Oleh ; Syafrin.
FusilatNews, Jumat, 1 Juli 2022.
Teramati pada pukul 16:29 WITA hari jumat tanggal 1 Juli 2022, tinggi kolom letusan lebih kurang 1.300 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 5.346 mm dan durasi 46.6 detik.
Sedangkan pada pukul 21:38 WITA, tinggi kolom letusan teramati lebih kurang 1.200 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi 59 detik. Berstatus siaga III.
Kolom abu tersebut berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi kurang lebih 59 detik. Letusan tersebut mengeluarkan suara gemuruh kuat, disertai lontaran ke segala arah.
Sabtu, 2 Juli 2022, pukul 01:33 WITA kembali terjadi erupsi dengan ketinggian kolom abu teramati kurang lebih 1.000 m diatas puncak atau kurang lebih 2.423 m Diatas Permukaan Laut (DPL).
Kolom abu teramati masih berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 16 mm dan durasi 33 detik.
Badan Geologi, PVMBG menghimbau ; agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok. Dan juga pada radius 3.5 km untuk sektor tenggara, serta radius 4 km untuk sektor timur dan timurlaut.
Khusus Kepada Masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman guguran lava pijar dan awan panas dari bagian timur puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok.
Sumber: KESDM, Badan Geologi, PVMBG, Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok @PVMBG_

























