• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Apa Kabar Korupsi Whoosh? Jika Sulit, Baiknya KPK Merekrut Aktivis untuk Membantu Penyidik

fusilat by fusilat
June 8, 2026
in Crime, Feature
0
Dasar Berfikir Jokowi Salah Mindset – Yang Rugi Rakyat – Yang Rusak Negara
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Kasus proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) kembali menjadi perhatian publik. Proyek yang sejak awal menuai kontroversi ini terus menyisakan pertanyaan besar terkait pembengkakan biaya pembangunan yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara.

Dugaan korupsi dalam proyek Whoosh sejatinya telah menjadi perbincangan publik sejak 2023. Namun isu tersebut kembali mengemuka setelah Menteri Keuangan sempat menyampaikan keberatan terkait pembayaran utang yang berhubungan dengan proyek tersebut. Perhatian publik semakin besar ketika mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengungkap adanya indikasi penggelembungan anggaran (mark up) dalam pembangunan kereta cepat tersebut melalui kanal YouTube MMD Official pada 14 Oktober 2025.

Mahfud mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara biaya pembangunan kereta cepat di Indonesia dan di Tiongkok.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar AS. Akan tetapi, di China sendiri hitungannya hanya sekitar 17–18 juta dolar AS per kilometer. Naik tiga kali lipat. Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Itu harus diteliti siapa yang melakukan,” ujar Mahfud.

Menanggapi pernyataan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Mahfud MD menyampaikan laporan resmi agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Namun menurut penulis, sikap KPK tersebut patut dipertanyakan. Sebab, KPK tidak harus menunggu adanya laporan resmi ketika informasi mengenai dugaan tindak pidana korupsi telah diketahui secara luas melalui berbagai media dan pernyataan publik. Dalam perspektif hukum, tugas pokok dan fungsi KPK bukan sekadar menerima laporan, melainkan juga melakukan tindakan proaktif ketika terdapat indikasi kuat terjadinya tindak pidana korupsi yang merugikan negara.

Bahkan, apabila diperlukan, KPK memiliki kewenangan untuk meminta keterangan pihak-pihak yang dianggap mengetahui duduk perkara, termasuk Mahfud MD, guna mengklarifikasi dasar pernyataannya.

Terkait kasus Whoosh, terdapat sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian publik:

  1. KPK sejak awal 2025 telah melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam proyek Whoosh yang bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.
  2. Mahfud MD secara terbuka mengungkap adanya indikasi penggelembungan anggaran pembangunan kereta cepat tersebut.
  3. Berdasarkan berbagai estimasi yang beredar di ruang publik, biaya konstruksi per kilometer kereta cepat di Indonesia mencapai sekitar 52 juta dolar AS, sementara di Tiongkok hanya berkisar 17–18 juta dolar AS.
  4. KPK menyatakan belum memastikan apakah Ketua Komite Kereta Cepat, Luhut Binsar Pandjaitan, akan dimintai keterangan. Menurut penulis, justru dari sisi jabatan dan tanggung jawab kebijakan, pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang memiliki posisi strategis merupakan suatu keharusan.
  5. Hingga saat ini KPK masih berada pada tahap penyelidikan dan belum membuka detail perkara kepada publik.

Di sisi lain, publik juga mencatat adanya pernyataan Mahfud MD yang terkesan ambigu. Sebelum proses hukum berjalan, Mahfud justru menyatakan keraguannya terhadap kemungkinan keterlibatan Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut penulis, pandangan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip due process of law maupun asas persamaan di hadapan hukum (equality before the law). Penilaian mengenai ada atau tidaknya keterlibatan seseorang seharusnya didasarkan pada fakta hukum dan alat bukti, bukan pada intuisi atau persepsi subjektif mengenai karakter pribadi seseorang.

Mahfud, misalnya, pernah menyampaikan pandangan bahwa Luhut merupakan sosok berlatar belakang militer yang memiliki loyalitas tinggi terhadap Presiden Joko Widodo. Pernyataan seperti ini dapat menimbulkan kesan bahwa penilaian hukum dicampuradukkan dengan asumsi personal yang belum tentu relevan dalam proses pembuktian.

Apabila perspektif seperti itu lebih dominan dalam penanganan perkara, bukan tidak mungkin akan muncul konstruksi hukum yang menganggap proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung semata-mata sebagai kebijakan negara yang sah berdasarkan diskresi pemerintahan. Akibatnya, tanggung jawab hukum atas dugaan pembengkakan biaya berpotensi bergeser hanya kepada pelaksana teknis, pejabat administrasi proyek, atau pihak-pihak di tingkat operasional.

