• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

Ali Syarief by Ali Syarief
June 12, 2026
in Birokrasi, Economy, Feature
0
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Kemacetan horor di Pelabuhan Merak. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kali harga BBM naik, alasan yang selalu dikemukakan adalah “mengikuti harga pasar dunia”. Kalimat ini terdengar logis, modern, dan ekonomis. Namun jika dicermati lebih dalam, ia menyimpan pertanyaan yang sangat mendasar: jika seluruh harga kebutuhan strategis harus tunduk kepada mekanisme pasar, lalu untuk apa negara hadir? Untuk apa rakyat membayar pajak? Dan untuk apa pemerintah dibentuk?

Pemerintah sejatinya bukanlah penonton yang hanya mencatat pergerakan harga minyak dunia lalu meneruskannya kepada rakyat. Pemerintah dibentuk untuk mengelola sumber daya, mengatur kebijakan, dan melindungi masyarakat dari gejolak yang dapat merusak kehidupan ekonomi mereka. Jika harga BBM sepenuhnya mengikuti pasar, maka pemerintah telah menyerahkan salah satu instrumen terpenting pertumbuhan ekonomi kepada mekanisme yang tidak dapat dikendalikan.

Padahal harga energi adalah urat nadi perekonomian. Ketika BBM naik, biaya produksi naik. Ongkos transportasi naik. Harga bahan pokok naik. Daya beli rakyat turun. Investasi melambat. Pertumbuhan ekonomi melemah. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah semestinya menggunakan berbagai instrumen yang dimilikinya untuk menjaga stabilitas, bukan sekadar menjadi juru bicara pasar.

Lebih ironis lagi ketika perusahaan-perusahaan milik negara justru berlomba mencari keuntungan sebesar-besarnya dari rakyat yang menjadi pemilik sesungguhnya perusahaan tersebut. BUMN didirikan bukan oleh modal asing, bukan pula oleh kelompok konglomerat. Modal awal BUMN berasal dari kekayaan negara yang dikumpulkan dari pajak dan sumber daya milik rakyat.

Karena itu, ketika BUMN menjadikan rakyat sebagai objek eksploitasi keuntungan semata, sesungguhnya telah terjadi pembalikan fungsi yang sangat mendasar. BUMN bukan lagi alat negara untuk melayani masyarakat, melainkan berubah menjadi korporasi yang memperlakukan rakyat layaknya pasar yang harus diperah demi laba.

Keuntungan memang penting. Tidak ada yang menginginkan BUMN merugi. Namun keuntungan dalam BUMN seharusnya menjadi konsekuensi dari pelayanan yang baik, bukan tujuan utama yang mengorbankan kepentingan publik. Ketika orientasi laba mengalahkan fungsi pelayanan, maka BUMN telah menjauh dari cita-cita pendiriannya.

Hal yang sama terjadi pada sektor transportasi yang dikuasai negara. Jalan tol, kereta api, pelabuhan, kapal laut, hingga bandar udara pada hakikatnya merupakan infrastruktur publik. Fungsi awalnya adalah menghubungkan wilayah, mempercepat mobilitas barang dan manusia, menurunkan biaya logistik, serta membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Namun ketika seluruh infrastruktur tersebut diperlakukan semata-mata sebagai mesin pencetak keuntungan, maka negara telah kehilangan pemahaman tentang tujuan pembangunannya sendiri. Jalan tol tidak dibangun untuk menguntungkan operator. Pelabuhan tidak dibangun untuk membebani pedagang. Kereta api tidak disediakan untuk memaksimalkan laba. Semua itu dibangun untuk menciptakan efisiensi ekonomi nasional.

Negara-negara maju memahami prinsip ini dengan baik. Mereka tidak selalu menghitung untung-rugi proyek publik secara sempit. Mereka menghitung manfaat ekonomi yang lebih besar: meningkatnya produktivitas, terbukanya lapangan kerja, tumbuhnya kawasan baru, dan naiknya kesejahteraan masyarakat.

Sebuah pelabuhan yang murah mungkin tidak menghasilkan laba besar bagi operatornya, tetapi dapat menciptakan ribuan usaha baru. Sebuah kereta api yang terjangkau mungkin tidak menghasilkan margin tinggi, tetapi mampu menggerakkan ekonomi daerah yang selama ini tertinggal. Inilah keuntungan sejati yang seharusnya dihitung oleh negara.

Masalah terbesar muncul ketika pemerintah mulai berpikir seperti pedagang, BUMN berpikir seperti korporasi swasta, dan infrastruktur publik diperlakukan sebagai komoditas. Pada saat itulah rakyat kehilangan pelindungnya. Negara yang semestinya menjadi alat perjuangan kesejahteraan bersama berubah menjadi institusi yang sibuk mengejar neraca keuntungan.

Pertanyaannya sederhana: jika harga BBM harus mengikuti pasar, jika BUMN harus mencari untung sebesar-besarnya dari rakyat, dan jika seluruh layanan publik harus dikomersialkan, lalu apa bedanya negara dengan perusahaan swasta raksasa?

Negara dibentuk bukan untuk berdagang dengan rakyatnya sendiri. Negara dibentuk untuk menciptakan keadilan, kemakmuran, dan perlindungan bagi seluruh warga negara. Ketika fungsi itu hilang, yang tersisa hanyalah hubungan antara penjual dan pembeli. Dan dalam hubungan seperti itu, rakyat tidak lagi diperlakukan sebagai pemilik negara, melainkan sekadar pelanggan yang harus membayar semakin mahal untuk setiap layanan yang mereka terima.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

Next Post

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi
Bencana

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026
Feature

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026
Birokrasi

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Next Post
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...