PT Pertamina Persero berencana hanya merelokasi sebagian fasilitas di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta Utame yaitu TBBM ritel.
Jakarta – Fusilatnews – Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (14/3). Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memaparkan rencana untuk memindahkan latau merelokasi salah satu fasilitas yang ada di Depo Pertamina Plumpang
Fasilitas itu adalah terminal untuk bahan bakar minyak (BBM) ritel . Depo Plumpang merupakan integreted terminal Jakarta yang mencakup terminal BBM ritel, BBM untuk industri, elpiji, hingga pelumas. Tetapi hanya satu fasilitas yang memungkinkan untuk direlokasi.
“Bukan hanya terminal BBM ritel, di situ ada juga terminal BBM industri, elpiji, pelumas, dan sebagainya, namun yang akan direlokasi sebagian saja yaitu BBM ritel,” papar Nicke
Terminal BBM ritel dipilih untuk direlokasi karena kegiatannya sangat padat di Depo Plumpang, terlebih depo ini berdekatan dengan pemukiman warga.
Menurut Nicke, pengisian BBM ke mobil tangki mencapai 1.000 kali per hari di depo tersebut. Artinya, satu mobil tangki bisa 3-4 kali bolak-balik di stasiun pengisian (filling station) terminal BBM ritel Depo Plumpang.
Sehingga kalau dengan kondisi hari ini jalanan juga berbaur dengan masyarakat, dan di kawasan itu juga sudah sangat padat dengan penduduk, maka ini (terminal BBM ritel) perlu direlokasi,” paparnya
Nicke menegaskan, rencana relokasi terminal BBM ritel dari Depo Plumpang memang menjadi bagian dari program perusahaan sejak tiga tahun lalu.
Relokasi ini tak berkaitan dengan insiden kebakaran pipa di Depo Plumpang 3 Maret 2023.
Nantinya, terminal BBM ritel bakal dipindah ke Kali Baru, Jakarta Utara, lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Pada kawasan ini akan dibangun juga fasilitas untuk menambah kapasitas produksi produk petrokimia, hidrogen, biogasoline, hingga LNG. “Jadi ini sudah kami rencanakan sejak tiga tahun lalu, bukan karena kebakaran ini,” imbuh dia.
Faasilitas baru di Kali Baru itu diperkirakan baru akan rampung lima tahun mendatang. Oleh sebab itu, Depo Plumpang ke depannya masih akan beroperasi dan tidak bisa ditutup.





















