Pada suatu sore, Bersama seorang sahabat, menemui salah seorang Pengusaha sohor dan termasuk yang Kaya Raya di Bandung. Ia kebetulan sedang ngopi, di veranda Hotel Savoy Homann. Seperti biasa, basi-basi sudah lama tidak bertemu, mengawali percakapan kita.
Sedang ngerjain apa? Tanya Pak Pengusaha, sebut saja dia “Pak Pahie”. Rutin saja Bang, kalau nggak ngajar, ya nulis, jawabku. Mending ente cari duit yang banyak. Lalu beli tuh kursi DPR. 5 tahun di Pensiun setara dengan Dirjen, esselon satu, begitu ujug-ujug menasehatiku. Mungkin beliau, memprediksi jadi seorang penulis atau pengajar, tidak akan pernah kaya.
Dipikir-pikir, bener juga tuh advis jalan pintas menuju ke Senayan. Bila melalui jalur PNS, baru setelah 30 tahun, dipensiun hanya sampai maksimal pada golangan IV/a atau IV/b. Jadi anggota DPR, kerja 5 tahun, penisun setara dengan Gol IV/e.
Memang cara berfikir pengusaha pada umumnya, selalu lekat dengan hitung-hitungan untung-rugi. Idealismenya profit oriented.
Pak Pahie itu, sepanjang yang saya tahu, ada diberbagai ormas, terutama yang berkaitan dengan bisnis, dan duduk dalam posisi yang terpenting. Termasuk kemudian ia terpilih sebagai Bendahara Umum Partai politik terbesar di tanah air, yang mengantarkannya kemudian menjadi Anggota DPR RI.
Saat pelantikan anggota DPR RI itu, saya teringat kepada fatwa cerdasnya yang ia sampaikan itu. Aku tersenyum.
Tetapi tidak lama setelah itu, saya terkejut. Membaca, nama Pahie, ada dalam jajaran kabinet. Ia seorang Minsiter. Para periode berikutnya, malah menjadi Menko.
Aku masih percaya, haqul yakin, bahwa saat inipun uang adalah bagian dari segalanya, dalam meniti berbagai karir apapun, dilembaga profesi apalagi politik. No money no party, istilahnya. Idealisme sudah out out date. Money can do anything.
Isitilah “beli” dari Pahie itu, kini keluar diksi baru, yang lebih halus, yaitu dengan istilah “mahar”, kata lain dari “ongkos politik”.
Walaupun mahar atau ongkos politik itu jauh lebih mahal dari masa Pahie dulu, tetapi animo untuk menjadi pejabat politik itu, besar sekali. Terlihat dari ratusan Parpol Baru, menjamur. Bisa di fahami. Bila dulu ingin jadi kaya itu, harus menjadi Pengusaha, saat ini justru lebih mudah menjadi Pejabat Publik ex-politik. Penghasilannya, ratusan kali lipat dari Pejabat karir, yang telah mengabdi puluhan tahun.
Seperti yang sempat viral, seorang KD, bisa berpenghasilan hampir 1 M dalam sebulan, sebagai anggota DPR RI.

























