• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Satu Harga” Gabah: Solusi atau Awal Masalah Baru?

by
March 7, 2025
in Economy, Feature
0
MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Diputuskannya kebijakan “satu harga” HPP Gabah oleh pemerintah sebesar Rp6.500 tentu menjadi bahan diskusi yang menarik. Terlebih setelah pemerintah mencabut persyaratan kadar air dan kadar hampa tertentu dari gabah kering panen (GKP) yang dijual petani kepada Perum Bulog, pengusaha penggilingan padi/beras, dan offtaker lainnya.

Keputusan Badan Pangan Nasional No. 14/2025 yang menyempurnakan Keputusan Badan Pangan Nasional No. 2/2025 terkesan penuh dengan tanda tanya. Bagaimana mungkin, hanya dalam beberapa minggu, sebuah keputusan bisa diubah? Wajar jika banyak pihak mempertanyakan, ada apa dengan dunia pergabahan di era kepemimpinan Presiden Prabowo ini?

Inti dari penyempurnaan keputusan ini adalah pencabutan lampiran yang sebelumnya mengatur persyaratan pembelian gabah dari petani. Jika sebelumnya HPP Gabah sebesar Rp6.500 ditetapkan dengan syarat kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%, kini persyaratan tersebut dihapus. Dengan kata lain, petani kini memiliki kebebasan penuh dalam menjual gabah kering panennya tanpa terkendala ketentuan kadar air dan kadar hampa.

Kebijakan “satu harga” gabah tanpa persyaratan ini tentu disambut dengan gembira oleh petani. Pasalnya, mereka kini tidak perlu lagi merasa was-was atau khawatir terhadap anjloknya harga gabah saat panen raya. Selama bertahun-tahun, petani sering menjadi korban permainan harga oleh oknum yang memanfaatkan kondisi pasar. Kini, dengan kebijakan ini, mereka memiliki harapan lebih besar untuk memperbaiki kondisi ekonomi mereka.

Namun, realitas di lapangan tidak sesederhana itu. Meskipun produksi gabah petani meningkat signifikan, jika harga jualnya tetap mengalami penurunan saat panen, maka kesejahteraan petani tetap menjadi angan-angan belaka. Lebih parahnya lagi, dalam kondisi seperti ini, pemerintah di masa lalu tampak tak berdaya dalam memberikan solusi yang berpihak pada petani.

Mengapa kebijakan “satu harga” gabah baru diterapkan sekarang? Mengapa pemerintah di era sebelumnya tidak berani menjamin harga gabah yang benar-benar melindungi kepentingan petani? Jika kebijakan ini sudah diterapkan sejak era Presiden SBY atau Jokowi, berapa banyak petani yang sudah terangkat dari jerat kemiskinan? Dua dekade adalah waktu yang cukup panjang untuk menciptakan perubahan signifikan bagi kehidupan petani.

Menjelang peringatan 80 tahun Indonesia merdeka, nasib petani masih jauh dari kata sejahtera. Bahkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Sensus Pertanian 2023, jumlah petani gurem terus meningkat secara signifikan dalam 10 tahun terakhir (2013-2023). Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) Gurem tercatat mencapai 16,89 juta, meningkat 18,49% dari 14,25 juta pada 2013.

Dengan kata lain, semakin banyak petani yang hanya memiliki lahan pertanian sempit, dengan kepemilikan rata-rata 0,25 hektar. Fenomena ini mengindikasikan adanya penggerusan lahan pertanian yang semakin luas di berbagai wilayah Indonesia. Alih fungsi lahan pertanian yang tak terkendali menjadi salah satu faktor utama di balik membengkaknya jumlah petani gurem. Akibatnya, kesejahteraan petani semakin sulit diwujudkan.

Meningkatnya jumlah petani gurem sebesar 2,64 juta rumah tangga dalam satu dekade terakhir bukanlah pencapaian yang patut dibanggakan. Sebaliknya, ini adalah potret memilukan dari petani Indonesia yang masih terjebak dalam lingkaran kemiskinan. Dengan kepemilikan lahan yang begitu kecil, mereka hanya mampu bertahan hidup dari hari ke hari tanpa kepastian masa depan yang lebih baik.

Kondisi ini harus menjadi perhatian serius. Kita perlu menelusuri akar permasalahan yang menyebabkan jumlah petani gurem terus bertambah. Apakah ini murni akibat alih fungsi lahan pertanian yang semakin marak? Ataukah ada faktor lain yang belum terungkap sepenuhnya?

Lahirnya kebijakan “satu harga” gabah di era Presiden Prabowo diharapkan dapat membawa perubahan nyata bagi petani. Jika kebijakan ini benar-benar dilandasi oleh semangat percepatan swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani, maka kita bisa optimistis terhadap masa depan sektor pertanian Indonesia. Semoga!

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Luncurkan IISI 2024, Setara Institute: Agenda Pembangunan Jangan Pinggirkan Hak Dasar Kelompok Rentan

Next Post

DENGAN EKONOMI BERBASIS TRISAKTI: SELANGKAH LAGI KEMBALI KE UUD 1945

Related Posts

Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan
Economy

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Next Post
DENGAN EKONOMI BERBASIS TRISAKTI: SELANGKAH LAGI KEMBALI KE UUD 1945

DENGAN EKONOMI BERBASIS TRISAKTI: SELANGKAH LAGI KEMBALI KE UUD 1945

Pantai Milik Rakyat, Bukan Dikuasai Korporasi

Pantai Milik Rakyat, Bukan Dikuasai Korporasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...