• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Gibran dalam Cengkeraman Gaya Prabowo

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
October 21, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Paslon Prabowo – Gibran Kumpulkan Advokad Kondang untuk Menangkan PHPU di MK
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis

Angin politik di Istana tampaknya mulai berubah arah. Gibran Rakabuming Raka, wakil presiden muda yang selama ini terlindung di balik bayang besar ayahnya, kini mulai merasakan cekikan halus dari tangan dingin Presiden Prabowo Subianto. Kabarnya, sang presiden tengah menyiapkan kebijakan untuk memfungsikan kembali para eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) — langkah yang, di permukaan, tampak sebagai penguatan moral pemerintahan, namun di baliknya bisa berarti tekanan politik bagi siapa pun yang memiliki catatan dengan lembaga antirasuah itu.

Dan Gibran bukan satu-satunya. Adiknya, Kaesang Pangarep, juga masuk dalam daftar nama-nama yang pernah bersinggungan dengan sorotan publik terkait transparansi dan etika politik. Dua bersaudara ini adalah simbol dari era baru politik pewarisan kekuasaan — era ketika politik keluarga bercampur dengan estetika media sosial dan gaya kepemimpinan yang serba improvisasi.

Namun bayangan idealisme Prabowo tampaknya tak mudah ditembus oleh gaya “santai tapi berisik” khas Gibran. Publik masih ingat bagaimana Gibran, yang latar pendidikannya disebut-sebut berhenti di jenjang SMP sebelum kemudian menempuh jalur nonformal di luar negeri, lebih dikenal karena ocehan jenakanya di dunia maya ketimbang pemikiran substantif di ruang publik. Ungkapan “fufu fafa” yang sempat viral itu bukan saja menjadi simbol gaya komunikasi absurd, tetapi juga menegaskan betapa jauh jarak antara keseriusan jabatan negara dan kesembronoan ekspresi anak muda yang kebetulan lahir dari keluarga istana.

Ketika Gibran muncul menemui para pengemudi ojek online yang berdemo, tampil dengan sepatu mahal dan gestur sok akrab, publik membaca adegan itu bukan sebagai empati, melainkan sebagai sandiwara politik kelas menengah. Gibran tampak “ingin seperti rakyat”, tapi gagal menghapus kesan “anak sultan”. Ia tampak hadir, tapi tanpa kedalaman makna.

Lebih jauh, jejak konstitusionalnya juga tak mudah dihapus dari ingatan publik. Ia adalah produk dari pelanggaran etik yang mencoreng wajah Mahkamah Konstitusi. Pamannya, Anwar Usman, dipecat karena melanggar etik saat memimpin sidang yang membuka jalan bagi perubahan batas usia calon wakil presiden — perubahan yang secara ajaib memuluskan langkah Gibran menuju Pilpres 2024.

Kini, di tengah pemerintahan Prabowo yang cenderung sentralistik dan berdisiplin hierarkis, Gibran bisa saja menjadi beban simbolik. Bagaimana mungkin seorang wakil presiden dengan rekam akademik dan kapasitas terbatas mampu memimpin para menteri yang sebagian besar bergelar doktor dan profesor? Pertanyaan ini mengambang di udara, diucapkan pelan oleh banyak kalangan, tapi belum dijawab dengan sikap jantan oleh sang wakil presiden sendiri.

Jika Gibran masih memiliki sisa kebijaksanaan politik, mungkin saat inilah waktunya untuk bercermin. Kekuasaan bukanlah panggung lelucon, dan jabatan bukan sekadar trofi keluarga. Barangkali, langkah paling terhormat bagi seorang pemimpin muda yang tersesat dalam pusaran kekuasaan adalah tahu kapan harus mundur. Dan barangkali, sejarah akan lebih menghormatinya jika ia melakukannya dengan kepala tegak — bukan setelah dicekik oleh gaya kepemimpinan Prabowo yang tak memberi ruang bagi ketidaksiapan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Luhut Vs Purbaya: Drama Family Office

Next Post

Kebijakan “Any Quality” yang Anyar tapi Amburadul: Saat Bulog Dipaksa Menelan Gabah Basah

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Bulog Karawang Serap Gabah Petani Meski Capai 136 Persen dari Target

Kebijakan “Any Quality” yang Anyar tapi Amburadul: Saat Bulog Dipaksa Menelan Gabah Basah

Tragis Indonesia dari Negara Pengekspor ke Pengimpor Energi

UU Pers VS Laporan Pencemaran Nama Baik Bahlil

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...