• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

fusilat by fusilat
June 12, 2026
in Bencana, Feature
0
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi
Share on FacebookShare on Twitter

Anwar Husen
Pemerhati Masalah Sosial / Dewan Pakar KAHMI Maluku Utara

Satu pelajaran dari apa yang oleh Bahlil Lahadalia disebut sebagai “ilmu di luar buku” adalah bahwa setiap pemandangan di meja makan kaum fakir ternyata belum cukup menghadirkan kepedulian dan empati. Kita masih tetap rakus, masih berlomba mengais keuntungan tanpa rasa.

Momentum itu kembali hadir dalam hitungan hari. Datang pada pergantian waktu, diumumkan menjelang dini hari, di tengah suasana yang serba gelap. Keputusan mendadak tersebut memicu kepanikan sekaligus membuka ruang spekulasi bagi para pelaku pasar, spekulan, pengusaha, bahkan politisi. Semua bereaksi dalam situasi bangsa yang juga sedang menghadapi berbagai ketidakpastian.

Pemerintah mengaku terpaksa mengambil langkah yang tidak populer: menaikkan harga BBM non-subsidi. Sejak 10 Juni 2026, harga Pertamax naik sekitar 32 persen, dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Pada saat yang sama, Pertamax Green 95 naik sekitar 31 persen, dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak mengalami perubahan harga.

Pemerintah menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya pasokan akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga minyak dunia. Namun bagi pengguna Pertamax, yang sebagian besar berasal dari kelompok kelas menengah dengan jumlah sekitar 46 juta orang, lonjakan harga ini tetap terasa berat.

Mengutip Kompas, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menilai kenaikan harga Pertamax hanya akan memberikan dampak terbatas terhadap inflasi. Alasannya, Pertamax umumnya tidak digunakan untuk angkutan barang maupun transportasi umum, sehingga biaya distribusi diperkirakan tidak banyak terpengaruh.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan membengkaknya konsumsi Pertalite akibat mahalnya Pertamax, Purbaya justru menyarankan agar pertanyaan tersebut ditujukan kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Sesungguhnya, publik memahami alasan pemerintah mengambil kebijakan ini. Yang menjadi perhatian bukan semata substansi keputusan, melainkan bagaimana keputusan tersebut dikelola, dikomunikasikan, dan diantisipasi dampaknya.

Pada akhirnya, pemerintah daerah adalah pihak yang akan berhadapan langsung dengan konsekuensi kebijakan tersebut. Suka atau tidak, berbagai dampak sosial dan ekonomi akan dirasakan di daerah. Persoalannya kemudian adalah sejauh mana pemerintah daerah mampu merespons secara cepat dan menjadikan kenaikan BBM sebagai variabel penting dalam menjaga ritme ekonomi daerah agar tetap bertahan di tengah dinamika global yang fluktuatif dan tidak menentu.

Ada satu pelajaran penting yang seharusnya menjadi perhatian. Jangan membiasakan negara, sebagai entitas pelayanan publik, mengambil keputusan yang berdampak luas dengan pendekatan yang kurang terukur. Setiap kebijakan harus dilandasi analisis yang objektif, rasional, dan berkeadilan.

Seharusnya tersedia simulasi yang jelas mengenai dampak kenaikan BBM non-subsidi terhadap harga barang dan tarif transportasi. Simulasi itu penting untuk menghitung dampak langsung maupun tidak langsung, sekaligus menentukan batas kewajaran kenaikan harga yang rasional. Dengan demikian, pelaku usaha tidak memiliki ruang untuk menaikkan harga secara serampangan.

Persoalan ini bukan sekadar angka-angka ekonomi. Ini menyangkut isi perut rakyat dan daya saing ekonomi daerah. Karena itu, variabel-variabel politis seharusnya tidak ikut bermain. Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa urusan kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh diselesaikan dengan kompromi-kompromi yang mengorbankan kepentingan publik.

Dalam setiap gejolak kenaikan harga BBM, asosiasi jasa angkutan selalu tampil paling vokal memperjuangkan kepentingannya. Sebaliknya, tidak pernah terdengar adanya asosiasi pengguna jasa yang memperjuangkan hak konsumen. Akibatnya, masyarakat selalu berada pada posisi yang lemah dan menerima dampak tanpa memiliki ruang tawar yang memadai.

Purbaya boleh saja berpendapat bahwa dampak inflasi dari kenaikan Pertamax akan terbatas. Secara teoritis, argumentasi itu mungkin benar. Namun dalam praktiknya, sebagaimana istilah “ilmu di luar buku”, pasar sering kali bergerak jauh melampaui teori.

Pasar adalah wilayah yang penuh dengan semak belukar. Di sana, spekulan bergerak leluasa. Pedagang eceran ikut menyesuaikan harga. Komoditas yang tidak memiliki hubungan langsung dengan BBM sering kali justru lebih dahulu mengalami kenaikan. Nelayan yang menggunakan BBM bersubsidi mendapati harga hasil tangkapannya sudah melonjak sebelum mereka sempat merasakan dampak kebijakan. Penyedia jasa transportasi yang selama ini menikmati subsidi pun kerap menjadikan kenaikan BBM sebagai alasan menaikkan tarif.

Moda transportasi darat hampir selalu menjadi contoh paling nyata. Kenaikan tarif sering terjadi lebih cepat daripada penjelasan resmi pemerintah. Para politisi pun tidak kalah gesit memanfaatkan situasi untuk mengais keuntungan elektoral. Sementara itu, jargon “operasi pasar” sering kali kalah cepat dibandingkan dengan laju spekulasi. Ia lebih sering menjadi penghias konferensi pers daripada instrumen yang benar-benar efektif mengendalikan harga.

Pada titik inilah teori dan realitas sering berjalan di jalur yang berbeda.

Pada akhirnya, setiap kenaikan harga BBM selalu menyisakan pelajaran kemanusiaan yang belum selesai kita pahami. Ada sesuatu yang hilang dalam cara kita memandang penderitaan sesama. Pemandangan di meja makan kaum fakir ternyata belum cukup menggugah rasa empati.

Kenaikan BBM telah menjadi lahan subur paling legendaris bagi tumbuhnya kerakusan. Hampir setiap kali momentum itu datang, selalu ada pihak yang menjadikannya kesempatan untuk meraup keuntungan berlebih. Dan sampai hari ini, tampaknya belum ada yang mampu menandingi tradisi panjang tersebut.

Kita masih terus berlomba mengais untung tanpa rasa.

Wallahu a’lam bishawab.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

Next Post

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

fusilat

fusilat

Related Posts

Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Feature

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026
Birokrasi

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Next Post
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...