• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

fusilat by fusilat
May 2, 2026
in Feature, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Aries Musnandar – Dosen Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA Malang)

Hari ini, 2 Mei, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Bukan sekadar seremoni upacara, namun momentum muhasabah: sudahkah ilmu yang kita ajarkan benar-benar mengantarkan murid pada adab? Ki Hadjar Dewantara telah mewariskan filosofi Tut Wuri Handayani. Dari belakang memberi dorongan, di depan memberi teladan, dan di tengah membangun semangat. Namun, kita perlu menyadari bahwa pendidikan hakikatnya bukan sekadar transfer ilmu, melainkan ta’dib—upaya mendidik akhlak. Sebab tanpa adab, ilmu hanyalah entitas yang kering. Sebagaimana pepatah klasik dari Jaluddin Rumi, penyair sufi besar Persia mengingatkan: Bi adab mahroom maanad az lotf-e Rab (Tanpa adab, seseorang terhalang dari kelembutan Tuhan). Pada momentum peringatan Hardiknas ini, mari kita janjikan: setiap riset, setiap skripsi, setiap tesis dan setiap kuliah yang kita berikan haruslah memiliki ruh. Ia harus hadir menjawab kegelisahan umat, menguatkan akhlak peserta didik, dan mencerahkan bangsa.

Fenomena Krisis Adab: Saat Kecerdasan Terlepas dari Nilai

Kita harus jujur melihat potret pendidikan kita hari ini. Di balik gegap gempita digitalisasi pembelajaran, terselip krisis yang mengkhawatirkan. Fenomena “krisis adab” kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas empiris yang meresap ke ruang-ruang kelas. Data dan observasi lapangan menunjukkan indikasi yang mencemaskan: degradasi etika digital dan penurunan integritas akademik.

Pertama, maraknya fenomena digital incivility atau ketidaksantunan di ruang siber. Banyak peserta didik yang terampil menggunakan perangkat teknologi, namun gagap dalam etika berkomunikasi. Kita menyaksikan betapa mudahnya ujaran kebencian, cyberbullying, dan penyebaran hoaks dilakukan oleh mereka yang berpendidikan. Pendidikan kita tampaknya berhasil mencetak “pakar” yang cerdas secara kognitif, namun gagal membentuk “manusia” yang empati.

Baca : https://fusilatnews.com/ketika-iman-dijadikan-tujuan-tapi-ilmu-menghilang-dari-arah-sebuah-paradoks-pendidikan/

Kedua, fenomena “brain rot” dan terjebak dalam echo chambers. Informasi yang melimpah tidak serta-merta melahirkan kebijaksanaan (wisdom). Sebaliknya, banyak mahasiswa yang lebih memilih konten-konten dangkal yang mempersempit cara pandang mereka daripada bergelut dengan literatur yang menantang nalar kritis. Riset menunjukkan bahwa kemampuan untuk membedakan fakta dan opini, serta ketahanan dalam membaca teks kompleks, mengalami penurunan tajam.

Ketiga, tantangan integritas akademik di era AI. Kemudahan akses terhadap Generative AI sering kali disalahgunakan untuk memangkas proses berpikir kritis. Menulis skripsi atau tugas akhir kini sering dipandang sebagai “beban administratif” yang harus diselesaikan, bukan sebagai proses pencarian kebenaran. Ketika integritas dikorbankan demi kemudahan, kita sedang memupuk generasi yang lihai melakukan jalan pintas, namun rapuh dalam komitmen dan etika profesional.

Reinterpretasi Filosofi KHD: Arsitektur Jiwa

Menghadapi krisis ini, kita harus kembali pada akar. Tut Wuri Handayani bukan sekadar slogan, melainkan metodologi pendampingan yang menuntut kehadiran utuh seorang pendidik. Di depan memberi teladan artinya dosen bukan lagi sekadar “sumber informasi berjalan”—karena informasi kini ada di ujung jari mahasiswa—melainkan menjadi perwujudan dari integritas. Dosen harus menjadi model bagi kejujuran akademik dan ketangguhan karakter.

Di tengah membangun semangat adalah tentang menciptakan ekosistem kelas yang tidak transaksional. Mahasiswa tidak boleh hanya dipandang sebagai “objek” yang harus diisi otaknya dengan materi, melainkan sebagai subjek yang harus dimerdekakan nalar dan nuraninya. Di belakang memberi dorongan berarti memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bereksplorasi, namun tetap berada dalam koridor adab yang menjaga mereka agar tidak tersesat dalam relativisme yang kebablasan.

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

Menjadi ul albab adalah sebuah pilihan sadar untuk mengintegrasikan akal dengan nurani. Di dalam tradisi pemikiran kita, ul albab bukan hanya mereka yang memiliki ijazah tinggi, tetapi mereka yang mampu melakukan tafakkur—melihat fenomena alam dan sosial dengan kacamata ketauhidan dan kemanusiaan.

Akademisi masa depan haruslah seorang ul albab. Artinya, setiap riset tidak boleh berhenti pada dokumen yang tersimpan di repositori kampus untuk sekadar memenuhi syarat kenaikan jabatan. Riset harus memiliki “ruh” yang menjawab kegelisahan umat. Skripsi dan tesis harus menjadi solusi bagi ketimpangan sosial, kerusakan lingkungan, atau degradasi moral. Inilah bentuk kebermanfaatan yang sesungguhnya. Ketika seorang akademisi mampu memadukan integritas pribadi dengan keunggulan akademik, maka ia sedang menjalankan mandat suci pendidikan.

Hardiknas tahun ini adalah titik balik. Mari kita transformasikan ruang kelas menjadi laboratorium adab. Mari kita ubah proses riset menjadi upaya kolektif untuk mencerahkan bangsa. Sebagai pendidik, tanggung jawab kita adalah memastikan bahwa setiap ilmu yang diwariskan tidak menjadi beban yang menyombongkan, melainkan cahaya yang menuntun. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari kita melangkah bersama, meniti jalan menjadi ul albab: mereka yang ilmunya dalam, adabnya luhur, dan kehadirannya di tengah masyarakat menjadi rahmat yang menyejukkan. Inilah pendidikan yang mencerahkan, pendidikan yang membebaskan, dan pendidikan yang mengabdi pada kebenaran.

Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari kita bertransformasi menjadi ul albab: mereka yang berilmu, beradab, dan menebar manfaat.

 TentangPenulis:

Dr. Aries Musnandar adalah akademisi senior dan praktisi profesional dengan pengalaman lebih dari empat dekade di sektor industri dan pendidikan tinggi. Dosen di Pascasarjana Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA), Malang. Spesialisasi beliau mencakup dunia pendidikan dan  pengembangan SDM. Di luar ruang kelas, penulis aktif menyuarakan isu-isu strategis pendidikan, pengembangan karakter, serta pentingnya integrasi nilai adab dalam kurikulum melalui berbagai artikel opini di media nasional maupun internasional.

 

 

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

Next Post

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

fusilat

fusilat

Related Posts

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026
Economy

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?
Feature

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

May 2, 2026
Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah
Feature

Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

May 2, 2026
Next Post
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo
Pojok KSP

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan...

Read more
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026
Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

May 2, 2026
Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

May 2, 2026
Export Manusia – Apa Untungnya?

Export Manusia – Apa Untungnya?

May 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...