Setiap menjelang pemilu banyak tokoh publik, Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat, selebriti, seniman, tokoh profesional yang sebelumnya independen tertarik bergabung dengan partai politik, apa yang mendorong mereka itu bergabung dengan partai politik dan menjadi politikus?
Mereka tertarik bergabung dengan partai politik tentu saja ada berbagai alasan dan motivasi yang melatar belakangi mereka tertarik dengan partai politik, bergantung pada tingkat pendidikan dan kapasitas intelektual mereka.
Dari berbagai macam pengungkapan saat mereka diwawancara, muaranya cuma satu yaitu mereka tertarik menjadi pejabat negara, entah itu legislator pada segala tingkatan, menjadi bupati/walikota, Gubernur atau menjadi seorang menteri.
Ridwan Kamil misalnya, seorang yang mengawali karir politiknya ketika ia terpilih menjadi Walikota Bandung, Sebelum terpilih menjadi walikota Bandung Ridwan Kamil adalah seorang arsitek, disela kesibukannya sebagai arsitek Ridwan Kamil adalah seorang aktivis media sosial yang menggunakan platform Facebook dan Twitter untuk mengekspresikan berbagai gagasan dan kritiknya dan solusinya kepada pejabat publik.
Ridwan Kamil adalah contoh seorang politikus yang mengawali dari bawah menjadi walikota dan sekarang menjadi Gubernur, yang membangun popularitas politik melalui berbagai tulisannya yang ia posting di media sosial Saat menjadi walikota sampai Gubernur Ridwan Kamil bukan anggota atau kader partai politik manapun karena jabatan politik yang ia peroleh berawal dari penunjukan koalisi banyak partai politik yang mengusungnya. Ia berpikir, politik merupakan cara memperjuangkan cita-cita. Dan cara yang diambilnya saat itu ialah berkontestasi dengan dicalonkan atau diusung partai politik tanpa bergabung dengan parpol tersebut.
Sekarang ia resmi bergabung dengan Partai Golkar, apa yang mendorong ia bergabung dengan partai politik khususnya Partai Golkar? Ridwan Kamil adalah figur yang punya segudang gagasan dalam partisipasinya membangun republik ini. Karena itulah Ridwan Kamil meyakini bersama Golkar ia bisa mengaktualisasikan gagasan-gagasan yang dimilikinya menjadi bermanfaat bagi rakyat. Namun, menjelang Pemilihan Umum 2024, Ridwan Kamil memutuskan untuk merapat ke Partai Golkar. Gubernur Jawa Barat ini menilai, sudah saatnya gagasan-gagasan yang ia miliki diperluas. Parpol, lanjut Kamil, ialah platform paling cepat untuk memasifkan gagasan-gagasannya.”Itulah kenapa saya memutuskan masuk partai. Saya ingin memperluas kebaikan-kebaikan, memasifkan gagasan-gagasan, yang tadinya hanya di Jawa Barat, bisa meluas ke seluruh Indonesia melalui pintu parpol,” kata Kamil dalam webinar eksklusif bagi pelanggan Kompas.id, ”Kenapa Tokoh Publik Mau Masuk Partai Politik?”, di Jakarta, Rabu (8/2) sore.Pada 18 Januari 2023, Kamil resmi menjadi kader Golkar. Keputusan itu diambilnya setelah melakukan riset tentang parpol. Ia menemukan. cakupan parpol sangat luas karena memiliki anak cabang ranting sampai ke desa. Parpol juga setidaknya memiliki tiga fungsi, yaitu pelayanan publik, pendidikan politik, dan perebutan kekuasaan. Dua fungsi pertama itu yang ingin ia jalankan bersama parpol tanpa menunggu momentum menjelang pemilu yang lima tahun sekali.Ridwan Kamil memahami betul konsekuensi dari keputusannya bergabung dengan parpol, yaitu mengikuti konsensus yang sudah ditentukan, termasuk soal pilihan calon presiden dan wakil presiden ataupun penugasan untuknya. Begitu bergabung, Kamil langsung didapuk sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Pemilih DPP Partai Golkar.
Mengemban tugas tersebut, Kamil akan menggalang suara pemilih, khususnya generasi muda. Ia, antara lain, akan memanfaatkan kepiawaiannya menggunakan media sosial untuk mempromosikan Golkar. Apalagi, Kamil memiliki modal baik berupa popularitas maupun elektabilitas. Ia bahkan muncul sebagai sosok yang tak hanya populer sebagai kepala daerah, tetapi juga masuk dalam jajaran capres dan cawapres pilihan publik versi sejumlah hasil lembaga survei.
Kendati demikian, Kamil mengatakan, popularitas dan elektabilitas merupakan harta yang diserahkannya pada parpol untuk digunakan sesuai kebutuhan. Adapun ia akan fokus pada tugasnya. Toh, kata Kamil, magnetnya diklaim sudah membuahkan hasil. Hal itu dibuktikan dengan sudah banyak tokoh publik yang mau bergabung dengan Golkar. ”Mulai dari profesor, advokat, hingga artis akan bersama-sama dengan saya mengumumkan kepada publik bahwa mereka bergabung dengan Golkar,” ujarnya.
























