Jakarta-Fusilatnews.–Dalam sebuah ceramahnya, Habib Bahar bin Smith, meneriakan akan memenangkan pasangan calon yang didukung oleh Ijtima Ulama. Awalnya Habib mneyatakan akan Golput. “Saya akan keliling Indonesia, dan akan mengajak umat untuk memenangkan Paslon Amin, ajaknya. Bila dalam satu ceramah dihadiri oleh 10 ribu orang, terutama di daerah Jawa Barat dan Banten, semalam taruhlah minimal 5 kali saya ceramah, jadi sehari rata-rata ada 50 ribu jamaah yang hadir. Sebulan bisa jutaan jamah”, tambahnya.
Baca: https://fusilatnews.com/habib-bahar-mengaku-dapat-tawaran-selembar-cheque-dalam-mata-uang-asing/
Dalam kesempatan lain juga, penceramah kondang dan unik ini mengatakan, Habib Bahar Smith mengklaim ada sejumlah pejabat, menawari dirinya uang dengan jumlah fantastis dari Pemimpin Majelis Pembela Rasulullah, Ia mengaku, sempat mendapat tawaran uang dengan jumlah fantastis dari sejumlah pejabat. Tak tanggung-tanggung, nilainya bahkan mencapai hingga ratusan triliun rupiah
Pernyataan Habib Bahar ini terungkap melalui tayangan akun YouTube Nizar Channel dengan judul Geger! Habib Bahar Menolak Ratusan Triliun dari Pejabat.
Dalam video yang beredar ini, awalnya Bahar mengatakan, bahwa dirinya sedang membangun pondok pesantren
“Saya ini sedang membangun pondok pesantren, sampai sekarang masih membangun. Saya bangun pondok pesantren itu pakai darah, pakai air mata,” katanya.
Habib Bahar bin Smith lahir 23 Juli 1985) adalah seorang tokoh dan penceramah asal Manado, Sulawesi Utara. Habib Bahar merupakan pemimpin dan pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor cabang di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan
Sayid Bahar bin Ali bin Smith atau lebih akrab disapa Habib Bahar bin Smith dikenal sebagai seorang pendakwah muda yang dalam ceramahnya selalu berapi-api membakar semangat jemaahnya. Sejumlah ceramahnya bisa dilihat di beberapa channel YouTube.
Pria kelahiran Manado, 23 Juli 1986 ini adalah putra pertama dari tujuh bersaudara pasangan Ali bin Smith dan Isnawati Ali. Dia merupakan keturunan Arab Hadhrami golongan Alawiyyin bermarga Aal bin Sumaith
Pada tahun 2007, pria yang kerap disapa Habib bule pendiri Majelis Pembela Rasulullah, berkantor pusat majelis ini berada di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Jemaah majelis ini banyak berasal dari daerah Pondok Aren, Ciputat, dan Pesanggrahan, dan sekitarnya.
Catatan, Habib Bahar bersama Majelis Pembela Rasulullah, kerap beraksi menutup paksa beberapa tempat hiburan. Salah satunya Café De Most Pesanggrahan yang diduga digunakan sebagai tempat maksiat. Kafe itu ditutup paksa selama bulan Ramadhan 2012.

























