemilih, penggalangan dana, dan menggerakkan basis pendukung.
Obama berhasil memperoleh dukungan dari berbagai kelompok, termasuk pemilih kulit hitam, pemilih muda, dan pemilih independen. Dukungan yang luas dari berbagai lapisan masyarakat membantu memenangkan suara dalam pemilihan. Kini terjadi lagi kepada Pasangan Anies~Muhaimin. Ijtima Ulama, sudah mendeklarasikan dukungan untuk memenangkan AMIN. Kaum Nahdiyin berbondong-bondong ingin mendukung pasangan AMIN, karena merasa berkewajiban memenangkan kadernya, Muhaimin Iskandar. Ormas terbesar kedua, Muhammadiyah, sudah terang-terangan berada bersama AMIN.
Penyebab lain, mengapa dukungan kepada Anies Muhaimin ini tinggi adalah karena “kekelehan masa Jokowi dua periode”. Setelah dua masa pemerintahan Jokowi, banyak pemilih merasa penat atas berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat banyak. Retorika dusta dan inkonsistensi terjadi dalam banyak hal. Anies~Imin mewakili dan menjadi monumen perubahan dari status quo yang ada. Antitesa kepemimpinan Jokowi.
Krisis global yang dikumandangakan oleh Jokowi, jawabannya malah sosok Prabowo (the old soldier) ~ Gibran (Not enough skill and competency). Sejatinya menampilkan sosok kepemimpinan yang kuat yang mampu mengatasi masalah, terutama ekonomi dan penegakan hukum. Anies dengan segala reputasinya dan idea-idea brillian-cermerlangnya adalah orangnya yang paling pas.
Semoga























