• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Duh, Kapal KPK Pecah Gara-gara Anies!?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
October 6, 2022
in Feature
0
KPK di Mata Saya

Gedung Merah Putih KPK/Net

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Pegiat Media

JAKARTA – Entah apa yang terjadi di internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Entah apa yang berkecamuk dalam benak insan-insan KPK. Mungkin ada yang mendidih bak magma di perut gunung. Ketika magma itu kian mendidih, ada yang kemudian membuncah bak lava pijar menyembur keluar. Buncahan lawa pijar itu adalah polemik antara Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Deputi Penindakan KPK Karyoto.

Kapal bernama KPK itu pun ibarat pecah. Dan penyebab pecahnya kapal KPK ternyata sederhana: seorang Anies Baswedan!

Senin (3/10/2022) lalu, Gubernur DKI Jakarta itu dideklarasikan Partai Nasdem sebagai calon presiden Pemilu 2024.

Ya, telah terjadi silang pendapat antara setidaknya Alexander Marwata dan Karyoto. Ini yang tampak di permukaan. Di bawah permuakaan silang pendapat itu mungkin lebih dahsyat lagi. Bahkan bukan antara Alex dan Karyoto saja, bisa jadi melibatkan insan-insan KPK lainnya. Ini seperti mengonfirmasi bahwa di tubuh KPK ada kubu-kubuan: kubu Polisi India dan kubu Polisi Taliban!

Semua bermula dari ketidakberesan KPK dalam menangani kasus dugaan korupsi ajang balap mobil listrik Formula E 2022 yang diselenggarakan di Jakarta pada 4 Juni lalu. KPK terlalu lama mengusut kasus ini. Akhirnya muncul polemik. Muncul kontroversi!

Ada yang menduga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlibat, sehingga sudah semestinya KPK mengusut kasus ini. Ada pula yang mengatakan KPK terlalu memaksakan diri untuk mengusut kasus ini yang ujung-ujungnya adalah kriminalisasi terhadap Anies Baswedan. Buktinya, KPK tak kunjung menemukan tersangka.

Sampai KPK melakukan gelar perkara, mungkin untuk kesekian kalinya, Senin (3/10/2022), lembaga antirasuah itu tak kunjung menaikkan perkara tersebut ke tahap penyidikan. Artinya, belum ditemukan unsur tindak pidananya. Belum ditemukan calon tersangkanya. Lalu, Ketua KPK Firli Bahuri pun disebut ngotot hendak mengkriminalisasi Anies.

Gerah dengan tuduhan itu dan tuduhan-tuduhan sejenisnya, akhirnya Alexander Marwata menyatakan KPK akan mengekspose penyelidikan kasus Formula E supaya publik bisa mengikuti perkembangannya dari waktu ke waktu. Namun, pernyataan pimpinan KPK itu justru dibantah oleh anak buahnya sendiri, Karyoto. Polisi kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, ini menyatakan penyelidikan kasus Formula E tak akan dibuka ke publik.

Mengapa sampai terjadi “perang terbuka” antar-insan KPK? Apakah gara-gara Anies lalu kapal KPK terpecah? Apa sesungguhnya yang terjadi di internal KPK? Apakah setiap insan KPK punya agenda bahkan target masing-masing?

Di KPK sudah tidak ada lagi Novel Baswedan yang selama ini disebut-sebut sebagai pelindung dan katalisator Anies. Kalau memang ada bukti yang cukup terkait keterlibatan Anies, mengapa tidak segera saja ditetapkan dan diumumkan sebagai tersangka?

Sebaliknya, kalau memang tidak ada bukti keterlibatan Anies, mengapa tidak segera dideklarasikan supaya nasib Anies tidak menggantung?

Semua itu demi kepastian hukum. Kepastian hukum merupakan bagian dari keadilan. Dengan adanya kepastian hukum, maka nasib Anies tidak akan tersandera lagi. Itu akan adil.

Pertanyaannya, kalau memang ada dugaan keterlibatan Anies, lalu apa yang ditakurkan oleh KPK? Toh Anies baru sebatas bakal capres, bukan presiden. Bahkan bila presiden korupsi pun wajib hukumnya bagi KPK untuk menindaknya. Ini sesuai prinsip “equality before the law” (keseteraan di muka hukum).

Kembali ke soal perang terbuka antara Alexander Marwata dan Karyoto, mengapa hal itu sampai terjadi? Kalau memang Karyoto punya pendapat berbeda, mengapa tidak disampaikan saja secara internal ke pimpinannya, lalu KPK melalui pimpinannya atau juru bicaranya meralat pernyataan Alex?

Atau justru akan ada pernyataan susulan dari pimpinan atau juru bicara KPK yang akan meralat pernyataan Karyoto? Di sinilah publik dibuat bingung. Pernyataan siapa, apakah Alex atau Karyoto, yang bisa menjadi pegangan?

Terlepas dari itu, bagaimana dengan kode etik KPK? Bagaimana kalau seorang deputi membantah pernyataan pimpinan KPK secara terbuka, bukan di forum rapat internal? Apakah akan ada sanksi buat Karyoto?

Alex pun sesumbar: deklarasi Anies sebagai capres tidak akan menyurutkan langkah KPK mengusut kasus Formula E. Kalau memang demikian, ayo buktikan dengan tindakan, bukan dengan kata-kata. Kalau sekadar bermain kata-kata, serahkan ke Anies Baswedan saja, karena dialah ahlinya.

Di pihak lain, Anies juga menantang: tunjukkan kalau memang saya ambil duit Formula E! Tantangan ini sebenarnya ditujukan buat KPK, bukan kepada publik. Sebab, KPK-lah yang paling berkompeten dalam perkara ini. KPK pula yang sedang menyelidiki perkara ini. Nah, lho!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tragedi Kanjuruan Hilangnya Asas Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Next Post

Ternyata, M Taufik Mundur dari Gerindra karena Kanker Paru, Bukan Dukung Anies!

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Ternyata, M Taufik Mundur dari Gerindra karena Kanker Paru, Bukan Dukung Anies!

Ternyata, M Taufik Mundur dari Gerindra karena Kanker Paru, Bukan Dukung Anies!

Lebih dari 30 tewas dalam penembakan di pusat anak-anak – Penyerang juga membunuh keluarganya sendiri sebelum melakukan bunuh diri

Lebih dari 30 tewas dalam penembakan di pusat anak-anak - Penyerang juga membunuh keluarganya sendiri sebelum melakukan bunuh diri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist