• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Catat, Ini Daftar Negara Dapat Suntikan Dana IMF Jelang Ancaman Resesi 2023, Apa Saja?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 12, 2022
in News
0
Catat, Ini Daftar Negara Dapat Suntikan Dana IMF Jelang Ancaman Resesi 2023, Apa Saja?

sejumlah negara mendapatkan pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) demi memulihkan ekonomi mereka. (AFP/STEFANI REYNOLDS)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews.com – Kondisi ekonomi global sedang gonjang-ganjing setelah perang Rusia-Ukraina yang membuat harga pangan dan energi melonjak. Hal itu pun berimbas pada inflasi di beberapa negara. Untuk meredam inflasi, sejumlah bank sentral pun mengerek suku bunga acuan. Namun di sisi lain, hal ini memperlambat pertumbuhan ekonomi dan banyak ekspansi perusahaan tertunda.

Selain itu, permintaan pun melemah dan resesi global menghantui pada 2023. Hal ini membuat sejumlah negara mendapatkan pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) demi memulihkan ekonomi mereka.

Berikut daftar negara yang mendapat pinjaman dari IMF pada 2022, dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (12/11/2022):

1.    Bangladesh

IMF sepakat memberikan paket kepada Bangladesh senilai US$4,5 miliar atau setara Rp70,57 triliun (asumsi kurs Rp15.682 per dolar). “(Delegasi IMF dan perwakilan pemerintah Bangladesh) mencapai kesepakatan tingkat staf untuk mendukung kebijakan ekonomi Bangladesh,” ungkap IMF seperti dikutip dari AFP, Rabu (9/11).

Paket bantuan itu bertujuan untuk memulihkan stabilitas makro ekonomi dan melindungi masyarakat yang rentan. Upaya tersebut juga dilakukan seiring dengan mempromosikan perubahan struktural untuk mendukung pertumbuhan inklusif dan hijau.

Menurut IMF, bantuan itu akan memperluas ruang fiskal untuk membiayai prioritas iklim yang diidentifikasi dalam rencana pihak berwenang. “Termasuk dengan mengkatalisasi pembiayaan lain, dan mengurangi tekanan eksternal dari investasi iklim yang intensif impor,” tambah IMF.

Ekonomi Bangladesh terpukul oleh kenaikan harga pangan dan energi yang tajam imbas perang Rusia-Ukraina. Negara Asia Selatan itu telah mendekati IMF sejak awal tahun ini untuk mendapatkan dukungan.

Bangladesh mengalami pemadaman listrik dalam beberapa bulan terakhir, kadang-kadang hingga 13 jam sehari. Hal itu terjadi karena kelangkaan bahan bakar.

2. Sri Lanka
IMF memberikan persetujuan sementara atas pinjaman US$2,9 miliar atau setara Rp42,63 triliun (asumsi kurs Rp14.700 per dolar AS) kepada Sri Lanka.

“Kesepakatan tingkat staf hanyalah perjalanan awal dari jalan panjang bagi Sri Lanka,” kata pejabat senior IMF Peter Breuer dikutip dari Reuters, Kamis (1/9).

Mereka mengatakan keberhasilan Sri Lanka untuk mengatasi masalah ekonomi di negaranya dengan dana pinjaman ini bergantung dari cara pemerintah baru mengelola utang tersebut. “Pihak berwenang telah memulai proses reformasi dan harus dilanjutkan dengan tekad,” imbuhnya.

Dalam pemberian pinjaman ini, IMF memberikan syarat kepada Sri Lanka, yaitu harus mendapatkan jaminan pembiayaan dari negara kreditur atas utang-utang mereka sebelumnya. “Pembebasan utang dari kreditur Sri Lanka dan pembiayaan tambahan dari mitra multilateral akan diperlukan untuk membantu memastikan keberlanjutan utang dan menutup kesenjangan pembiayaan,” kata IMF.


Pinjaman atau dana talangan yang diberikan IMF ini berlaku selama 48 bulan atau 4 tahun. Sehingga, dalam periode tersebut diharapkan Sri Lanka bisa meningkatkan pendapatan dengan memperluas basis pajak untuk mendukung konsolidasi fiskal.

2.    Pakistan

Menteri Keuangan Pakistan Miftah Ismail mengatakan Dewan IMF menyetujui suntikan dana sebesar US$1,17 miliar untuk program bailout negara tersebut.

Ia juga mengatakan IMF telah setuju untuk memperpanjang program satu tahun dan menambah dana US$1 miliar.

Dana tersebut akan menyelamatkan Pakistan yang tengah dilanda berbagai masalah, seperti banjir, cadangan devisa yang jatuh ke tingkat yang hanya mencakup satu bulan ekspor, melebarnya defisit neraca berjalan hingga lonjakan inflasi.

“Dewan IMF telah menyetujui kebangkitan program Extended Fund Facility (EEF) kami. Kami sekarang harus mendapatkan tahap 7 dan 8 sebesar US$ 1,17 miliar,” kata Ismail di Twitter, mengutip CNA, Selasa (30/8).

Kendati, perwakilan residen IMF di Islamabad tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Program Extended Fund Facility Pakistan selama 36 bulan senilai US$6 miliar yang dimulai pada 2019, telah terhenti sejak awal tahun ini karena negara itu berjuang untuk memenuhi target yang ditetapkan oleh pemberi pinjaman.

4. Chile
IMF menyetujui pemberian pinjaman dengan batas kredit lunak (FCL) sekitar US$ 18,5 miliar atau setara Rp 274,15 triliun ke Chili pada Akhir Agustus lalu.

Pinjaman itu akan digunakan untuk memberikan fleksibilitas lebih besar kepada penambang tembaga guna menghadapi risiko guncangan harga komoditas hingga pengetatan keuangan.

FCL akan menambah cadangan keuangan Chile untuk sementara dan memberikan asuransi substansial terhadap berbagai risiko.

Beberapa di antaranya termasuk dari kemungkinan perlambatan ekonomi global, guncangan harga komoditas, dampak dari perang Rusia-Ukraina, atau pengetatan tajam kondisi keuangan global.

Chile memenuhi syarat untuk FCL karena fundamental ekonomi dan kerangka kerja kebijakan kelembagaannya dinilai sangat kuat.

Selain itu, rekam jejak yang berkelanjutan dalam menerapkan kebijakan juga cukup kuat. Tidak hanya itu, komitmen berkelanjutan pihak berwenang untuk mempertahankan kebijakan pun cukup baik. (F-2)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Catat, Ini Profil 3 Provinsi Baru: Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan

Next Post

Daftar 73 Obat Sirup Dilarang Beredar BPOM, Apa Saja?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026
daerah

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
Pertamax Bakal Naik Jadi Rp16.000 per Liter? Ini Penjelasan Pertamina
Layanan Publik

Daftar Lengkap Harga BBM se-Indonesia per 18 April 2026!

April 19, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru
Layanan Publik

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Next Post
Ini Daftar 69 Obat yang Ditarik BPOM karena EG Lewati Ambang Batas

Daftar 73 Obat Sirup Dilarang Beredar BPOM, Apa Saja?

Kapolda Maluku Utara (Tak Cukup) Minta Maaf Soal Anak Petani Gugur Jadi Polwan

Kapolda Maluku Utara (Tak Cukup) Minta Maaf Soal Anak Petani Gugur Jadi Polwan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist