• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

fusilat by fusilat
May 15, 2026
in Birokrasi, Feature
0
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kawan Nazar

Polemik kenaikan pangkat Letkol Teddy Indra Wijaya yang dibarengi dengan penempatan jabatan sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) bukan sekadar urusan internal TNI. Ini adalah ujian bagi semangat Reformasi 1998 yang dengan susah payah memisahkan tentara dari urusan sipil. Namun, respon yang muncul dari puncak pimpinan Angkatan Darat justru jauh dari kesan intelektual dan transparan.

Meritokrasi atau “Dekat-okrasi”?

Kenaikan pangkat Letkol Teddy menjadi sorotan karena ia dianggap sebagai “pelari tercepat” di angkatannya (Akmil 2011). KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak berdalih ada “prestasi menonjol” di balik kenaikan pangkat reguler yang dipercepat (KPRP) ini. Namun, transparansi mengenai indikator prestasi tersebut sangat kabur.
Jika indikatornya adalah “pengalaman perang” sebagaimana yang disinggung KSAD untuk membungkam pengkritik, rekam jejak Teddy justru menunjukkan hal sebaliknya. Sejak 2014, karier Teddy didominasi oleh penugasan sebagai ajudan VVIP—mulai dari asisten ajudan Presiden Jokowi hingga ajudan Menhan Prabowo. Ia adalah perwira yang lebih banyak menghabiskan waktu di koridor istana yang sejuk daripada di parit-parit pertempuran yang berdebu. Memberikan pangkat istimewa atas dasar “kedekatan administratif” dengan pusat kekuasaan adalah bentuk cedera terhadap ribuan perwira lain yang benar-benar bertaruh nyawa di daerah konflik namun pangkatnya berjalan linear.

Akrobat Nomenklatur Seskab

Langkah pemerintah mendefinisikan ulang posisi Sekretaris Kabinet melalui Perpres No. 139 Tahun 2024 adalah sebuah “akal-akalan” hukum yang vulgar. Seskab, yang secara historis adalah jabatan politik strategis pengelola dapur kekuasaan, tiba-tiba “diciutkan” menjadi unit di bawah Mensesneg demi mengakomodasi perwira aktif.

Ada kontradiksi logika yang fatal di sini:
1. Standar Kepangkatan: Jika Seskab diposisikan sebagai jabatan birokratis setingkat Eselon I A atau I B (seperti posisi Sekretaris Jenderal atau Direktur Jenderal), maka secara regulasi jabatan tersebut seharusnya diisi oleh perwira tinggi berpangkat Mayjen (Bintang Dua) atau bahkan Letjen (Bintang Tiga). Menempatkan seorang Letkol di posisi yang mengoordinasikan administrasi seluruh kementerian adalah anomali manajerial. Dan penampilan publik Letkol Teddy lebih menunjukkan sebagai seorang menteri, bukan pejabat eselon I.
2. Jika Seskab tetap dipandang sebagai jabatan politik, maka Teddy wajib mundur dari militer aktif sesuai Pasal 47 UU TNI No. 34 Tahun 2004.

Memaksakan Letkol Teddy di kursi Seskab dengan tameng Perpres adalah bentuk “pintu belakang” untuk mengabaikan UU TNI yang kedudukannya lebih tinggi secara hukum.

Mundurnya Etika Komunikasi Publik

Terakhir, kita harus menyesalkan diksi “banyak bacot” yang dilontarkan KSAD Jenderal Maruli. Sebagai pejabat tinggi negara dan pimpinan institusi yang dibayar oleh pajak rakyat, penggunaan bahasa pasar untuk merespon kritik publik adalah bentuk arogansi kekuasaan yang sangat tidak pantas.

Kritik dari masyarakat sipil mengenai profesionalitas TNI adalah mandat demokrasi. Ketika kritik dijawab dengan kalimat, “yang tak pernah perang jangan banyak bacot,” TNI seolah sedang membangun tembok eksklusivitas yang memisahkan diri dari rakyat. Pernyataan tersebut bukan hanya tidak produktif, tetapi juga menunjukkan lemahnya argumentasi logis dalam mempertahankan kebijakan yang memang bermasalah secara regulasi dan etika.

Jika militer terus menggunakan akrobat aturan dan retorika defensif seperti ini, maka Reformasi TNI bukan lagi berjalan di tempat, melainkan sedang melangkah mundur ke belakang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

fusilat

fusilat

Related Posts

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

May 15, 2026
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist