“Itu (perubahan arah koalisi) takdir yang akan menentukan,” kata Cak Imin
Jakarta-Fusilatnews.–Urusan pencawapresan yang berlarut – larut dan berputar-putar di sekitaran wacana yang tak jelas ujung pangkalnya, sementara waktu berjalan mendekati tenggat pendaftaran kandidat Presiden dan wakil Presiden dalam kontestasi Presiden tahun 2024 mendatang
Membuat cak Imin yang berambisi jadi bacawapres pasangan prabowo semakin frustasi dan berupaya mencari peluang ditempat lain di luar Koalisi KKIR. Mendorong semakin menguatnya komunikasi antara PDIP dan PKB yang mengarah pada potensi berpalingnya PKB dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar tak menepis kemungkinan arah koalisi partainya akan berubah.
Koalisi PKB bersama Partai Gerindra lewat Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) sejak tahun lalu terancam bubar karena Prabowo oleh PKB dianggap suka berjalan sendiri mengabaikan mitra koalisinya PKB.
“Itu (perubahan arah koalisi) takdir yang akan menentukan,” kata Muhaimin setelah acara syukuran hari lahir (harlah) ke-25 PKB, Ahad (23/7) sore, di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah.
Pernyataan itu kemudian disahut oleh Ketua Bidang Politik DPP PDI-P Puan Maharani yang berdiri di sisi Muhaimin. Nah, ini sinyal juga,” seloroh Puan.
Dalam kesempatan yang sama, Puan juga mengungkapkan kepada wartawan bahwa nama Muhaimin sudah masuk ke dalam bursa bakal calon wakil presiden Ganjar Pranowo.
Ganjar sebelumnya sudah diumumkan secara resmi sebagai bakal capres PDI-P pada 21 April 2023.
Selain Muhaimin, kata Puan, Sandiaga Uno, Erick Thohir, Andika Perkasa, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga masuk dalam bursa yang sama.
Sedangkan Muhaimin yang berada disamping Puan tidak menanggapi nominasi dari Puan.
Nanti, nanti,” ujar Muhaimin yang mengakui dirinya bertemu dengan Ganjar pada pagi tadi di Hotel Alila, Solo, sebelum acara syukuran harlah dimulai.





















