Adapun asumsi dasar makro pada APBN 2024 adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, inflasi terkendali sebesar 2,8 persen, nilai tukar rupiah sebesar Rp 15 ribu per dolar Amerika Serikat, suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,7 persen, ICP disepakati sebesar US$ 82 per barel, serta lifting minyak sebesar 635 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 1,033 juta barel setara minyak per hari.
Jakarta – Fusilatnews -Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani menyetujui dan mengesahkan .Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau RUU APBN 2024 menjadi UU APBN 2024.
“Apakah Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau RUU APBN 2024 dapat disetujui menjadi undang-undang?” tanya Puan dalam rapat paripurna di Kompleks DPR/DPD/MPR RI, Jakarta, Kamis, 21 September 2023.
Selanjutnya setelah forum yang hadir meneriakkan setuju, Puan mengetok palu sidang ketika hadirin . Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah dan DPR memiliki kesamaan pandangan.
“Sebagai wujud kesamaan pandangan, pemerintah dengan DPR menyepakati asumsi dasar makro pada APBN 2024,” ujar Sri Mulyani dalam kesempatan yang sama.
Adapun asumsi dasar makro pada APBN 2024 adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, inflasi terkendali sebesar 2,8 persen, nilai tukar rupiah sebesar Rp 15 ribu per dolar Amerika Serikat, suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,7 persen, ICP disepakati sebesar US$ 82 per barel, serta lifting minyak sebesar 635 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 1,033 juta barel setara minyak per hari.
Perubahan terjadi pada asumsi harga minyak mentah Indonesia dari semula yang diusulkan pemerintah US$80 per barel menjadi US$82 per barel. Perubahan harga Indonesia Crude Price (ICP) itu didasari pada pertimbangan kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir.
Naiknya asumsi harga ICP dan target lifting minyak berdampak pada postur APBN 2024. Dari pembahasan Banggar dan pemerintah, disepakati pendapatan negara dalam APBN 2024 naik Rp21 triliun dari Rp2.781,3 triliun menjadi Rp2.802,3 triliun.
Dalam Rapat Paripurna tersebut, Ketua Banggar Said Abdullah menyatakan, sejumlah perubahan dalam asumsi makro dan postur APBN tersebut berlandaskan pertimbangan perkembangan ekonomi dunia dan dampaknya ke dalam negeri.
Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa kredibilitas APBN akan tetap dijaga untuk mengiringi pemulihan ekonomi nasional yang terbilang cukup kuat.
























