Jakarta-Fusilatnews.– Tiga calon presiden Indonesia saling berhadapan dalam debat pemilu pertama Selasa,13/12/23. Dua Paslon.1 dan No. 3, mengecam keputusan pengadilan yang memungkinkan putra sulung presiden, Gibran, bias lolos sebagai Cawapres Piplres 24.
Dalam debat pertama dari lima debat yang disiarkan televisi menjelang pemilu bulan Februari mendatang, para kandidat diberi thema dan pertanyaan mengenai hukum, pemerintahan, hak asasi manusia dan meningkatnya korupsi di negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.
Mereka berdebat mengenai keputusan pengadilan baru-baru ini yang mengubah persyaratan usia bagi para kandidat, yang secara efektif membuka jalan bagi putra Presiden Joko Widodo yang berusia 36 tahun untuk ditunjuk sebagai calon wakil presiden dari Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, sebagai kandidat terdepan.
“Banyak peraturan yang dibengkokkan demi kepentingan penguasa,” kata calon presiden dan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan, dalam pernyataan pembukaannya.
“Ada satu milenial yang bisa jadi wakil presiden, tapi ada ribuan milenial lainnya, Gen Z, yang peduli pada bangsa yang terpinggirkan,” ujarnya.
“Ketika mereka mengkritik pemerintah, mereka malah menghadapi kekerasan, bahkan gas air mata.”
Mantan gubernur tersebut mengatakan kepercayaan terhadap demokrasi di negaranya telah menurun, dan semakin berkurangnya ruang bagi kebebasan berpendapat dan oposisi politik.
Putusan pengadilan pada bulan Oktober ini memicu kekhawatiran akan kemunduran demokrasi dan kembalinya nepotisme dan politik patronase yang menjadi ciri pemerintahan mantan presiden Suharto, yang digulingkan dari kekuasaan pada tahun 1998 selama puluhan tahun.
Dalam sebuah pernyataan, Prabowo tampaknya menyinggung kemungkinan adanya campur tangan hukum, dengan mengatakan kepada rekannya, mantan gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; “Kita bukan lagi anak-anak, masyarakat sudah pintar, masyarakat tahu Ganjar. Kita tahu prosesnya, siapa yang melakukan intervensi, tapi intinya kita harus menegakkan konstitusi.”
Prabowo, mantan komandan pasukan khusus dan mantan menantu Suharto, telah mendapatkan keunggulan, dengan beberapa survei baru-baru ini menunjukkan bahwa ia unggul 20 poin dari kedua lawannya.
PEMILIH UNTUK MENILAI
Menggambarkan pemilih sebagai hakim tertinggi, Prabowo mengatakan bahwa pada akhirnya terserah pada masyarakat untuk memutuskan.
“Kalau kami yang salah, kalau kami mengkhianati orang, maka rakyatlah yang akan menghukum kami,” ujarnya.
Prabowo juga ditanyai mengenai dugaan keterlibatannya dalam penculikan 13 aktivis mahasiswa pada tahun 1998, klaim yang selalu dibantahnya.
Faktanya, orang-orang yang pernah saya tangkap, para tapol, yang menurut banyak orang saya culik, kini berada di pihak saya, katanya.
Ganjar, yang memfokuskan kampanyenya pada masyarakat akar rumput, mengatakan pelayanan publik perlu diprioritaskan, dan menyerukan agar kerugian negara akibat korupsi digunakan untuk kepentingan publik.
Berdasarkan data Indonesia Corruption Watch, kerugian negara selama 10 tahun terakhir mencapai sekitar 230 triliun rupiah ($14,73 miliar). Jumlah ini setara dengan kebutuhan untuk membangun 27.000 puskesmas, ujarnya.
($1 = 15.615.0000 rupiah)
Sumber : Reuters


























