• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

 Habis Raja Jawa, Terbitlah Mulyono, Terbitlah…

fusilat by fusilat
September 2, 2024
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
 Habis Raja Jawa, Terbitlah Mulyono, Terbitlah…
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet,” kata William Shakespeare (1564-1616), pujangga terbesar Inggris, yang artinya kurang lebih, “Apalah arti sebuah nama? Andaikata kita memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan beraroma wangi.”

Demikianlah. Mau disebut “Raja Jawa” atau “Mulyono”, intinya sama saja: orang kuat!

Dan Raja Jawa atau Mulyono itu merujuk pada sosok yang satu atau sama: Joko Widodo!

Adalah Bahlil Lahadalia yang secara vulgar menyebut sosok Raja Jawa saat dirinya terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional XI di Jakarta, Rabu (21/8/2024).

Bahlil mendeskripsikan Raja Jawa itu “ngeri-ngeri sedap”. Siapa pun yang berani main-main dengannya, maka akan celaka.

Meski Bahlil tak menyebut nama, namun publik kemudian mengasosiasikan Raja Jawa itu dengan Presiden Jokowi.

Ironisnya, kendati Bahlil menggambarkan sosok Raja Jawa itu “ngeri-ngeri sedap”, namun sejauh ini tak ada respons apa pun dari Jokowi di ranah publik atas sebutan Raja Jawa dari Bahlil itu. Entah di ranah privat mereka berdua.

Atau mungkin Jokowi justru menikmati bahkan bangga dengan sebutan Raja Jawa itu. Sebutan tersebut pun menjadi semacam peringatan bahkan ancaman bagi siapa pun yang hendak bermain-main dengan Jokowi.

Jokowi merasa terwakili oleh Bahlil. Tak perlu memberikan peringatan atau ancaman secara langsung, kini pihak-pihak yang mau bermain-main dengan Jokowi akan berpikir seribu kali.

Atau mungkin pula Jokowi memang mengandaikan atau mengidentifikasi dirinya sebagai raja. Lihat saja saat pelantikan jabatannya di periode pertama, 20 Oktober 2014, Jokowi menaiki kereta kencana dari Semanggi menuju Istana Merdeka.

Kereta kencana itu milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, namun kuda dan kusir atau saisnya sengaja didatangkan dari Solo atau Surakarta, Jawa Tengah, kota kelahiran Jokowi.

Di Solo juga ada dua kerajaan, yakni Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran.

Identifikasi Jokowi sebagai raja juga klop dengan upaya wong Solo itu untuk melanggengkan kekuasaannya seperti raja, baik melalui wacana tiga periode dengan amandemen Pasal 7 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, ataupun perpanjangan masa jabatan di periode kedua selama dua tahun dengan dalih ada pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia.

Sayangnya, upaya Jokowi menjadikan dirinya laksana raja terganjal oleh penolakan publik, terutama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Ganti Nama

Belum reda riuh-rendah ihwal Raja Jawa, kini muncul sebutan Mulyono. Adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Barat Ono Surono yang melontarkan sebutan Mulyono itu.

Ceritanya, DPD PDIP Jabar mau mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur Jabar di menit-menit terakhir pendaftaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Kamis (29/8/2024) malam. Setelah melalui tarik-ulur, akhirnya Anies batal diajukan. Ono Surono kemudian menyebut nama Mulyono yang telah menggagalkan pencalonan Anies tersebut, setelah di Jakarta juga gagal.

Publik kemudian mengasosiasikan nama Mulyono itu dengan Presiden Jokowi. Maklum, Mulyono adalah nama kecil Jokowi yang saat itu sakit-sakitan sehingga namanya diganti menjadi Joko Widodo, sebagaimana lazimnya kebiasaan masyarakat Jawa. Hal ini pun diakui Jokowi sendiri.

Cerita pergantian nama Jokowi itu dikisahkan dalam buku, “Jokowi Menuju Cahaya” karya Alberthiene Endah yang diluncurkan pada Kamis (13/12/2018), yang juga dihadiri Jokowi.

“Saya terlahir dengan nama Mulyono. Tapi, nama itu tak terlalu lama saya miliki karena orang tua saya segera mencarikan nama baru ketika saya berulang kali sakit,” kata Jokowi dalam buku tersebut, seperti dikutip sebuah media.

“Maka, nama Mulyono kemudian diganti dengan Joko Widodo. Boleh tidak percaya, saya kemudian tumbuh sehat. Itu misteri,” kata Jokowi.

Seperti Raja Jawa, Mulyono juga digambarkan Ono Surono sebagai sosok yang kuat, yang bisa menggagalkan pencalonan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 itu baik di Jakarta maupun Jabar.

Habis Raja Jawa, terbitlah Mulyono, lalu terbitlah …

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Selama Agustus 2024 Jabar Diguncang Ratusan Kali Gempa Bumi

Next Post

Sah, Anak Agung Istri Paramita Dewi Anggota DPRD Provinsi Bali 2024-2029, Siapa Dia?

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Anak Agung Istri Paramita Dewi dan sang ayah I Gusti Agung Rai Wirajaya.

Sah, Anak Agung Istri Paramita Dewi Anggota DPRD Provinsi Bali 2024-2029, Siapa Dia?

Cegah Kotak Kosong KPU DIduga loloskan pàsangan Independen Darma Pangrekun- Kun wardana

Maraknya PHK Jadi Perhatian Darma Pangrekun

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...