• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Nobar Pesta Babi dan Ketakutan Baru Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
May 15, 2026
in Feature, Komunitas
0
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Share on FacebookShare on Twitter

Pada zaman Orde Baru, ada satu hiburan rakyat yang sangat dinanti warga desa: layar tancap. Sebuah layar putih dibentangkan di lapangan, kabel-kabel ditarik dari gardu seadanya, proyektor meraung-raung, lalu warga berdatangan membawa tikar, anak-anak berlarian, pedagang gorengan panen pembeli. Malam pun berubah menjadi pesta rakyat kecil.

Kala itu, Departemen Penerangan Republik Indonesia menjadikan layar tancap bukan sekadar hiburan. Ia adalah alat komunikasi politik negara. Sebelum film diputar, rakyat disuguhi pesan-pesan pembangunan, program KB, swasembada pangan, transmigrasi, hingga glorifikasi stabilitas nasional. Negara hadir melalui gambar bergerak. Sementara pihak swasta ikut membonceng: memasang iklan rokok, sabun, hingga produk-produk konsumsi. Rakyat dihibur, negara menyosialisasikan program, swasta mencari keuntungan. Semua memperoleh panggung masing-masing.

Tetapi, layar tancap pada akhirnya bukan hanya soal film. Ia adalah ruang berkumpul. Tempat rakyat menemukan perasaan bersama di tengah hidup yang serba terbatas.

Kini zaman berubah. Bioskop menjamur di kota-kota kecil. Televisi digital masuk ke kamar-kamar. Film bisa ditonton lewat telepon genggam. Namun anehnya, budaya berkumpul untuk menonton bersama tidak mati. Ia hanya berganti rupa. Namanya sekarang: nonton bareng atau nobar.

Fenomena ini menarik. Sebab inti dari nobar sesungguhnya bukan karena orang tak mampu membeli tiket bioskop. Banyak peserta nobar justru bisa saja menonton sendiri di rumah. Tetapi manusia, sejak dahulu, memang makhluk emosional yang membutuhkan rasa kebersamaan. Ada energi sosial yang tidak bisa digantikan oleh layar pribadi.

Karena itu, pertandingan sepak bola menjadi ritual baru rakyat modern. Orang rela berdesakan di warung kopi, halaman kantor desa, kafe, bahkan di jalanan hanya untuk menyaksikan klub atau tim nasional favoritnya bermain. Teriakan gol terasa lebih nikmat ketika diteriakkan bersama-sama. Kekalahan terasa lebih ringan ketika dipikul berjamaah.

Tetapi sekarang, muncul fenomena yang lebih jauh dari sekadar hiburan olahraga. Yang ramai justru nobar “Pesta Babi”.

Di titik inilah, nobar mengalami metamorfosis sosial-politik. Ia bukan lagi sekadar aktivitas hiburan kolektif, melainkan gejala psikologis publik. Ada kegelisahan yang sedang mencari saluran. Ada kesadaran yang mulai menemukan bentuknya.

Fenomena nobar “Pesta Babi” menjadi semacam simbol diam-diam bahwa rakyat mulai membaca keadaan. Film itu tidak hanya ditonton sebagai karya visual, tetapi juga sebagai cermin sosial. Penonton menangkap pesan moral, sindiran, bahkan kemarahan terhadap cara negara dikelola. Dalam ruang gelap pemutaran, orang-orang menemukan keberanian kolektif untuk merasakan hal yang sama: kecewa, curiga, atau muak.

Dan di sinilah kekuasaan biasanya mulai gelisah.

Sebab rezim mana pun pada dasarnya tidak terlalu takut pada kritik individu. Kekuasaan justru takut ketika emosi sosial bertemu dalam ruang bersama. Ketika orang tertawa pada adegan yang sama, marah pada simbol yang sama, lalu pulang membawa kesimpulan yang sama. Dari sanalah kesadaran politik sering lahir.

Mungkin itu sebabnya muncul sikap pelarangan terhadap nobar dan pemutaran film tersebut. Ironis sekali. Dahulu, negara Orde Baru menggunakan layar tancap untuk menyebarkan pesan kekuasaan. Kini, ketika layar dipakai rakyat untuk membaca kekuasaan, justru dianggap ancaman.

Padahal sejarah selalu menunjukkan: melarang tontonan tidak pernah benar-benar membunuh pikiran. Ia justru sering memperbesar rasa ingin tahu. Sesuatu yang biasa saja bisa berubah menjadi fenomenal ketika dibungkam. Larangan kadang menjadi promosi paling efektif.

Rakyat Indonesia memang unik. Mereka mungkin diam di ruang formal, tetapi berbicara lantang lewat budaya populer. Dari warung kopi, meme, musik, sepak bola, hingga film. Dan penguasa yang gagal membaca tanda-tanda kebudayaan biasanya terlambat memahami perubahan suasana batin masyarakatnya sendiri.

Layar tancap dahulu adalah alat negara untuk membentuk kesadaran rakyat. Nobar hari ini perlahan berubah menjadi alat rakyat untuk menilai negara.

Dan barangkali, di situlah sesungguhnya kegaduhan itu bermula.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Next Post

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang
Cross Cultural

Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

May 15, 2026
Next Post
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

"Bacot" KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

May 15, 2026
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...