• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Damai Hari Lubis: Advokat Rakyat yang Kini Menjadi Tersangka dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
July 22, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Koalisi AMIN Jika Netral Identik Konspirasi Kecurangan yang TSM
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Nama Damai Hari Lubis yang belakang semakin sepopuler bersama tokoh-tokoh elite dalam dunia hukum dan politik Indonesia. Karena itu bagi kalangan pegiat hukum dan aktivis prodemokrasi, ia bukan nama asing. Ia adalah seorang advokat senior yang dikenal karena konsistensinya membela nilai-nilai keadilan dan keberaniannya bersuara lantang terhadap kekuasaan. Kini, ironi menyertainya: sang pembela hukum, justru menjadi terlapor dalam kasus yang melibatkan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.

Sebagai seorang pengacara, Damai dikenal vokal dan kritis. Tak jarang ia mengajukan gugatan atau laporan hukum yang menyasar para pejabat tinggi negara. Sikapnya yang konfrontatif terhadap praktik-praktik hukum yang dianggap menyimpang membuatnya sering berada di bawah sorotan, baik dari media maupun aparat. Dalam berbagai kesempatan, Damai menyuarakan keresahannya terhadap arah penegakan hukum yang dianggapnya telah jauh menyimpang dari rasa keadilan.

“Hukum mestinya menjamin rasa keadilan, bukan melayani hasrat kekuasaan. Bila hukum menjadi alat untuk membungkam kritik, maka yang ditegakkan bukan hukum, melainkan tirani,” tulis Damai dalam salah satu pendapat hukumnya yang kini banyak dikutip di berbagai forum.

Kasus yang menjeratnya kali ini terkait pelaporan terhadap Presiden Jokowi atas dugaan penggunaan ijazah palsu. Damai adalah salah satu pihak yang aktif menyuarakan pentingnya transparansi dalam persoalan ini. Baginya, seorang kepala negara tidak bisa bersembunyi di balik kekuasaan ketika menyangkut keabsahan legalitas identitas dirinya.

Namun, alih-alih mendapat respons investigatif yang independen, justru Damai menjadi sasaran pelaporan balik. Ia dilaporkan ke polisi atas tuduhan penyebaran berita bohong, bahkan berujung pada status sebagai terlapor. Sebuah ironi yang mencerminkan betapa tajamnya hukum kepada rakyat kecil yang bersuara, tapi tumpul pada mereka yang duduk di kursi kekuasaan.

“Ketika yang mengkritik justru dikriminalisasi, maka demokrasi sedang dalam koma. Ini bukan lagi soal siapa benar siapa salah, tapi bagaimana hukum digunakan untuk menakut-nakuti dan mengintimidasi,” ungkap Damai dalam wawancaranya beberapa waktu lalu.

Tak hanya sekadar pengacara, Damai adalah seorang pemikir hukum. Dalam banyak tulisannya, ia mengingatkan publik bahwa supremasi hukum adalah fondasi negara demokrasi. Ia menentang keras segala bentuk penyalahgunaan kewenangan, baik oleh penegak hukum, pejabat publik, maupun aparat.

“Negara hukum tidak boleh beroperasi atas dasar rasa takut. Ketika pengacara takut membela, jurnalis takut menulis, dan rakyat takut bersuara—saat itulah kita sadar bahwa hukum telah berubah menjadi monster,” tulisnya dalam esai tentang fungsi advokat dalam demokrasi.

Kini, ketika dirinya berada di posisi tersudut, publik tengah menguji konsistensi sistem hukum negeri ini. Apakah laporan Damai akan dibalas dengan argumen hukum dan proses pengadilan terbuka? Ataukah akan dijawab dengan stigma, tekanan, dan kriminalisasi?

Dalam konteks ini, Damai Hari Lubis bukan sekadar terlapor. Ia adalah simbol dari perjuangan sipil yang terus menyuarakan kritik dalam ruang demokrasi yang semakin sempit. Ia adalah saksi hidup bahwa keberanian berbicara benar di hadapan kekuasaan adalah pilihan yang mahal—dan kadang berujung pada meja penyidikan.

Di akhir sebuah tulisannya, Damai pernah menulis kalimat yang kini terasa begitu relevan:

“Lebih baik mati karena membela kebenaran, daripada hidup diam dalam kepalsuan.”

Waktu akan membuktikan, apakah hukum di Indonesia masih bisa membedakan antara kritik dan kriminal. Dan apakah Damai Hari Lubis akan dikenang sebagai tersangka—atau pejuang hukum yang tetap berdiri di atas nurani.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ajaran Yusuf Mansur: Doa, Keajaiban, dan Iman yang Melenceng dari Realitas

Next Post

2 Juta Pasien Indonesia Berobat Keluar Negeri – Segera RS Asing Berdiri di Sini

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
2 Juta Pasien Indonesia Berobat Keluar Negeri – Segera RS Asing Berdiri di Sini

2 Juta Pasien Indonesia Berobat Keluar Negeri - Segera RS Asing Berdiri di Sini

KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Ketika Pidato Penguasa Berbalik Menjadi Teror Psikologis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist