• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

HORMUZ DITUTUP, INDONESIA ANTARA RUDAL DAN DOLAR

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
June 23, 2025
in Feature, Law
0
HORMUZ DITUTUP, INDONESIA ANTARA RUDAL DAN DOLAR
Share on FacebookShare on Twitter
Muhammad Yamin Nasution

Oleh : M. Yamin Nasution, S.H. – Pemerhati Hukum

Analisa Geopolitik Hukum Dan Ekonomi Terkait Penutupan Selat Hormuz. Rudal beterbangan. Dunia mendidih. Sementara itu, Indonesia? Diam. Seperti biasa.

Di tengah eskalasi konflik Iran-Israel yang makin tak terkendali, keputusan Teheran untuk memblokade Selat Hormuz, sebagai urat nadi minyak dunia, bukan cuma gertakan. Ini ancaman nyata bagi hukum internasional, kestabilan ekonomi global, dan posisi negara-negara seperti kita : netral, tapi sangat bergantung.

Sekitar 20 persen minyak mentah dunia mengalir lewat selat sempit di antara Iran dan Oman itu. Sekali pintu itu ditutup, harga minyak melonjak. Efeknya merambat ke mana-mana: dari Washington ke Beijing, dari New Delhi sampai Jakarta. Ekonomi dunia bisa tumbang, bukan karena krisis keuangan, tapi karena krisis logistik dan energi.

Antara Rudal dan Lobi Dolar

Yang menarik, Amerika Serikat ang selama ini sok jagoan di Teluk, justru meminta bantuan Tiongkok. Senator senior sekaligus Menteri Luar Negeri mereka, Marco Rubio, terang-terangan meminta Beijing agar “membujuk Iran” membuka Selat Hormuz. Ironi geopolitik : musuh ekonomi dijadikan juru damai karena teman lamanya sudah kehilangan pengaruh.

AS tahu, kalau blokade ini berlarut, pemilu bisa goyah. Rakyatnya tak tahan bensin mahal. Dan tak ada jalan lain : harus rayu Tiongkok, bukan lagi paksakan senjata. Dan dunia berubah.

Hukum Laut dalam Sorotan

Apa yang dilakukan Iran jelas melanggar prinsip freedom of navigation dalam hukum laut internasional. Pasal 38 Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982 menjamin hak lintas damai untuk semua kapal, bahkan di selat sempit seperti Hormuz. Iran boleh punya kedaulatan maritim, tapi tidak boleh menghalangi perlintasan kapal dagang dunia.

Tapi siapa yang berani menegur Iran? Amerika kehilangan kredibilitasnya. PBB lumpuh oleh veto. Tiongkok terlalu berhitung. Yang tersisa cuma suara-suara kecil dari negara berkembang. Termasuk Indonesia.

Diam yang Terlalu Mahal

Sayangnya,Negara  kita tak mengucapkan apa-apa. Tak satu pun pernyataan keras dari Kementerian Luar Negeri. Tak ada desakan hukum dari wakil kita di PBB. Padahal kita adalah negara pesisir besar. Kita punya kepentingan strategis dalam kebebasan pelayaran internasional. Kita pihak UNCLOS. Kita bisa bicara.

Tapi kita diam. Lagi-lagi berlindung di balik kalimat manis “politik bebas aktif” yang kian usang maknanya.

Netral bukan berarti bungkam. Dan dalam krisis global, bungkam bisa dimaknai sebagai ketakutan. Atau lebih buruk : “HANYA OMON-OMON”

Ekonomi dalam Gunting Krisis

Secara ekonomi, kita juga tak siap. Korupsi besar. Minyak naik berarti subsidi jebol. APBN goyah. Industri berbasis energi guncang. Sektor logistik bisa lumpuh karena biaya kapal naik tajam akibat risiko pelayaran. Dan itu baru dampak awal.

Jangan lupa, kita juga eksportir bahan mentah penting dunia : nikel, batu bara, tembaga. Ketika dunia butuh energi alternatif, posisi kita harusnya kuat. Tapi tanpa visi geopolitik dan negosiasi dagang strategis, kita hanya jadi toko kelontong global, ditawar, dikuras, ditinggal.

Sekalipun larangan ekspor bahan mentah sudah ada sejak zaman pemerintah Susilo B. Yudhoyono. Namun tak boleh dilupakan 5juta ton batu bara di ekspor secara ilegal menunjukkan row material dapat di ekspor dengan mudah. Selain dari investor nikel diberikan kemerdekaan dengan kata “hilirisasi” adalah metode ekspor row material dengan gaya baru yang diakali.

Inilah bahaya netralitas tanpa arah : kita tidak ikut perang, tapi kita kena getahnya. Kita tidak dijadikan musuh, tapi juga tak diajak dalam meja runding.

Indonesia Perlu Suara dan Strategi

Sudah waktunya Indonesia berbicara. Di forum ASEAN, di PBB, atau bahkan langsung ke Beijing dan Teheran. Bukan sebagai pihak yang memihak, tapi sebagai negara hukum yang menagih akuntabilitas.

Penutupan Selat Hormuz bukan hanya soal minyak. Ini soal hukum. Soal tatanan dunia. Soal hak setiap bangsa untuk mengakses jalur niaga tanpa takut rudal atau veto. Termasuk menekan PBB atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan PM Benjami Nyetanyahu. Dan meminta PBB bersikap, agar Penetapan Nyetanyahu sebagai tersangka pelaku kejahatan kemanusiaan oleh ICC – sehingga posisi netral tersebut teraplikasikan.

Jika kita terus diam, kita akan kehilangan banyak: harga energi, kredibilitas diplomatik, bahkan kedaulatan kebijakan luar negeri.

Jangan Jadi Penonton

Dunia sedang terbelah : antara rudal dan dolar. Antara senjata dan sanksi. Antara yang berperang dan yang diseret dalam perang. Dan meninggalkan tradisi mengemis politik pendanaan asing.

Indonesia tidak harus memilih blok. Tapi Indonesia harus punya sikap. Karena dalam dunia yang gaduh, negara yang diam tidak akan didengar.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dajjal Trump

Next Post

KUHAP vs Gatal-Gatal Akut: Ketika Hukum Tak Mampu Menggaruk Realitas

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post

KUHAP vs Gatal-Gatal Akut: Ketika Hukum Tak Mampu Menggaruk Realitas

Tom Lembong “Bongkar Kesalahan Jokowi Hingga Terlibat di Kubu Anies”

Sidang Gula Tom Lembong Seret Nama Jokowi: Ahli Hukum Sarankan Dihadirkan Jadi Saksi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...