Jika skenario demikian terjadi, maka kekhawatiran publik semakin beralasan bahwa pihak yang akhirnya terseret dalam perkara ini hanyalah pelaku kelas menengah atau kelas bawah, sementara pihak-pihak yang memiliki kewenangan strategis dalam pengambilan keputusan tidak tersentuh proses hukum.

Padahal, prinsip negara hukum menghendaki bahwa setiap tindakan yang merugikan keuangan negara harus dapat dimintakan pertanggungjawaban kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab, tanpa membedakan jabatan, kedudukan politik, maupun kedekatan dengan kekuasaan.

Karena itu, penulis memandang KPK perlu menunjukkan keseriusan dan independensinya dalam mengusut perkara Whoosh secara menyeluruh. Penyelidikan tidak boleh berhenti pada lapisan teknis, melainkan harus menelusuri seluruh rantai pengambilan keputusan yang menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya proyek.

Sebagai masukan, KPK dapat memperluas partisipasi publik dengan melibatkan unsur masyarakat sipil, aktivis antikorupsi, akademisi hukum, serta para ekonom yang memiliki integritas dan kompetensi. Pelibatan unsur eksternal tersebut dapat menjadi bentuk pengawasan sekaligus dukungan moral agar proses penegakan hukum berjalan lebih transparan dan akuntabel.

Pada akhirnya, publik berharap KPK tidak larut dalam isu-isu lain yang menyita perhatian nasional, tetapi tetap fokus pada kasus-kasus yang berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi negara. Sebab uang negara pada hakikatnya adalah uang rakyat yang wajib dijaga dan dipertanggungjawabkan pengelolaannya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

IPW Nilai Usulan Menteri HAM Sarat Kepentingan Politik

fusilat

fusilat

Related Posts

Antusiasme Penonton Jepang Warnai Penampilan Angklung Svara Mandiri di Shibuya
Cross Cultural

Antusiasme Penonton Jepang Warnai Penampilan Angklung Svara Mandiri di Shibuya

June 7, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Feature

Prabowo Sedang Bunuh Diri

June 7, 2026
Radius 30: Nanik S Deyang!
Feature

Radius 30: Nanik S Deyang!

June 7, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran
daerah

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

by Karyudi Sutajah Putra
June 7, 2026
0

Jakarta -FusilaitNews.-- Kegiatan kamping remaja dan anak-anak di daerah Karanganyar, Jawa Tengah, dibubarkan paksa akibat tekanan ormas yang mengatasnamakan Forum...

Read more

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dasar Berfikir Jokowi Salah Mindset – Yang Rugi Rakyat – Yang Rusak Negara

Apa Kabar Korupsi Whoosh? Jika Sulit, Baiknya KPK Merekrut Aktivis untuk Membantu Penyidik

June 8, 2026
IPW Nilai Usulan Menteri HAM Sarat Kepentingan Politik

IPW Nilai Usulan Menteri HAM Sarat Kepentingan Politik

June 8, 2026
Antusiasme Penonton Jepang Warnai Penampilan Angklung Svara Mandiri di Shibuya

Antusiasme Penonton Jepang Warnai Penampilan Angklung Svara Mandiri di Shibuya

June 7, 2026
Svara Angklung Mandiri Perkenalkan Harmoni Nusantara di Jantung Kota Tokyo

Svara Angklung Mandiri Perkenalkan Harmoni Nusantara di Jantung Kota Tokyo

June 7, 2026
Pertunjukan Angklung Svara Mandiri Meriahkan Tokyo, Dihadiri 220 Penonton dari Berbagai Daerah di Jepang

Pertunjukan Angklung Svara Mandiri Meriahkan Tokyo, Dihadiri 220 Penonton dari Berbagai Daerah di Jepang

June 7, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Prabowo Sedang Bunuh Diri

June 7, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dasar Berfikir Jokowi Salah Mindset – Yang Rugi Rakyat – Yang Rusak Negara

Apa Kabar Korupsi Whoosh? Jika Sulit, Baiknya KPK Merekrut Aktivis untuk Membantu Penyidik

June 8, 2026
IPW Nilai Usulan Menteri HAM Sarat Kepentingan Politik

IPW Nilai Usulan Menteri HAM Sarat Kepentingan Politik

June 8, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist