• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Berharap pada Kepemimpinan Kaum Muda

fusilat by fusilat
December 1, 2022
in Feature
0
Berharap pada Kepemimpinan Kaum Muda

Benni Inayatullah (Foto: dok. pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Benni Inayatullah

Jakarta – Kemudaan selalu diidentikkan dengan hal-hal baru atau mendobrak tradisi. Hal itu pulalah yang dipertunjukkan oleh Emmanuel Macron di sela-sela perhelatan KTT G20 di Bali. Macron berjalan kaki menelusuri jalan kecil di dekat venue KTT sambil menyapa masyarakat Bali dengan ramah. Jelas ini bukan pencitraan karena tidak ada kepentingan politik Macron di Indonesia dan Bali. Tindakan Macron ini lebih sebagai ekspresi alami dari seorang pemimpin muda yang menganggap bahwa pemimpin yang berjarak dengan masyarakat adalah masa lalu yang tidak perlu lagi ada di masa kini.

Bagi peminat politik internasional tentu tidak ada yang tidak kenal dengan Macron. Ia terpilih menjadi Presiden Prancis pada pada pemilihan umum tahun 2017 saat umurnya baru 39 tahun. Sebuah umur yang sangat muda untuk memimpin sebuah negara maju seperti Prancis. Karier politiknya bahkan dimulai lebih awal daripada itu. Pada 2012 ia menjadi sekretaris jenderal Partai Sosialis, kemudian menjadi Menteri Ekonomi pada 2014.

Semasa menjadi menteri ia menelorkan Macron’s Law yang membuatnya terkenal. Ia memangkas 200 aturan lebih yang menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi Prancis. Ketenarannya inilah yang kemudian menjadikannya terpilih sebagai presiden termuda sepanjang sejarah Prancis. Namun Macron tidak hanya mengandalkan kemudaan saja dalam memimpin Prancis. Di bawah kepemimpinan Marcon angka pengangguran turun hingga ke level terendah dalam 10 tahun terakhir.

Kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu prestasi yang ditorehkannya selama memimpin. Termasuk memperluas jaringan pengaman sosial. Selama pandemi Covid-19 Marcon bahkan berhasil mengendalikan harga energi dan menekan laju inflasi terendah dibanding negara Eropa lainnya. Keberhasilan Macron selama 5 tahun membuat ia akhirnya terpilih kembali menjadi presiden periode kedua pada pemilu April 2022.
Kepemimpinan Milenial di Indonesia

Macron berhasil menjadi contoh bagi dunia bagaimana usia muda bukanlah menjadi halangan untuk menjadi pemimpin. Kemudaan tidak hanya jadi penanda umur semata, namun juga sebagai penanda adanya inovasi, ketegasan, dan kreativitas. Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia sendiri kepemimpinan milenial sudah lama didengungkan dalam jargon-jargon politik. Hal ini tidak lepas dari perubahan struktur kependudukan yang menuju kepada ledakan usia produktif umur 15 – 64 tahun yang akan mencapai puncaknya pada 2030.

Dalam rentang waktu 15 tahun (2020 – 2035) penduduk Indonesia yang usia produktif (15 – 64 tahun) jumlahnya akan terus meningkat dan diperkirakan mencapai 67,9% dari total jumlah penduduk. Kondisi ini akan berimbas pada jumlah pemilih muda pada pemilu yang akan datang. Pada Pemilu 2019 saja jumlah pemilih muda yang berusia 16 – 30 tahun tercatat lebih kurang 100 juta orang. Jumlah ini diprediksi akan bertambah dua kali lipat saat Pilpres 2024.

Partai politik mana pun akan melihat bonus demografi ini sebagai peluang sekaligus tantangan. Itulah sebabnya partai politik berlomba-lomba memiliki sayap organisasi yang khusus menyasar pemilih pemula. Jargon-jargon pemimpin muda dijual sebagai daya tarik untuk rekrutmen politik.

