• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Berpolitik – Membeli Kuasa, Menjual Amanah

Ali Syarief by Ali Syarief
May 26, 2025
in Feature, Politik
0
Puan Perempuan Pertama Warga Kehormatan Marinir, Kok Bisa?
Share on FacebookShare on Twitter

Mahalnya ongkos politik di negeri ini sudah seperti rahasia umum yang dijaga tanpa niat untuk dibongkar. Semua tahu, tapi sedikit yang mau bicara lantang. Bahkan menjadi caleg DPR RI saja, menurut banyak pengakuan dari pelaku politik itu sendiri, bisa menelan biaya di atas Rp15 miliar per orang. Itu belum termasuk tarif tak resmi untuk menjadi bupati, wali kota, atau gubernur—yang kerap kali melibatkan transaksi politik di balik layar. Dalam sistem demokrasi yang mengagungkan suara rakyat, biaya yang harus dibayar justru sangat elit.

Kondisi ini bukan sekadar problem logistik pemilu. Ini adalah pintu gerbang menuju konspirasi sistemik yang lazim bernama korupsi. Ketika tiket masuk ke panggung kekuasaan sudah semahal itu, maka begitu duduk, para politisi dituntut untuk “mengembalikan investasi.” Logikanya mirip bisnis. Politik bukan lagi soal pelayanan publik, tapi soal return of investment.

Korupsi, gratifikasi, pengaturan proyek, mark up anggaran, jual-beli jabatan, hingga “pajak tak resmi” dari pengusaha lokal menjadi semacam konsekuensi tak tertulis dari sistem politik yang mahal ini. Negara tak hanya rugi uang—dari proyek mangkrak dan anggaran bocor—tetapi juga integritas, kepercayaan publik, dan keadilan sosial. Dalam jangka panjang, ini menjadikan demokrasi sebagai panggung ilusi: rakyat memilih, tapi kekuasaan dimiliki oleh para pemodal dan makelar suara.

Dalam kondisi ini, usulan pemberian dana besar untuk partai politik dari APBN seolah menjadi pilihan logis. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, adalah salah satu yang paling vokal. Menurutnya, sumber utama korupsi politik adalah mahalnya biaya mencapai jabatan publik. Maka, solusinya: subsidi politik oleh negara. Partai diberikan dana besar agar tidak lagi tergoda mencari pembiayaan dari sumber ilegal atau transaksional.

Namun, seperti biasa, jalan menuju perbaikan tidak pernah lurus. Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyuarakan kehati-hatian. Ia meminta agar usulan kenaikan dana parpol jangan sampai membebani keuangan negara. Pesan Puan jelas: niat baik tak cukup, perlu hitung-hitungan realistis. “Kita harus melihat ke depannya apakah kemudian anggaran APBN-nya mencukupi,” kata Puan. Ini adalah posisi yang wajar dalam sistem politik yang tengah berjuang antara idealisme dan pragmatisme.

Masalahnya bukan hanya soal anggaran, tapi soal kepercayaan. Di mata publik, partai politik selama ini lebih sering tampil sebagai pelaku kekuasaan ketimbang pendidik demokrasi. Akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana partai masih jauh dari harapan. Ketika usulan kenaikan dana parpol digulirkan, suara skeptis pun muncul: apakah uang besar itu akan menyehatkan sistem, atau justru memperlebar celah penyelewengan?

UU Nomor 2 Tahun 2008 dan revisinya tahun 2011 sebenarnya sudah mengatur bantuan keuangan untuk parpol. Tapi besarannya masih jauh dari memadai. Dan ironisnya, selama ini tak pernah ada mekanisme yang sungguh-sungguh mengawasi penggunaan dana tersebut. Di titik inilah, gagasan tentang pembiayaan politik oleh negara bisa menjadi solusi—jika dan hanya jika disertai reformasi kelembagaan partai yang serius: audit terbuka, pelaporan berkala, sanksi bagi penyimpangan, dan penguatan pendidikan politik.

Sebab demokrasi sejatinya bukan hanya soal memilih pemimpin, tapi juga memastikan bahwa partai sebagai “kendaraan politik” benar-benar melayani rakyat, bukan melayani segelintir pemodal. Jika tidak, subsidi politik hanya akan menjadi bensin baru bagi kendaraan tua yang rusak total: boros, berisik, dan rawan tabrakan.

Karena itu, pertanyaannya bukan lagi “perlu atau tidak” memperbesar dana parpol. Tapi: apakah kita siap membangun sistem politik yang transparan, bertanggung jawab, dan berpihak pada publik? Tanpa itu, negara hanya akan membayar lebih mahal untuk kerusakan yang sama.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DPR Membisu: Diam Adalah Emas, Tapi Bukan untuk Penegakan Hukum!

Next Post

Nasir Djamil Desak Penyelesaian Restorative Justice untuk 15 Mahasiswa Trisakti yang Jadi Tersangka Demo Ricuh

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Nasir Djamil Desak Penyelesaian Restorative Justice untuk 15 Mahasiswa Trisakti yang Jadi Tersangka Demo Ricuh

Nasir Djamil Desak Penyelesaian Restorative Justice untuk 15 Mahasiswa Trisakti yang Jadi Tersangka Demo Ricuh

REBUTAN GABAH

Gabah Any Quality, Risiko Nyata: Saatnya Petani Diedukasi demi Kualitas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...