• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Episode Baru ” Drama” Pembunuhan Vina & Eky, Dugaan Kesaksian Palsu Aep dan Dede

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
July 13, 2024
in Feature
0
Misteri” Saksi Aep Penjerat Pegi, Bikin Penasaran Pengamat Hukum Susno Duaji dan Reza Indragiri

“Aep (A) perlu diproses hukum keterangannya selama ini adalah barang yang paling merusak pengungkapan fakta,” kata Reza, kemarin. (Tangkap layar ILC TV One)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa Aep dan Dede, dan mengapa dia bisa memberi kesaksian?

Cirebon – Fusilatnews – ” Drama ” kasus pembunuhan Pasangan Vina & Eky memqsuki episode baru setelah Pegi Setiawan memenangkan praperadilan,.

Kini Aep dan Dede mengambil alih ” peran utama ” karena dari kesaksian Aep-lah, nama Pegi muncul dalam peristiwa kematian Vina dan Eky di Cirebon pada pada 27 Agustus 2016 silam.

Karena penetapan Pegi sebagai tersangka sekaligus sebagai orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang alias polisi tidak sah, kini mulai muncul sangkaan bahwa kesaksian Aep dan Dede dalam kasus yang disebut sebagai Vina Cirebon delapan tahun silam itu adalah keterangan palsu.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menilai Aep perlu diproses hukum. “Keterangannya, sebagaimana perspektif saya selama ini, adalah barang yang paling merusak pengungkapan fakta,” katanya, Selasa, 9 Juli 2024.

Menurut Reza, Aep diduga memberikan kesaksian palsu atau false confession. “Persoalannya, keterangan palsu Aep itu datang dari mana? Dari dirinya sendiri ataukah dari pengaruh eksternal? Jika dari pihak eksternal, siapakah pihak itu?” kata Reza

Untuk kepentingan bagi 7 terpidana lain untuk mengajukan Peninjauan Kembali Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) telah melaporkan Aep dan Dede ke Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia atau Bareskrim Polri pada Rabu, 10 Juli 2024.

Siapa Aep dan Dede, dan mengapa dia bisa memberi kesaksian?

Berdasarkan dokumen putusan Pengadilan Negeri (PN) Cirebon yang diperoleh , pernyataan dua laki-laki itu dipakai oleh Rudiana, yang juga ayah Eky, untuk menangkap para pelaku.

Rudiana adalah seorang polisi yang menjabat Kepala Unit Satuan Narkoba Polres Cirebon Kota dengan pangkat Inspektur Dua

Mulanya, pada malam kejadian, 27 Agustus 2016, Rudiana mendapat kabar dari pihak kepolisian, anaknya berada di kamar jenazah di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati, Cirebon.

Rudiana langsung bergegas dan melihat kondisi fisik Eky yang menurut peniliannya tidak wajar jika meninggal akibat kecelakaan.

Dua hari setelah Eky dimakamkan, Rudiana mencari informasi di Polsek Talun, sekaligus melihat sepada motor yang dipakai sang anak saat kejadian. Kecurigaan Rudiana semakin kuat, sebab motor itu tidak rusak parah.

Pada Rabu, 31 Agustus 2016, sekitar pukul 10.00 WIB, Rudiana ditemani oleh rekannya sesama polisi, terjun langsung ke lapangan mencari saksi yang mengetahui penyebab kematian anaknya.

Sekitar pukul 14.00 WIB, ayah dari Eky menuju ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Kota Cirebon. “Disana bertemu dengan Aep dan Dede yang bekerja di tempat pencucian mobil,” kata Rudiana, berdasarkan keterangannya yang tertuang dalam putusan PN Cirebon.

Dalam risalah putusan hakim, Aep dan Dede menjelaskan secara detail, pada Sabtu, 27 Agustus 2016, sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Perjuangan Kampung Situgangga, ada sekelompok anak-anak muda dari geng motor, saling ribut dan kejar-kejaran.

Salah satu ciri ada seorang dari geng motor tersebut di dahinya ditempel hansaplast.

“Sebelum kejar-kejaran, ada lempar batu dan mereka saling mengejar ke arah jembatan layang,” demikian bunyi kesaksian Aep dan Dede melalui keterangan yang disampaikan Rudiana.

Setelah mendapat informasi awal dari Aep dan Dede, Rudiana memberi nomor teleponnya kepada dua laki-laki itu dan berpesan jika melihat sekelompok yang diduga melakukan keributan di malam tersebut, segera mengubungi dirinya.

Dua jam kemudian, Aep langsung menghubungi Rudiana memberitahukan sekelompok anak muda yang ribut pada malam kejadian sedang berada di lokasi SMPN 11 Kota Cirebon.

Rudiana bersama beberapa rekan dari kepolisian kembali ke lokasi tempat bertemu dengan Aep dan Dede, dan pada saat itu juga langsung mengamankan 8 orang yaitu Eko Ramadhani, Supriyanto, Hadi Saputra, Eka Sandi, Sudirman, Jaya, dan Saka Tatal.

Mereka langsung dibawa ke Polres Cirebon Kota untuk di interogasi, dan sekitar pukul 18.30 WIB, Rudiana melaporkan terduga pelaku yang menyebabkan Eky meninggal ke Unit Reskrim Polres Cirebon Kota.

Rudiana juga menyebutkan 4 nama pelaku yang berhasil kabur, diantaranya: Andika, Andi, Dani, dan Pegi.

Belakangan Polda Jabar menggugurkan Andika, Andi, Dakemu sebagai tersangka dan DPO

Delapan tahun kemudian, Rudiana kini berpangkat inspektur satu dan menjabat Kepala Kepolisian Sektor Kapetakan, Cirebon.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kuasa Hukum Pegi: Polisi Tidak Buka Alat Bukti Sebagai Dasar Mentersangkakan Pegi.

Next Post

Penasaran Dengan Putusan Hakim, Polda Jawa Barat Dalami Berkas Putusan Praperadilan Pegi Setiawan

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Pengakuan Pegi Selama Di Tahanan: Dipukul dan Dibekap dengan Kantong Plastik

Penasaran Dengan Putusan Hakim, Polda Jawa Barat Dalami Berkas Putusan Praperadilan Pegi Setiawan

Cerita Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Kepada Yusuf Kalla di Doha

Cerita Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Kepada Yusuf Kalla di Doha

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist