• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hardiknas Tanpa Gairah: Prabowo Terlihat Tidak Menggebu Mencerdaskan Bangsa

Ali Syarief by Ali Syarief
May 2, 2026
in Feature, Pendidikan, Tokoh/Figur
0
Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Hari Pendidikan Nasional semestinya menjadi panggung moral bagi negara untuk menegaskan komitmen paling mendasar: mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat itu bukan sekadar frasa dalam Pembukaan UUD 1945, melainkan janji historis yang menuntut keberpihakan nyata, arah kebijakan jelas, dan kepemimpinan yang terasa hadir. Namun pada Hardiknas tahun ini, publik justru disuguhi kesunyian yang ganjil.

Alih-alih pidato yang menggugah atau langkah konkret yang terukur, Presiden Prabowo memilih jalur paling minimal: ucapan simbolik. Tidak ada elaborasi visi, tidak ada penegasan prioritas, dan tidak tampak sense of urgency yang biasanya menyertai isu sepenting pendidikan. Dalam konteks negara berkembang dengan tantangan kualitas SDM yang kompleks, sikap semacam ini sulit dibaca sebagai keseriusan—apalagi kegairahan.

Padahal, pendidikan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Ketimpangan akses masih nyata, kualitas guru belum merata, dan arah kurikulum kerap berubah mengikuti selera kekuasaan, bukan kebutuhan jangka panjang. Di tengah lanskap seperti itu, Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan; ia adalah momen refleksi sekaligus deklarasi politik. Ketika momen itu dilewatkan tanpa substansi, pesan yang tersisa justru ambigu: apakah pendidikan benar-benar prioritas?

Kepemimpinan diuji bukan hanya pada kebijakan besar, tetapi juga pada simbol dan momentum. Seorang presiden yang ingin menunjukkan komitmen pada pendidikan akan memanfaatkan Hardiknas untuk mengonsolidasikan arah, menyampaikan peta jalan, bahkan mengakui kelemahan sistem yang ada. Di sinilah kekosongan terasa. Tidak ada narasi besar yang mengikat publik pada visi pendidikan nasional yang lebih bermakna.

Lebih jauh, ini menimbulkan pertanyaan tentang hirarki prioritas pemerintahan. Ketika energi politik dan fiskal tampak lebih terkonsentrasi pada proyek-proyek infrastruktur dan agenda lain, pendidikan berisiko menjadi isu pinggiran—penting secara retoris, tetapi tidak mendesak secara politik. Jika benar demikian, maka yang kita hadapi bukan sekadar kekurangan komunikasi, melainkan masalah orientasi.

Kritik ini bukan berarti menafikan kemungkinan adanya program pendidikan di balik layar. Namun dalam politik modern, apa yang tidak dikomunikasikan dengan kuat sering kali dianggap tidak ada. Publik membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan teknokratis; mereka membutuhkan keyakinan bahwa pemimpinnya benar-benar menempatkan pendidikan sebagai fondasi masa depan bangsa.

Hardiknas seharusnya menjadi panggilan, bukan rutinitas. Ia adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa negara hadir dengan gagasan, keberanian, dan empati terhadap nasib generasi berikutnya. Ketika kesempatan itu dilewatkan dengan minim pesan, maka wajar jika muncul kesan: negara—setidaknya pada hari itu—tidak sedang menggebu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dan mungkin, justru di situlah persoalan terbesarnya.

📊 Perbandingan Pendidikan ASEAN (PISA 2022)

NegaraPeringkat Global (±)Posisi di ASEANCatatan Kinerja
Singapore#1 dunia1Terbaik global di semua bidang (math, reading, science)
Vietnam~30–352Konsisten tinggi meski negara berkembang
Malaysia~40–503–4Menengah, sempat turun dalam tren terbaru
Brunei Darussalam~40-an3–4Relatif stabil, di atas rata-rata ASEAN
Thailand~50–605Menengah bawah di ASEAN
Indonesia~60–706Rendah, bahkan mengalami penurunan skor
Philippines~70–757Termasuk terbawah ASEAN

📌 Membaca Tabel Ini (Interpretasi Kritis)

  1. Kesenjangan ekstrem di ASEAN
    • Singapore = level dunia
    • Indonesia = masih berjuang di level dasar
  2. Vietnam jadi “anomali”
    • Bukan negara kaya, tapi hasil pendidikan tinggi
    • Artinya: kualitas pendidikan tidak selalu linear dengan kekayaan negara
  3. Indonesia stagnan bahkan mundur
    • Banyak negara ASEAN naik atau stabil
    • Indonesia justru mengalami penurunan performa

🧠 Kesimpulan tajam

Jika memakai data objektif seperti PISA, posisi Indonesia di ASEAN bukan sekadar “belum unggul”—tetapi tertinggal secara struktural.

Dan ini penting untuk konteks kritik Anda sebelumnya:
ketika Hardiknas tidak disertai agenda besar, sementara data menunjukkan ketertinggalan nyata, maka kesan “tidak menggebu mencerdaskan bangsa” bukan sekadar opini—tetapi punya dasar empiris.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ilmu & Amal yang Berimbang Menjadi Indah & Barokah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ilmu & Amal yang Berimbang Menjadi Indah & Barokah

May 2, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026
Economy

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?

Hardiknas Tanpa Gairah: Prabowo Terlihat Tidak Menggebu Mencerdaskan Bangsa

May 2, 2026

Ilmu & Amal yang Berimbang Menjadi Indah & Barokah

May 2, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?

Hardiknas Tanpa Gairah: Prabowo Terlihat Tidak Menggebu Mencerdaskan Bangsa

May 2, 2026

Ilmu & Amal yang Berimbang Menjadi Indah & Barokah

May 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist