• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

DENGAN EKONOMI BERBASIS TRISAKTI: SELANGKAH LAGI KEMBALI KE UUD 1945

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
March 7, 2025
in Economy, Feature
0
DENGAN EKONOMI BERBASIS TRISAKTI: SELANGKAH LAGI KEMBALI KE UUD 1945
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto-Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila

PENDAHULUAN

Prabowo tampaknya ingin mewujudkan konsep Trisakti yang dicetuskan oleh Bung Karno. Trisakti memiliki tiga pilar utama:

  1. Berdaulat dalam Politik – Bangsa Indonesia harus mampu mengatur dirinya sendiri tanpa intervensi asing.
  2. Berdikari dalam Ekonomi – Indonesia harus mampu mandiri dalam mengelola sumber daya dan perekonomiannya untuk kesejahteraan rakyat.
  3. Berkepribadian dalam Kebudayaan – Warisan budaya bangsa harus dilestarikan dan nilai-nilai luhur masyarakat harus tetap dijaga.

Konsep Trisakti relevan dengan situasi ekonomi saat ini, terutama dalam konteks kemandirian ekonomi. Prabowo, sebagai salah satu tokoh politik, tampaknya terinspirasi oleh Trisakti dalam upaya membangun ekonomi Indonesia yang lebih mandiri dan berdaulat.

GERAKAN EKONOMI MANDIRI

Gerakan Ekonomi Mandiri yang digagas oleh Prabowo melalui pembentukan Danantara merupakan langkah strategis dalam mencapai kemandirian ekonomi. Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara) bertujuan untuk mengonsolidasikan dan mengoptimalkan investasi pemerintah demi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan Danantara, Indonesia dapat:

  • Meningkatkan kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada investasi asing.
  • Menjadikan Danantara sebagai lembaga investasi strategis, setara dengan Temasek (Singapura) dan Khazanah (Malaysia).
  • Memiliki kepemimpinan yang kuat dengan Prabowo sebagai pembina dan tokoh-tokoh ekonomi sebagai dewan penasihat.

Danantara mencerminkan implementasi nyata dari Trisakti dalam aspek ekonomi, dengan tujuan meningkatkan efisiensi aset negara, menarik investasi global, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam sektor strategis.

HUBUNGAN TRISAKTI DENGAN PANCASILA

Trisakti memiliki keterkaitan erat dengan Pancasila:

  1. Berdaulat dalam Politik → Sejalan dengan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menekankan kemandirian bangsa dalam menentukan nasibnya sendiri.
  2. Berdikari dalam Ekonomi → Sejalan dengan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang menuntut distribusi ekonomi yang adil dan merata.
  3. Berkepribadian dalam Kebudayaan → Sejalan dengan sila ketiga, Persatuan Indonesia, yang menggarisbawahi pentingnya identitas budaya dan persatuan nasional.

Dengan demikian, Trisakti merupakan implementasi dari nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

GEOSTRATEGI PRABOWO DAN KEMANDIRIAN EKONOMI

Strategi Prabowo dalam memperkuat kemandirian ekonomi membuat beberapa negara asing merasa cemas, terutama terkait:

  1. Distorsi ekspor bahan mentah – Prabowo ingin Indonesia tidak sekadar menjadi eksportir bahan mentah tetapi mampu mengolah sendiri sumber dayanya.
  2. Pengurangan ketergantungan pada impor – Indonesia didorong untuk meningkatkan kapasitas industri dalam negeri guna mengurangi impor.

Kebijakan ini mencerminkan Ekonomi Pancasila, yang berorientasi pada kemandirian nasional dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Namun, kebijakan ini juga berpotensi mengganggu kepentingan ekonomi negara-negara asing yang selama ini bergantung pada bahan mentah murah dari Indonesia.

AKTIVIS YANG DIDANAI PIHAK ASING

Beberapa aktivis yang menentang kebijakan ekonomi Prabowo diduga mendapat dukungan finansial dari pihak asing yang tidak ingin Indonesia menjadi negara mandiri. Dugaan ini masih menjadi perdebatan, tetapi yang jelas, kemandirian ekonomi yang diperjuangkan Prabowo dapat mengancam kepentingan ekonomi global tertentu.

Sebagai contoh, kebijakan Prabowo yang mendorong pengelolaan sumber daya alam dalam negeri dapat menyebabkan negara-negara asing kehilangan akses terhadap bahan mentah Indonesia yang murah dan melimpah.

KECEMASAN GLOBAL TERHADAP PENGHENTIAN EKSPOR BAHAN MENTAH

Keputusan Prabowo untuk menghentikan ekspor energi dan bahan mentah ke Singapura menimbulkan kecemasan di negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Singapura selama ini berfungsi sebagai pusat perdagangan global, dan keputusan ini berpotensi:

  1. Mengganggu rantai pasok global
  2. Meningkatkan biaya produksi bagi negara-negara industri
  3. Memberikan dampak ekonomi yang luas bagi negara-negara yang bergantung pada bahan mentah Indonesia

Meskipun demikian, kebijakan ini diambil dalam rangka memperkuat ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada negara lain.

KESIMPULAN

Dari geostrategi yang telah dirancang dan dijalankan oleh pemerintahan Prabowo, kita sebagai bangsa harus bersatu untuk mewujudkan Trisakti sebagai perwujudan Pancasila. Oleh karena itu, langkah-langkah strategis yang perlu diambil adalah:

  1. Kembali kepada UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara yang murni dan konsekuen dalam menerapkan Pancasila.
  2. Menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai panduan dalam mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  3. Mewujudkan ekonomi rakyat berbasis ekonomi gotong royong sesuai dengan pasal 33 UUD 1945, dengan memperkuat sistem koperasi unit desa.
  4. Menghidupkan kembali Wawasan Nusantara sebagai landasan kebangsaan dalam menghadapi tantangan global.

Dengan menerapkan strategi ini, Indonesia dapat mencapai kemandirian ekonomi dan politik yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan Trisakti, serta menempatkan bangsa ini sebagai kekuatan ekonomi yang berdaulat di tingkat global.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Satu Harga” Gabah: Solusi atau Awal Masalah Baru?

Next Post

Pantai Milik Rakyat, Bukan Dikuasai Korporasi

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Pantai Milik Rakyat, Bukan Dikuasai Korporasi

Pantai Milik Rakyat, Bukan Dikuasai Korporasi

Kasus Tom Lembong: Mengapa Tidak dengan Zulhas?

Kasus Tom Lembong: Mengapa Tidak dengan Zulhas?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...