• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Efisiensi atau Ilusi? Ketika Negara Mengencangkan Ikat Pinggang Rakyat

Ali Syarief by Ali Syarief
March 17, 2026
in Economy, Feature
0
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Ada satu pertanyaan mendasar yang seharusnya menggema di ruang-ruang kebijakan hari ini: mengapa setiap kali krisis datang, yang pertama kali diminta berhemat adalah rakyat?

Rencana pemerintah untuk menekan defisit APBN melalui pemangkasan anggaran, penerapan work from home (WFH), hingga penghematan bahan bakar minyak (BBM) tampak seperti langkah rasional di atas kertas. Namun, di balik narasi efisiensi itu, tersembunyi problem klasik yang tak pernah benar-benar diselesaikan: ketidakefisienan struktural negara itu sendiri.

Kita diberi penjelasan bahwa ancaman global—konflik Timur Tengah, lonjakan harga energi—memaksa negara untuk mengencangkan ikat pinggang. Pemerintah bahkan mempertimbangkan kebijakan WFH bagi ASN demi mengurangi konsumsi BBM dan menjaga defisit tetap di bawah 3 persen dari PDB.

Tetapi mari kita jujur:
Apakah defisit negara benar-benar disebabkan oleh konsumsi BBM pegawai negeri?


WFH: Solusi atau Simbol Kepanikan?

WFH bukan kebijakan baru. Ia pernah menjadi solusi darurat saat pandemi. Kini ia dihidupkan kembali—bukan karena efisiensi birokrasi, melainkan karena tekanan fiskal.

Argumen pemerintah sederhana: lebih sedikit mobilitas, lebih sedikit BBM yang terbakar, lebih kecil beban subsidi energi.

Namun pendekatan ini mengandung reduksi berbahaya. Negara seolah menyederhanakan persoalan defisit menjadi persoalan konsumsi individu, bukan desain kebijakan.

Padahal, jika ditarik lebih dalam, persoalan defisit justru terletak pada:

  • belanja negara yang tidak produktif,

  • kebocoran anggaran,

  • dan proyek-proyek besar yang tidak memiliki urgensi langsung bagi rakyat.

Ironisnya, bahkan pemerintah sendiri mengakui potensi kebocoran anggaran yang bisa mencapai puluhan persen dari total belanja negara.

Jika kebocoran itu nyata, maka pertanyaannya bukan lagi soal hemat BBM, tetapi:
Mengapa lubang besar itu tidak ditutup terlebih dahulu?


Efisiensi yang Salah Sasaran

Kita menyaksikan pola lama yang terus berulang:
Ketika tekanan fiskal meningkat, negara memilih jalur paling mudah—mengurangi aktivitas, membatasi mobilitas, dan menunda belanja.

Padahal, laporan ekonomi menunjukkan bahwa tekanan defisit justru sangat dipengaruhi oleh harga minyak global. Bahkan setiap kenaikan harga minyak dunia bisa menambah beban APBN hingga triliunan rupiah.

Artinya, persoalan ini bersifat struktural dan global, bukan sekadar perilaku domestik.

Namun solusi yang ditawarkan tetap bersifat mikro dan simbolik.

Ini seperti menghadapi kebocoran kapal besar dengan cara menyuruh penumpang mengurangi penggunaan air minum.


Negara Hemat, Siapa yang Menanggung?

Di balik jargon efisiensi, selalu ada distribusi beban yang tidak seimbang.

WFH mungkin tampak netral. Tetapi dalam praktiknya:

  • sektor informal tetap harus bekerja di luar,

  • pekerja harian tetap bergantung pada mobilitas,

  • dan ekonomi lokal bisa melemah akibat berkurangnya aktivitas.

Sementara itu, penghematan anggaran sering kali tidak menyentuh pos-pos besar yang sarat kepentingan politik.

Inilah paradoksnya:
negara berbicara tentang efisiensi, tetapi enggan menyentuh sumber inefisiensi itu sendiri.


Ilusi Disiplin Fiskal

Defisit di bawah 3 persen selalu dijadikan semacam “batas sakral” yang harus dijaga. Namun angka ini sering kali menjadi tujuan, bukan alat.

Negara tampak lebih sibuk menjaga citra fiskal daripada memperbaiki kualitas belanja.

Padahal, defisit bukan selalu musuh.
Yang menjadi masalah adalah defisit yang tidak produktif—defisit yang tidak menghasilkan pertumbuhan, tidak meningkatkan kesejahteraan, dan tidak memperkuat fondasi ekonomi.

Jika defisit ditekan dengan cara memotong aktivitas ekonomi, maka yang terjadi bukan stabilitas, melainkan stagnasi.


Kembali ke Akar Masalah

Krisis global memang nyata. Harga energi memang fluktuatif. Namun menjadikan rakyat sebagai instrumen efisiensi adalah pilihan politik, bukan keniscayaan.

Negara seharusnya memulai dari dirinya sendiri:

  • menutup kebocoran anggaran,

  • meninjau ulang proyek-proyek yang tidak prioritas,

  • dan memastikan setiap rupiah belanja memiliki dampak nyata.

WFH dan hemat BBM mungkin bisa menjadi bagian kecil dari solusi.
Namun menjadikannya sebagai strategi utama adalah bentuk penyederhanaan yang berbahaya.


Penutup: Efisiensi Sejati

Efisiensi sejati bukanlah tentang mengurangi gerak rakyat.
Ia adalah tentang memperbaiki cara negara bekerja.

Selama negara masih boros dalam kebijakan,
selama anggaran masih bocor dalam sistem,
selama prioritas masih ditentukan oleh kepentingan,

maka setiap seruan hemat hanyalah gema kosong.

Dan rakyat—lagi-lagi—hanya diminta untuk memahami.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Iran War”: Narasi Siapa, Perang Siapa?

Next Post

Nasib BoP di Tengah Runtuhnya Dominasi Amerika Serikat dan Peta Baru Timur Tengah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Nasib BoP di Tengah Runtuhnya Dominasi Amerika Serikat dan Peta Baru Timur Tengah

Nasib BoP di Tengah Runtuhnya Dominasi Amerika Serikat dan Peta Baru Timur Tengah

Dalam Wacana Prabowo – Ganjar, PDIP dan Gerindra Saling Ngotot Kadernya Harus Capres 

MEMBACA SERUAN DASCO: PERSATUAN SEBAGAI KETAHANAN SISTEM

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist