• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tragedi Kanjuruan Hilangnya Asas Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
October 6, 2022
in Feature
0
Tragedi Kelam Kanjuruhan!!! Mengapa Ada Tembakan Gas Air Mata, Padahal Itu Dilarang FIFA?

Situasi saat tragedi di Stadion Kanjuruhan terjadi. (Foto: AP/Yudha Prabowo)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Prihandoyo Kuswanto

Sejak diganti nya UUD 1945 dengan UUD 2002 kehidupan berbangsa dan bernegara semakin tidak jelas arah dan tujuan nya .
Apakah negara seperti ini yang kita inginkan ,apakah negara yang tidak lagi berdasarkan Pancasila yang kita inginkan .

Rasa nya akhir akhir ini institusi Polri ditelanjangi oleh alam semesta ,belum selesai kasus Sambo yang sangat miris dengan korban Josuwa bukan hanya ditembak tetapi mengalami penyiksaan yang tidak manusiawi .
Kemudian dengan Kasus Sambo ini terbonggkar lah Satgasus merah putih dengan Kekaisaran Sambo ,kasus Judi ,Narkoba ,Pencuciuang menjadikan marwa polisi dititik nadir .

Belum selesai kasus Sambo muncul sekarang tragedi Kanjuruan yang memilukan 219 anak bangsa meninggal karena gas air mata .
Bagaimana bisa melakukan penembakan dengan gas air mata ,membawah senjata dan gas air mata di dalam stadium saja dilarang apalagi menembakan nya .

Kasus demi kasus yang terjadi pada Polri kira nya perlu kita kaji secara mendasar dan mencermati kepolisian yang seperti apa yang harus nya dibutuhkan Indonesia .
Pemisahan polisi dari ABRI saat itu menginginkan polisi sipil tidak militeristik .
Dulu polisi baik baik ketika bergabung dengan ABRI ,tetapi sekarang polisi tidak menanggalkan kemiliteran nya bahkan lebih para bukan Dwi fungsi ABRI tetapi polisi menjadi multifungsi polisi .

Secara struktural polisi menggunakan sistem komando simbol kepangkatan seperti tentara banyak jendral nya .kemana mana pakai tongkat komando .
Dulu polisi baik karena jika terjadi persoalan hukum maka penyidik nya Polisi Militer .
Sekarang polisi menggunakan hukum sipil yang menyidik polisi teman sendiri .

Tragedi Kanjuruan adalah potret bagaimana polisi menyelesaikan masalah .
Jika saja pihak keamanan menggunakan pendekatan kemausiaan mengapa sporter yang masuk lapangan harus dihalau degan kekerasan di tendang dan dipetung.

Mengapa tidak menggunakan pendekatan dengan kasih sayang,bukan nya pertandingan sudah selesai dan coba kalau ditenangkan diajak duduk dilapangan untuk meredahkan emosi nya pasti akan lerem dan tenang .

Bukan nya pertandingan itu hanya satu kubu Aremania saja tidak ada penonton lawan nya .
Polisi tidak menguasai dan memahami Aremania k
Alay memahami pasti mengerti simpul simpul dan tokoh tokoh penggerak Aremania pasti ada pemimpin kelompok nya yang bisa diajak kompromi meredamkan masa .
Rupa nya polisi tidak dibekali pisikologi masa sehingga dengan gampang ditembak saja dengan gas air mata tidak memikir apa yang akan terjadi akibat nya jika di dalam stadium ditembak gas air mata , apa kemudian polisi berfikir akan terjadi banyak korban.
Kalau sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan ?
Tanggungjawab adalah pada Negara sebab tugas Negara ialah Melindungi segenap bangsa .Jadi kalau Aremania melayangkan Somasi pada Presiden untuk meminta maaf itu sudah benar dan Presiden seharus nya meminta maaf pada Aremania sebab Presiden alpa tidak mampu melindungi segenap bangsa .

Rupa nya dari tragedi Kanjuruan ini negara harus mengevaluasi peran Polri ,Walau Kapolri selalu menggunakan Jargon Persisi tetapi tidak dimengerti oleh polisi yang dilapangan tetap saja menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hot News: Presiden Jokowi Tak Salami Kapolri!

Next Post

Duh, Kapal KPK Pecah Gara-gara Anies!?

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
KPK di Mata Saya

Duh, Kapal KPK Pecah Gara-gara Anies!?

Ternyata, M Taufik Mundur dari Gerindra karena Kanker Paru, Bukan Dukung Anies!

Ternyata, M Taufik Mundur dari Gerindra karena Kanker Paru, Bukan Dukung Anies!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist