• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Politik

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

Ali Syarief by Ali Syarief
June 12, 2026
in Politik, Tokoh/Figur
0
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Share on FacebookShare on Twitter

“Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts.” — Winston Churchill

Kegagalan bukanlah aib. Banyak pemimpin besar dunia pernah gagal sebelum mencapai puncak kekuasaan. Namun, kegagalan menjadi persoalan serius ketika seseorang gagal berulang kali, memperoleh kesempatan terbesar dalam hidupnya, lalu kembali gagal saat memegang kekuasaan tertinggi.

Kisah politik Prabowo Subianto dapat dibaca dalam bingkai tersebut.

Ia pernah gagal menjadi calon wakil presiden pada era reformasi. Setelah itu, ia dua kali maju sebagai calon presiden pada 2014 dan 2019, dan dua kali pula dikalahkan rakyat di kotak suara. Pada 2024, takdir politik akhirnya berpihak kepadanya. Dengan dukungan penuh penguasa sebelumnya, sumber daya negara yang masif, serta koalisi politik raksasa, ia berhasil menduduki kursi Presiden Republik Indonesia.

Tetapi justru di sinilah ironi terbesar itu muncul.

Ketika kesempatan yang selama puluhan tahun dikejar akhirnya berada di tangannya, berbagai persoalan mendasar bangsa tetap tak menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang berarti. Pertumbuhan ekonomi berjalan biasa-biasa saja. Lapangan pekerjaan berkualitas masih sulit diperoleh. Daya beli masyarakat melemah. Harga kebutuhan pokok menjadi keluhan harian. Korupsi masih menjadi penyakit kronis yang belum menemukan obatnya.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah munculnya kesan bahwa pemerintahan baru hanya menjadi kelanjutan dari pemerintahan lama. Banyak rakyat yang mengharapkan perubahan justru melihat kesinambungan masalah yang diwariskan tanpa keberanian melakukan koreksi mendasar.

Sejarah menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak dinilai dari seberapa lama ia mengejar jabatan, melainkan dari apa yang berhasil ia lakukan setelah memperoleh jabatan tersebut.

Di sinilah perbandingan dengan sejumlah pemimpin Afrika menjadi menarik.

Selama bertahun-tahun, Afrika sering dipandang dunia sebagai benua yang tertinggal. Namun beberapa negara berhasil melahirkan pemimpin yang mampu mengubah nasib bangsanya secara nyata.

Lihatlah Paul Kagame di Rwanda. Negara itu keluar dari tragedi genosida yang menghancurkan hampir seluruh sendi kehidupan. Namun dalam beberapa dekade, Rwanda berhasil membangun stabilitas politik, memperbaiki tata kelola pemerintahan, menekan korupsi, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang konsisten.

Atau Seretse Khama yang meletakkan fondasi pembangunan Botswana. Ketika merdeka, Botswana termasuk negara termiskin di dunia. Kini negara itu sering dijadikan contoh keberhasilan pengelolaan sumber daya alam dan tata kelola pemerintahan yang relatif bersih di Afrika.

Bahkan Ellen Johnson Sirleaf berhasil membawa Liberia keluar dari perang saudara yang berkepanjangan dan mengembalikan kepercayaan dunia terhadap negaranya.

Mereka memimpin negara-negara yang jauh lebih miskin daripada Indonesia. Infrastruktur mereka jauh lebih terbatas. Modal pembangunan mereka jauh lebih kecil. Namun mereka mampu menghasilkan perubahan yang dapat diukur dan dirasakan rakyatnya.

Sebaliknya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, populasi produktif yang besar, wilayah strategis, serta anggaran negara yang terus meningkat setiap tahun. Dengan modal sebesar itu, alasan kegagalan semakin sulit dicari pembenarannya.

Ada sebuah kutipan terkenal dari Albert Einstein yang sering digunakan untuk menggambarkan kegagalan kepemimpinan:

“Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.”

Jika pola kebijakan yang sama terus dipertahankan, jika lingkaran kekuasaan yang sama terus dipelihara, dan jika keberanian untuk melakukan koreksi tidak pernah muncul, maka hasil yang diperoleh pun tidak akan berbeda.

Pada akhirnya rakyat tidak akan mengingat berapa kali seseorang kalah dalam pemilihan umum. Rakyat juga tidak terlalu peduli berapa lama seseorang bercita-cita menjadi presiden.

Yang akan diingat sejarah adalah satu pertanyaan sederhana:

Apa yang berhasil dilakukan ketika kekuasaan itu akhirnya berada di tangan?

Dan apabila setelah gagal menjadi calon wakil presiden, gagal dua kali menjadi presiden, lalu ketika berhasil menjadi presiden pun masih gagal menghadirkan perubahan yang dijanjikan, maka sejarah mungkin akan mencatatnya sebagai sebuah paradoks politik yang langka: seseorang yang begitu lama mengejar kekuasaan, tetapi tidak mampu mengubah keadaan ketika kekuasaan itu akhirnya berhasil diraih.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

Next Post

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?
Feature

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Next Post
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...