Namun, sejauh ini kepemimpinan kaum muda berhenti hanya sebatas jargon. Tongkat kepemimpinan bangsa saat ini masih dipegang oleh kaum tua. Mulai dari kepemimpinan partai politik, anggota legislatif, hingga eksekutif didominasi oleh kaum tua. Kaum muda hanya dilibatkan dalam tataran seremonial belaka. Kaum muda hanya menjadi komoditas politik yang selalu diiming-imingi warisan estafet kepemimpinan, namun hakikatnya hanya dijadikan pendulang suara semata.

Berdasar data Formappi, usia anggota DPR terpilih hasil Pemilu 2019 tetap didominasi oleh anggota yang berumur 41 hingga 60 tahun dengan jumlah 284 orang (66,78 persen). Kemudian disusul anggota yang berumur lebih dari 61 tahun 96 orang (16,70 persen), dan anggota berumur antara 21 hingga 40 tahun sebanyak 95 orang (16,52 persen). Kondisi itu memperlihatkan bahwa sistem politik kita memang belum memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk duduk sebagai policy maker.

Sistem politik kita belum legawa untuk memberikan ruang bagi kaum muda menduduki jabatan strategis yang menghendaki inovasi dan nilai-nilai kreativitas demi menghadapi permasalahan bangsa kita yang kian kompleks dan menantang. Namun kita juga harus mengakui, kelemahan kaum muda yang terlihat sejak era Reformasi adalah ketidakmampuan melawan sistem lama yang korup.

Kita bisa melihat bagaimana akhir karier politik Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, Nazarudin, Zumi Zola, dan sederet pemimpin muda lainnya yang kalah melawan sistem yang korup. Namun kondisi ini hendaknya tidak mematahkan semangat bahwa kaum muda bisa menjadi politisi baik dan mampu mendobrak tradisi.

Yang dibutuhkan oleh kaum muda selain akses menuju kekuasaan adalah kelompok sipil yang bersedia menjadi support system bagi kaum muda tersebut. Kelompok sipil yang mau memberikan bekal idealisme sekaligus kemampuan dalam menghadapi realitas politik. Generasi muda yang dipersiapkan dengan sebaik mungkin melalui sekolah-sekolah politik yang dilakukan oleh kelompok sipil terutama oleh partai politik itu sendiri.

Di sini peran tokoh politikus senior tetap diperlukan. Tokoh senior tidak perlu merasa kehilangan panggung karena mereka akan mengisi ruang tokoh yang bisa menjadi mentor untuk menyiapkan kepemimpinan bangsa. Inilah jalan bagi tokoh senior untuk naik tingkat dari politisi kemudian menjadi guru bangsa.

Dengan adanya gerakan kelompok sipil ini kita bisa berharap kaum muda ke depannya tidak lagi hanya dijadikan tambang suara belaka, melainkan mampu menjadi penyambung aspirasi yang bermuatan nilai-nilai kreatif dan kejujuran untuk bisa mengubah Indonesia menjadi jauh lebih baik. Sehingga kemudaan bukan lagi sekedar tampilan, melainkan juga berarti kaya dengan berbagai terobosan.

Dengan menyiapkan kader-kader terbaik, kaum muda tidak hanya menunggu giliran namun dapat segera serta mengisi ruang-ruang politik dengan segala kreativitas dan inovasinya. Seperti Macron di Prancis, kaum muda tidak lagi sekedar menjadi penumpang dalam gerbong kebangsaan namun dapat menjadi lokomotif perubahan itu sendiri.

Benni Inayatullah Direktur Eksekutif Perhimpunan Semangat Muda untuk Indonesia

Dikutip detik.com, Rabu 30 November 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bolehkah Presiden Dukung Kandidat Capres?

Next Post

REUNI MUJAHID 212 / 2022 MUNAJAT AKBAR NKRI, HIJRAH KE MASJID ATIN TMII

fusilat

fusilat

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
REUNI MUJAHID 212 / 2022 MUNAJAT AKBAR NKRI, HIJRAH KE MASJID ATIN TMII

REUNI MUJAHID 212 / 2022 MUNAJAT AKBAR NKRI, HIJRAH KE MASJID ATIN TMII

Dampak “Anies Effect” Mulai Terasa Dikandang PDIP

NasDem Ungkap Safari Anies Baswedan Banyak Dihambat: Izin Dicabut Tanpa Alasan Jelas, Kok Bisa?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist