Jakarta, Fusilatnews.– – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Paniai, Papua, pada Rabu, 10 April 2024, ketika Danramil 1703-04/Aradide, Letda Inf Oktovianus Sogalrey, tewas ditembak oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Candra Kurniawan, mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.
Berdasarkan rilis resmi yang diterima dari Markas Pusat Komnas TPNPB OPM, peristiwa tragis ini terjadi dalam konteks konflik bersenjata antara TPNPB-OPM dan TNI-Polri di wilayah Paniai. Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Jenderal Goliath Naman Tabuni, dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa wilayah Paniai merupakan daerah konflik dan mengimbau warga Indonesia untuk segera meninggalkan daerah tersebut.
Menurut Komandan Operasi Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai, Mayor Osea Satu Boma, pasukan di bawah pimpinannya telah melancarkan serangan terhadap TNI di Jalan Trans Paniai-Intan Jaya Papua, yang menyebabkan tewasnya Letda Inf Oktovianus Sogalrey. Mayor Boma menyatakan bahwa pasukannya bertanggung jawab atas aksi penyerangan tersebut.
Dalam pernyataannya, TPNPB-OPM menegaskan bahwa tujuan dari tindakan tersebut bukanlah untuk mencari keuntungan materi, jabatan, atau pembangunan, melainkan untuk mewujudkan revolusi dalam upaya memerdekakan Papua.
Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menjelaskan bahwa peristiwa penembakan tersebut terjadi ketika pasukan TPNPB sedang melakukan operasi di sekitar Jalan Trans Enarotali-Aradide Paniai. Saat Danramil Oktovianus Sogalrey bersama rombongan melintas, mereka ditembak oleh anggota pasukan TPNPB, yang menyebabkan korban tewas di tempat.
Peristiwa ini menggambarkan eskalasi konflik yang masih berlangsung di Papua, menimbulkan keprihatinan akan perdamaian dan stabilitas di daerah tersebut. Konflik antara TPNPB-OPM dan aparat keamanan Indonesia telah menyebabkan korban jiwa dan menimbulkan ketegangan yang berkelanjutan di Papua.





















