• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prasetyo Kuliahi Tiyo Soal Etika: Bulsit!

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
February 19, 2026
in Feature
0
Prasetyo Kuliahi Tiyo Soal Etika: Bulsit!
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Entah siapa yang memberi hak kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk memberi “kuliah” kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Tiyo Ardianto soal etika (adab). Sebab sejak Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menyatakan lolosnya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden bagi capres Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 melalui Keputusan MK No 90 Tahun 2023 melanggar etika, sejak itulah para pejabat negara dan elite politik yang mendukung Prabowo-Gibran kehilangan hak untuk bicara soal etika.

Sebab itu, apa yang disampaikan Mensesneg itu bulsit alias omong kosong belaka. Atau hanya omon-omon dalam bahasa Prabowo.

Rabu (18/2/2026) kemarin, Prasetyo Hadi yang juga politikus Partai Gerindra itu memberikan “kuliah” gratis kepada Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto agar dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan mengedepankan etika atau adab ketimuran.

Kritik, kata Pras, juga harus disampaikan melalui jalur yang tepat.

Hal itu ia lontarkan untuk merespons teror penculikan, pembunuhan dan fitnah yang menimpa Tiyo Ardianto usai mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah, itu melancarkan kritik tajam kepada pemerintah yang ia nilai gagal melindungi hak dasar warga negara berupa pendidikan terkait kasus bunuh diri siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur, karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10. 000.

Hal itu kontras jika dibandingkan dengan langkah Prabowo yang memberikan iuran Rp16,7 triliun agar bisa masuk Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kontras pula dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang Tiyo pelesetkan menjadi Maling Berkedok Gizi (MBG).

Tidak itu saja. Tiyo juga mengirim surat kepada United Nations Children’s Fund (UNICEF) agar lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurus soal anak itu memberitahukan kepada Prabowo bahwa mantan Komandan Jenderal Kopassus itu adalah presiden yang bodoh.

Plonga-plongo

Selain hak Prasetyo untuk bicara etika yang sudah tercerabut sejak pencalonan Gibran dinyatakan melanggar etika, ada sejumlah hal lain yang patut menjadi catatan terkait pernyataan Mensesneg itu.

Pertama, apa yang dilakukan Tiyo, yang disebut Prasetyo sebagai juniornya di UGM, yang mempelesetkan MBG sebagai Maling Berkedok Gizi, dan Prabowo yang ia sebut sebagai presiden bodoh, sesungguhnya diksi semacam itu sudah lazim digunakan dalam percaturan politik di Indonesia.

Misalnya, saat seorang anggota DPR bernama Anhar belasan tahun lalu menganalogikan Jaksa Agung, saat itu dijabat Abdulrahman Saleh sebagai ustaz di kampung maling.

Para politisi lainnya juga sudah lazim melontarkan ungkapan maling teriak maling, misalnya.

Ingat pula kata-kata Fadli Zon. Menteri Kebudayaan itu saat menjabat Wakil Ketua DPR, yang juga politikus Gerindra, kerap menyebut Joko Widodo sebagai presiiden plonga-plongo alias bodoh. Jadi, ketika kini Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra disebut sebagai presiden bodoh, itu hanya semacam karma belaka.

Rocky Gerung, seorang akademisi Universitas Indonesia (UI) yang kerap dijuluki sebagai filsuf, juga kerap melontarkan diksi dungu kepada siapa pun, terutama Jokowi. Jadi, apa yang dilakukan Tiyo itu ibarat peribahasa “guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Toh Rocky Gerung juga tidak diapa-apakan.

Ihwal Tiyo mengirim surat ke UNICEF yang dikonotasikan Prasetyo Hadi sebagai bukan jalur yang tepat, mungkin Ketua BEM UGM itu sudah frustrasi menyampaikan kritik melalui jalur-jalur konvensional seperti pemerintah, DPR atau partai politik. Sebab mereka teman-teman Prabowo juga yang kerap dikonotasikan sebagai oligarki. Tiyo mencoba jalur lain, dan ternyata itu efektif. Buktinya, pemerintah seperti kebakaran jenggot.

Terkait respons Prasetyo Hadi yang terkesan menyalahkan Tiyo dengan model kritiknya yang sarkastis dan kemudian menuai teror, patut dipertanyakan apakah aksi teror itu dilakukan oleh oknum-oknum atau organ-organ pemerintah? Prasetyo harus membuktikan janjinya untuk menelusuri aksi teror itu.

Terakhir, di tengah banyaknya pejabat negara yang sudah tidak punya etika, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang pencalonannya dinyatakan melanggar etika, kok masih ada pejabat yang sanggup memberikan kuliah soal etika atau adab. Apa para pejabat itu masih punya etika?

Kalau masih, tentu tak ada pejabat yang tega melakukan korupsi. Sedangkan tutur kata mereka sangat sopan, lembut dan beradat ketimuran.

Lantas apa artinya etika jika ternyata mereka yang menjunjung tinggi etika dalam bertutur kata pada saat yang sama melakukan korupsi?

Yang penting adalah substansi, bukan kemasan berupa etika. Ketika etika kosong dijunjung tinggi tapi substansi diabaikan, lalu apalah artinya?

Ketika banyak pejabat negara sudah tidak beretika, lalu siapa yang memberi hak kepada mereka untuk bicara soal etika?

Ketika Prasetyo “menepuk pundak” Tiyo, ibarat menepuk air di dulang tepercik muka sendiri. Kalau memang Tiyo dianggap tak bertanggung jawab, tuntutlah dia secara hukum. Jangan diteror!

Hari begini, sanggup-sanggupnya seorang pejabat negara memberi kuliah soal etika? Bulsit. Perbaiki dulu etika kalian. Mengutip mendiang Anhar, jangan jadi “ustaz di kampung maling”!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

BULOG 2026: Ketika Beras Menjadi Penentu Martabat Negara

Next Post

Hotel Prodeo: Ketika Prosedur Menjadi Tirai Kezaliman

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?
Birokrasi

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026
Feature

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026
Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Next Post

Hotel Prodeo: Ketika Prosedur Menjadi Tirai Kezaliman

NAFSU ADALAH TUHAN BAGI ATEIS

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...