• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Catatan Debat Cawapres: Infrastruktur Sosial dan Stunting

fusilat by fusilat
January 2, 2024
in Feature
0
Polemik Manfaat Hilirisasi Nikel: Manipulatif untuk Pencitraan?
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh : Anthony Budiawan | Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)
PERTANYAAN ditujukan kepada Gibran, tentang Infrastruktur. “Dalam lima tahun, biaya infrastruktur proyek strategis nasional (PSN) dari APBN mencapai Rp2.385 triliun. Untuk infrastruktur sosial seperti sanitasi dan air bersih masih memprihatinkan. Pertanyaannya, bagaimana strategi paslon untuk memastikan penyediaan infrastruktur sosial, seperti sanitasi dan air bersih, tanpa membebani keuangan daerah.”

Seperti pertanyaan sebelumnya, pertanyaan ini juga memprihatinkan. Panelis bertanya, bagaimana menyediakan infrastruktur sosial, seperti sanitasi dan air bersih, tanpa membebani keuangan daerah.

Pertanyaan ini agak aneh.

Penyediaan sanitasi dan air bersih, di daerah, pada prinsipnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, dan wajib dibiayai dari keuangan daerah atau APBD. Kecuali, keuangan daerah tidak mampu, baru mencari alternatif pembiayaan lain untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur sosial tersebut.

Oleh karena itu, pertanyaan “tanpa membebani keuangan daerah”, untuk memenuhi kewajiban pemerintah daerah, terdengar sangat aneh.

Karena, pemerintah daerah yang bertanggung jawab wajib memprioritaskan penyediaan kebutuhan infrastruktur sosial dasar seperti sanitasi dan air bersih. Kecuali, sekali lagi, keuangan daerah tidak mampu membiayainya.

Dalam hal ini, ada dua kemungkinan pembiayaan. Pertama, dari APBN. Atau kedua, dari pihak ketiga, seperti hibah atau pinjaman.

Tetapi, kedua alternatif pembiayaan tersebut tidak bisa dikatakan “strategi” penyediaan infrastruktur sosial tanpa membebani keuangan daerah.

Gibran terdiam sejenak. Berpikir keras. Setelah melirik sekilas ke podium (memang ada apa di podium?), keluar jawaban. “Jika bicara masalah sanitasi, ini nanti nyambung ke masalah stunting”. “Kalau mau intervensi masalah stunting, harus intervensi tempat tinggal juga”. Tentu saja jawaban ini membuat penonton di layar kaca tercengang, terheran-heran.

Sanitasi nyambung ke stunting? Intervensi masalah stunting harus intervensi tempat tinggal? Semua jawaban ini terdengar sangat kacau dan menyesatkan. Apa arti intervensi masalah, intervensi tempat tinggal, intervensi stunting? Kacau kan?

Sanitasi yang baik memang sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Tetapi, itu bukan masalah stunting, yang per definisi adalah “gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis”.

Menurut data statistik, angka stunting Solo mencapai 16,2 persen pada 2022. Kedua tertinggi di Jawa Tengah, setelah Kabupaten Brebes. Di lain sisi, katanya, Solo sudah tidak ada masalah sanitasi dan air bersih. Jadi, ternyata, stunting tidak nyambung dengan masalah sanitasi!?

Gibran kemudian menjelaskan lagi. Untuk masalah sanitasi perlu kolaborasi dengan banyak pihak, dan mencontohkan proyek pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) komunal di perumahan padat penduduk di Solo hasil kolaborasi dengan pihak ketiga.

Kolaborasi?

Gibran tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan kolaborasi dalam pembangunan IPAL tersebut. Apakah hibah, atau pinjaman? Dari siapa?

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, pembangunan IPAL di Solo bekerja sama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency)!? Artinya, proyek IPAL ini dibiayai dari pinjaman lunak (soft loan) ODA (Official Development Assistance) pemerintah Jepang.

Yang menyedihkan, proyek dari pinjaman pihak ketiga ini dianggap sebagai “strategi dalam penyediaan infrastruktur sosial tanpa membebankan keuangan daerah”. Benar-benar kacau.

Kerja sama Indonesia dan JICA sudah berjalan sejak lama sekali. Sejak pembukaan hubungan diplomatik tahun 1958. Indonesia juga tercatat sebagai negara penerima bantuan pinjaman lunak ODA terbesar sejak 1960 hingga sekarang.

Proyek yang dibiayai JICA/ODA antara lain MRT Jakarta. Pada 2019, JICA/ODA juga setuju membiayai pembangunan IPAL berskala besar dan berteknologi tinggi untuk pemerintah provinsi Jakarta, senilai 31 miliar yen atau sekitar Rp3,1 triliun.

Karena itu, jawaban atau “pelajaran” dari Gibran terkait penyediaan sanitasi bisa melalui kerja sama dengan pihak ketiga (seperti JICA), seperti mau mengajari ikan berenang.

Jawaban tersebut tidak bermakna sama sekali. Karena, kerja sama dengan pihak ketiga seperti JICA untuk pembangunan infrastruktur sosial bukan hal baru, tetapi sudah berjalan sejak lama, sebelum Gibran lahir. Jawaban seperti itu mendegradasi kualitas debat cawapres.

Pinjaman lunak dari JICA untuk membiayai infrastruktur sosial daerah menandakan keuangan pemerintah pusat (APBN) sangat terbatas, sehingga perlu pinjaman. Untuk hal seperti itu, tidak diperlukan strategi macam-macam.

Kalau APBD tidak cukup, kalau APBN tidak cukup, tetapi kebutuhan infrastruktur sosial sangat mendesak, maka mau tidak mau harus dibiayai dari pinjaman.

Sekali lagi, pertanyaan “bagaimana strategi paslon menyediakan sanitasi dan air bersih tanpa membebankan keuangan daerah” merupakan pertanyaan tidak berbobot. Seperti mau menggiring ke satu jawaban. Yaitu dibiayai pihak ketiga. Bahasa kerennya kolaborasi. Yang intinya adalah pinjaman.

Gayung bersambut. Gibran menjawab, penyediaan sanitasi, atau IPAL, di Solo hasil kolaborasi dengan pihak ketiga. Sesuai arahan dari pertanyaan?

Atau hanya kebetulan? Kebetulan, pertanyaannya tentang infrastruktur tetapi dikaitkan dengan keuangan daerah? Kebetulan pertanyaan tentang keuangan daerah ditujukan kepada Gibran yang sedang menjabat kepala daerah?

Dan kebetulan penyediaan infrastruktur sosial Solo “tidak membebani keuangan daerah”, karena dari pinjaman JICA? 

Anthony Budiawan | Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gempa Jepang Tengah : 4 Orang Tewas, Lainnya Terjebak di Rumah-rumah yang Runtuh 

Next Post

331 Pasien RSUD Sumedang Dievakuasi Sementara akibat Gempa Bumi M 4.8

fusilat

fusilat

Related Posts

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Next Post
331 Pasien RSUD Sumedang Dievakuasi Sementara akibat Gempa Bumi M 4.8

331 Pasien RSUD Sumedang Dievakuasi Sementara akibat Gempa Bumi M 4.8

Gempa Jepang, 18 WNI Bermalam di bukit – “Karena ada peringatan tsunami”

Gempa Jepang, 18 WNI Bermalam di bukit – “Karena ada peringatan tsunami”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026
Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist