• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hotel Prodeo: Ketika Prosedur Menjadi Tirai Kezaliman

fusilat by fusilat
February 19, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Anak kunci locker disodorkan kepadanya. Satu per satu, telepon genggam, jam tangan, dompet, dan seluruh benda pribadi berpindah tangan menuju kotak penyimpanan. Ia melangkah masuk ke aula besar—ruang temu antara mereka yang dirampas kebebasannya dan mereka yang masih menyebut diri “bebas”.

Prosedur kunjungan dijalankan tanpa cela. Setiap pengunjung diwajibkan masuk hanya dengan pakaian yang melekat di badan. Makanan tak boleh sembarang lewat; semuanya mesti tunduk pada pemeriksaan petugas lapas. Keluarga narapidana yang rutin datang tampak tenang, hafal ritme, hafal batas. Berbeda dengan seorang auditor senior yang masih kikuk—tatapannya mengikuti proses pengecapan di telapak tangan: cap tak kasatmata, hanya muncul bila disinari cahaya tertentu. Sebuah tanda bahwa bahkan kebebasan pun di sini bersyarat.

Waktu kunjungan singkat. Aula riuh oleh emosi yang tak sempat disaring. Seorang anak menangis memeluk ayahnya. Seorang suami menggenggam tangan istrinya lebih lama dari yang diizinkan. Ada keluarga yang memilih diam, menjaga silaturahim tanpa menyebut perkara pidana yang telah merobek hidup mereka. Di ruang ini, cinta dan luka berdiri berdampingan tanpa banyak kata.

Namun apa yang terlihat di ruang kunjungan hanyalah permukaan. Di balik tembok, berlapis kisah yang tak pernah tercatat di berkas perkara: fitnah yang dilembagakan, jebakan kawan yang dilegalkan, suap yang disucikan prosedur, dan kepura-puraan yang disamarkan sebagai normalitas. Semua rapi, semua sah, semua menenangkan mata luar—namun menggerogoti batin mereka yang terperangkap di dalamnya.

Sang auditor termenung. Ia paham, penjara bukanlah vonis terakhir. Ia hanyalah miniatur dunia. Ada yang benar-benar bersalah, ada yang terseret arus, dan ada pula yang dipaksa mengaku bersalah demi menjaga kenyamanan sistem. Dunia, pikirnya, hanyalah pengadilan sementara. Keadilan sejati bukan milik palu hakim, melainkan hak prerogatif Allah semata, yang akan ditegakkan di akhirat kelak.

Firman Allah terngiang dalam benaknya:

“Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata mereka terbelalak.”
(QS. Ibrahim [14]:42)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini adalah peringatan keras agar orang beriman tidak tertipu oleh jeda waktu yang dinikmati para pelaku kezaliman. Penangguhan bukanlah pembebasan, melainkan istidraj—penundaan yang justru menambah berat hisab. Al-Qurthubi menegaskan, dunia hanyalah panggung ujian; yang selamat bukan mereka yang lolos dari hukum dunia, melainkan mereka yang lolos dari perhitungan akhirat.

Ia pun teringat sabda Nabi ﷺ:

“Dunia ini adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.”
(HR. Muslim no. 2956)

Menurut Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, hadits ini menyingkap relativitas nikmat. Seberat apa pun kesempitan hidup orang beriman di dunia, semuanya tetap lebih ringan dibandingkan dengan kenikmatan abadi di surga. Sebaliknya, seluas apa pun kemewahan orang kafir di dunia, ia tetap sempit bila dibandingkan dengan azab akhirat.

Hotel prodeo ini pun menjelma cermin kecil dunia: penuh aturan, keterbatasan, dan kepalsuan yang dilegalkan. Namun bagi orang beriman, semua hanyalah penjara sementara. Di balik pintu dunia, ada keadilan Allah yang sempurna—tak bisa disuap, tak bisa dimanipulasi, dan tak pernah salah alamat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prasetyo Kuliahi Tiyo Soal Etika: Bulsit!

Next Post

NAFSU ADALAH TUHAN BAGI ATEIS

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post

NAFSU ADALAH TUHAN BAGI ATEIS

Ironi Koperasi Merah Putih: Dari Alat Pemberdayaan ke Mesin Penguasaan

Ironi Koperasi Merah Putih: Dari Alat Pemberdayaan ke Mesin Penguasaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...