• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dosa PDIP Terlalu Banyak kepada Jokowi atau Sama Banyaknya?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
December 16, 2024
in Feature, Politik
0
Hubungan Jokowi dan PDIP: Mengurai Isyarat Kudatuli
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

Kenapa artikel ini diberi judul demikian? Karena fakta historis politik menunjukkan bahwa meskipun telah disia-siakan layaknya kacang lupa pada kulitnya, PDIP adalah partai yang mengusung Jokowi hingga ia menduduki jabatan Presiden RI untuk dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Jabatan ini adalah posisi istimewa yang hanya diberikan kepada satu orang di antara ratusan juta rakyat Indonesia.

Namun, pada sisa jabatannya di awal 2024, menjelang satu dekade masa kepemimpinannya, Jokowi dianggap melakukan pengkhianatan. Hal ini tidak hanya dilakukan sendiri, tetapi juga diikuti oleh menantunya, Bobby Nasution (Wali Kota Medan), dan putranya, Gibran Rakabuming Raka (Wali Kota Solo).

Isu Ijazah Palsu Jokowi

Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Jokowi, sebagaimana diungkapkan oleh publik dan diajukan dalam gugatan hukum oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Gugatan tersebut disertai dengan bukti hukum, termasuk putusan dari Pengadilan Negeri Surakarta, Pengadilan Tinggi Semarang, dan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Namun, PDIP, sebagai partai yang mendukung Jokowi sejak awal, terlihat abai terhadap dugaan ini.

Dr. Roy Suryo, seorang ahli telematika sekaligus mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, juga mengungkapkan informasi penting pada acara Nitilaku 2024 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja. Dalam kegiatan tersebut, ia menyebutkan bahwa nama “Mukidi” atau “Mulyono”—yang merujuk pada Jokowi—tidak ditemukan dalam daftar alumni UGM. Pernyataan ini menambah keraguan publik terhadap klaim pendidikan Jokowi di universitas tersebut.

Sikap PDIP yang Dipertanyakan

Mengapa PDIP, yang bisa dikatakan sebagai korban pengkhianatan Jokowi, tetap diam? Tidak hanya soal dugaan ijazah palsu, tetapi juga pengkhianatan Jokowi melalui tindakan diskresi politik, kriminalisasi, dan nepotisme selama masa pemerintahannya. Sikap pasif PDIP menimbulkan tanda tanya besar di tengah berbagai skandal yang melibatkan Jokowi, termasuk dugaan keterlibatan sindikat yang memalsukan arsip ijazah Jokowi dan menyimpannya sebagai dokumen resmi UGM.

Sementara itu, perhatian kader PDIP justru lebih terfokus pada pencarian Harun Masiku, seorang tersangka kasus gratifikasi terhadap anggota KPU, yang hingga kini belum ditemukan. Ironisnya, keberpihakan pada pengkhianat partai justru terlihat lebih jelas daripada usaha menuntut keadilan atas skandal yang merugikan mereka sendiri.

Diskursus Politik yang Carut-marut

Diskusi mengenai dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Jokowi dan berbagai kebijakan kontroversialnya telah menimbulkan pertanyaan serius: apakah petinggi PDIP ikut terlibat dalam menutupi kebenaran ini? Dugaan tersebut semakin relevan mengingat keterkaitan beberapa kader partai dalam kasus penyembunyian Harun Masiku dan penyimpangan kebijakan politik hukum Jokowi, termasuk tragedi unlawful killing di KM 50 dan proyek strategis nasional (PSN) PIK 2.

Publik yang peduli terhadap penegakan hukum terus bertanya, “Apakah sebagian petinggi partai berlambang kepala banteng juga menjadi bagian dari sindikat kotor ini?” Pertanyaan ini terkoneksi langsung dengan substansi tuduhan bahwa mereka turut mendukung atau menutup mata terhadap pelanggaran yang dilakukan Jokowi selama masa pemerintahannya.

Akhir Kata

Wallahu ‘alam, hanya sejarah hukum yang kelak dapat mengungkap semua perilaku kotor Jokowi yang dirasakan oleh masyarakat bangsa ini. Apakah PDIP dan Jokowi berbagi dosa yang sama banyaknya, atau justru saling menumpuk kesalahan masing-masing?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Itu Residu Bangsa

Next Post

Jokowi Dipecat oleh Megawati – What Next?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
Jokowi Dipecat oleh Megawati – What Next?

Jokowi Dipecat oleh Megawati - What Next?

Investasi Jokowi kepada Kedua Anaknya: Gibran Wakil Presiden dan Kaesang Ketua Umum Parpol, Akankah Melindungi Bapaknya Setelah Lengser?

BREAKING NEWS: PDIP Resmi Pecat Jokowi, Gibran, dan Bobby Nasution

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...