• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

DUA LOGIKA DALAM SATU PIRING: EFISIENSI DI MATA PRESIDEN, PEMBOROSAN DI MATA RAKYAT

fusilat by fusilat
February 15, 2026
in Birokrasi, Feature
0
DUA LOGIKA DALAM SATU PIRING: EFISIENSI DI MATA PRESIDEN, PEMBOROSAN DI MATA RAKYAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Defisit Transparansi di Balik Klaim Efisiensi

Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan hasil dari efisiensi anggaran yang ketat. Klaim ini bahkan disebut mampu mengonsolidasikan ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Namun, di titik inilah logika publik menemukan jurang yang menganga. Efisiensi dari pos apa? Anggaran sektor mana yang dipangkas, dan dengan konsekuensi apa?

Tanpa penjelasan rinci mengenai realokasi anggaran tersebut, klaim efisiensi kehilangan fondasi rasionalnya. Publik tidak diberi peta fiskal yang memadai untuk menilai apakah program ini benar-benar lahir dari penghematan, atau sekadar memindahkan beban dari satu sektor ke sektor lain secara diam-diam. Dalam kondisi ini, wajar jika rakyat membaca kebijakan tersebut bukan sebagai efisiensi, melainkan sebagai pemborosan baru yang dilegitimasi oleh narasi kekuasaan.

Kebijakan yang Berjalan di Luar Nalar

Keganjilan logika semakin telanjang ketika MBG tetap dijalankan pada masa libur sekolah dan bulan puasa. Sejak awal, program ini dirancang sebagai intervensi berbasis sekolah—menyasar siswa aktif untuk mendukung gizi dan proses belajar. Namun, ketika sekolah libur dan aktivitas pendidikan berhenti, program justru tetap dipaksakan berjalan.

Di sinilah kebijakan kehilangan akal sehatnya. Program dipertahankan meski konteks sosialnya menghilang, dengan risiko mubazir yang tinggi dan manfaat yang semakin kabur. Logika pendidikan yang menjadi dasar kelahirannya runtuh, digantikan oleh logika operasional yang kaku dan tak peka terhadap situasi. Pertanyaannya sederhana namun mendasar: mengapa program harus terus berjalan ketika subjek utamanya tidak berada di ruang yang sama?

Saat Sistem Menyandera Kebijakan

Jawaban atas keganjilan tersebut tampaknya terletak pada struktur operasional MBG itu sendiri. Dalam praktiknya, yang pertama kali bergerak bukanlah kebutuhan anak, melainkan modal. Dapur telah dibangun, kontrak vendor telah diteken, bahan baku telah dipesan, dan rantai pasok telah dihidupkan.

Ketika sistem sudah terlanjur berputar, jeda bukan lagi opsi yang mudah—baik secara teknis maupun politis. Kebijakan tidak lagi memimpin sistem, tetapi justru disandera olehnya. Setiap penghentian berarti gangguan pada ekosistem bisnis yang telah tumbuh di sekitarnya. Grafik serapan anggaran harus tetap menanjak, bukan karena kebutuhan gizi anak yang mendesak, melainkan karena ekosistem ini menuntut kesinambungan tanpa henti.

Di titik ini, program sosial bertransformasi: dari instrumen kesejahteraan menjadi raksasa operasional yang otonom, sulit dikendalikan, dan semakin jauh dari tujuan awalnya.

Dari Gizi ke Angka

Pergeseran orientasi pun tak terelakkan. Fokus tidak lagi pada kualitas gizi dan dampak jangka panjang bagi anak, melainkan pada kuantitas porsi dan keamanan serapan anggaran. Ketika perputaran uang mencapai triliunan rupiah per hari, risiko penyalahgunaan bukan lagi sekadar kecurigaan politis, melainkan ancaman struktural yang nyata.

Tanpa transparansi yang radikal dan pengawasan yang independen, celah inefisiensi hingga potensi pencucian uang menjadi lubang hitam yang tak bisa diabaikan. Dalam skala sebesar ini, ketertutupan bukan hanya kelemahan administratif, tetapi bahaya sistemik.

MBG untuk Siapa?

Pertanyaan yang terus menggantung di benak rakyat tetap sama: MBG ini sebenarnya untuk siapa?

Jika gizi anak adalah prioritas tunggal, maka fleksibilitas, ketepatan sasaran, dan sensitivitas konteks seharusnya menjadi panglima. Namun, jika program tetap dipacu di saat sekolah sepi dan kebutuhan substantif meredup, maka kecurigaan menjadi sah: jangan-jangan penerima manfaat utamanya bukan anak didik, melainkan para pemutar modal dan penyerap anggaran di balik layar.

Kita sedang menyaksikan sebuah paradoks kebijakan—program yang lahir dari narasi “efisiensi”, tetapi dalam praktiknya terjebak dalam pemborosan sistemik demi menjaga napas sebuah ekosistem baru. Rakyat tidak membutuhkan grafik serapan yang terus menanjak atau angka fantastis di laporan keuangan. Rakyat membutuhkan kejujuran: bahwa uang negara benar-benar digunakan untuk membangun manusia, bukan sekadar memberi makan sebuah sistem yang sudah terlanjur gemuk dan tak bisa berhenti.

Jika sebuah kebijakan tak lagi bisa dikoreksi oleh nalar, maka ia berhenti menjadi program kesejahteraan. Ia menjelma menjadi beban sejarah—dibungkus rapi dalam piring makan siang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tanda-tanda Kejatuhan Prabowo

Next Post

Kekuasaan yang Kuat atau Kekuasaan yang Berbahaya? (Batas Tipis antara Konsolidasi Rezim dan Demokrasi Sehat)

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo
Birokrasi

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post

Kekuasaan yang Kuat atau Kekuasaan yang Berbahaya? (Batas Tipis antara Konsolidasi Rezim dan Demokrasi Sehat)

Makan Bergizi Gratis: Investasi SDM atau Ladang Problem Baru?

MBG: Game Changer yang Malah Mendisrupsi Ratusan Ribu Mata Pencaharian Kecil

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...