Tokyo, Jepang – 7 Juni 2026 Alunan angklung yang khas dari Indonesia berhasil memukau penonton yang memenuhi Tokyo Women’s Plaza Hall, Aoyama, Shibuya, dalam acara Cross Cultural Exchange Indonesia–Jepang. Penampilan Svara Angklung Mandiri menjadi salah satu sorotan utama dalam kegiatan pertukaran budaya yang mempertemukan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui seni dan musik.
Kelompok angklung asal Indonesia tersebut menampilkan berbagai lagu yang menggabungkan kekayaan budaya kedua negara. Lagu-lagu seperti Kokoro no Tomo, Sukiyaki, Doraemon, Tanah Airku, Indonesia Pusaka, Bengawan Solo, Ampar-Ampar Pisang, Jali-Jali, dan Rasa Sayange dibawakan dengan harmonisasi angklung yang memikat.
Koordinator Angklung Svara Mandiri, Endang Kusprihatiningsih, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas sambutan luar biasa yang diberikan oleh keluarga besar Hippo Family Club serta seluruh tamu yang hadir dalam acara tersebut.
Menurut Endang, sejak awal acara berlangsung, suasana kekeluargaan sudah sangat terasa. Antusiasme penonton yang memenuhi ruangan membuat seluruh anggota Angklung Svara Mandiri semakin bersemangat menampilkan yang terbaik.
“Dengan penuh rasa syukur, saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya penampilan kami di Women’s Plaza Aoyama, Shibuya. Kami sangat merasakan suasana dan sambutan yang hangat serta luar biasa dari keluarga besar Hippo Family. Antusiasme para tamu yang hadir sungguh di luar dugaan kami,” ujarnya.
Bagi Endang, salah satu momen paling berkesan terjadi ketika Angklung Svara Mandiri membawakan lagu Indonesia Pusaka. Lagu yang sarat makna cinta tanah air tersebut ternyata mendapat respons yang sangat menyentuh dari para penonton.
“Saat lagu Indonesia Pusaka dimainkan dan menggema di seluruh ruangan, tanpa kami duga seluruh penonton ikut bernyanyi bersama dengan sangat khidmat. Di detik itu, kami merasa bukan lagi sekadar tamu, tetapi sudah menjadi bagian dari sebuah keluarga,” tuturnya.
Suasana haru tidak berhenti sampai di situ. Pada sesi interaktif angklung, para peserta dari Jepang diajak memainkan angklung bersama para anggota Svara Mandiri. Momen tersebut menciptakan kedekatan yang spontan dan hangat di antara seluruh peserta.
“Kami merasakan chemistry yang begitu kuat. Lagu dapat kami mainkan bersama dengan baik, seolah-olah kita adalah keluarga yang telah lama saling mengenal. Tidak ada lagi batas bahasa maupun negara. Yang ada hanya kebersamaan melalui musik,” kata Endang.
Ia menambahkan bahwa suasana tersebut sangat selaras dengan pesan yang ingin disampaikan melalui lagu penutup, Rasa Sayange, yang menggambarkan keakraban, kasih sayang, dan persahabatan.
Selain itu salah satu penonton asal Jepang, Yoshie Kokoi, mengaku sangat terkesan dengan penampilan yang disajikan oleh Angklung Svara Mandiri.
“Saya sangat menikmati konser tersebut. Musik dan penampilannya sangat luar biasa. Saya sangat terharu. Saya juga senang bisa mengenal tradisi daerah Indonesia.”
Pernyataan tersebut mencerminkan keberhasilan pertunjukan dalam menyampaikan pesan budaya kepada audiens internasional. Tidak hanya menyuguhkan hiburan, acara ini juga menjadi sarana edukasi yang memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada masyarakat Jepang.
Kegiatan yang diselenggarakan bersama LEX/Hippo Family Club ini menjadi bukti bahwa pertukaran budaya mampu membangun hubungan yang lebih erat antar masyarakat kedua negara. Melalui musik, perbedaan bahasa dan budaya dapat berubah menjadi jembatan yang mempererat persahabatan.
Penampilan Angklung Svara Mandiri di Tokyo tidak hanya menjadi kebanggaan bagi komunitas Indonesia yang hadir, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Jepang yang menyaksikannya. Harmoni angklung yang menggema di jantung kota Shibuya menjadi simbol persahabatan yang terus tumbuh antara Indonesia dan Jepang. (cep kuswandi)




























